langkah yang anggun mengikuti arah kibasan rambut yang terpancar bercahaya di iringi dengan senyuman lembut yang terhempas dari mulut sisi.
meski pun sudah berumur 34th tapi kecantikan nya masih terpancar di raut mukanya dan keanggunan nya terlihat dari sikap dan gerak tubuh nya yang terlihat sexi.
meski banyak yang mengejar nya tapi sisi tapi tertarik pada pria mana pun karna perihal mencari seseorang yang akan mendampingi dirinya seumur hidup bukan lah seperti mencari permen yang murahan bahkan di setiap toko ada .
si.... tolong terima lamaran ku.
perkataan Rudi teman satu team tempat sisi Bekerja tapi sisi hanya diam dan tidak menggubris nya.
chat dan telefon semua laki-laki selalu di filter untuk menghindari keisengan yang membuat dirinya jenuh dan malas meladeni nya.
kadang sisi merasa kesepian bahkan jenuh pada hidup nya yang selalu kecukupan dan di limpahi kasih sayang tapi tetap saja dia membutuhkan seseorang yang membuat nya selalu merasakan apa itu bahagia dan di samping nya akan selalu merasa nyaman.
suatu hari sisi mendaftarkan diri ke biro jodoh tapi yang di dapat hanya lelaki iseng dan tidak sesuai dengan kriteria.
yang membuat nya tercengang adalah saat itu juga dia juga mengambil inisiatif untuk mencari lebih dalam lagi.
sisi memberanikan diri dan meredam Ego nya untuk berkenalan dengan seorang pria di biro jodoh.
tak ada rasa waktu pertama tapi feeling memilih nya sangat membuat sisi menjadi ingin semakin mengenal nya lebih jauh dan serius bahkan mengingat umur nya yang kian bertambah.
Abi... terima lah undangan yang ku berikan.
kata pertama yang di lontarkan dari seseorang sisi yang meruntuhkan tembok nya demi seseorang yang membuat nya terhipnotis pada pandangan pertama.
hahahaha .... bercanda ya ..kok tiba2? ujar Abi bingung
nggak .. aku serius kok .. aku tunggu di rumah ku ya?.. Ujar sisi memberikan kode pada Abi.
kesan pertama saat bertemu dengan Abi semakin membuat sisi jatuh cinta akan sosok nya dan semakin ingin memiliki nya, lambat Laun mereka semakin dekat dan menekankan akan keseriusan nya.
malam itu Abi melamar sisi di depan orang tuanya, sisi benar2 terharu sampai menangis tak butuh waktu lama dia langsung memeluk Abi.
hingga pesta pernikahan nya pun tiba sisi tidak melepaskan pandangannya dari Abi.
sisi sadar cinta yang ada di depan nya memang lah nyata seperti yang di impikan nya dan apapun yang terjadi dia pasti akan menjaga nya.
-tamat-