"selamat malam kak ghiska, sapa aku kak”. Sebuah spam chat memenuhi kolom live chat dari kanal youtube bernama kue merah yang sedang melakukan live streaming itu.
Seperti sudah keharusan, pemilik kanal youtube itu menyapanya ramah dengan senyuman termanis yang bisa dia tampilkan.
“selamat malam juga heru, hai, hai, hai, welcome mina-san. Welcome welcome welcome. Selamat bergabung di live streaming kue merah”. Sapaan ramah dari pemilik kanal youtube kue merah itu.
“kak kue merah aku sayang kamu. Kamu kelihatan cantik dengan celana pendek berwarna hitam itu”. Balasan dari orang misterius dengan akun anon bernama heru bocil caper itu.
Pemilik kanal youtube itu sedikit terkejut karena bagaimana mungkin celananya bisa terlihat di kamera sementara face camnya hanya setengah badan. Namun dia masih mencoba untuk berpikir positif, mungkin saja orang di balik akun anon itu hanya menebak-nebak.
“kue donat di sebelah PC-mu kok nggak di makan kak?”. Chat dari akun anon itu masuk lagi memenuhi kolom live chat.
Baiklah ini sudah tidak normal lagi. Setidaknya itulah yang ada di pikiran pemilik kanal youtube itu. Matanya melihat sepotong kue donat yang memang dia siapkan untuk dimakan setelah live streaming selesai. Pemilik kanal youtube itu masih mencoba tenang dan mengabaikan.
“waduh banyak nih gaes kodok bijernya”. Candaan pemilik akun itu kepada para viewersya.
“kak ghiska suka kodok ya?”. Tanya salah satu viewersnya.
“suka banget gaes, apalagi kalo kodok bijer yak gaes yak. Hahaha”. Ucap pemilik kanal youtube itu menjawab pertanyaan viewersnya dengan bercanda.
“kak, aku ada hadiah buat kakak. Tunggu ya”. Ucap dari akun anon bernama heru bocil caper itu.
Selang beberapa saat, terdengar suara pintu kontrakannya diketuk. Seseorang dengan sengaja meletakkan sebuah kotak dengan bungkus kertas kado berwarna merah dan pita berarwa pink tepat di depan pintu rumah kontrakannya. Pemilik kanal youtube itu tidak terlalu curiga karena saat itu memang masih dalam suasana natal dan dia berpikir mungkin teman-teman sesama streamernya ingin memberikan sebuah kejutan. Dia mulai membuka kado itu dengan muka bahagia. Ketika dia membuka kotak itu, seketika muka bahagianya hilang berganti teriakan ketakutan. Kotak hadiah itu berisi puluhan kodok segar yang masih hidup dengan sebuah foto yang bergambar dirinya yang sedang melakukan live streaming di hari itu. Foto itu diambil dari sudut atas. Pemilik kanal youtube itu tangan dan seluruh badannya bergetar. Ada seuah ketakutan yang dia rasakan. Dia berpura-pura ijin ke kamar mandi, dengan suara lirih diam-diam dia menghubungi polisi.
Dengan tangan yang masih gemetaran pemilik kanal youtube itu segera menenangkan dirinya. Kini dia telah sepenuhnnya sadar bahwa saat ini ada orang asing di plafond rumah kontrakannya yang sedang mengawasinya. Tindakan-tindakan mendadak seperti berteriak histeris atau terang-terangan menghubungi polisi hanya akan membahayakan nyawanya. Dia hanya bisa diam melihat komentar-komentar viewersnya yang beragam di kolom live chat dari live streamingnya. Berharap polisi segera datang dengan segera.
“kak ghiska kenapa kok kayak pucet gitu mukanya? Sini peluk”. Chat dari salah satu viewersnya.
“drama akhir tahun kah?”. Kata salah satu viewers yang lain.
“drama gaming”. Ucap viewers yang lain.
“bocil drama menyerang kah?” kata viewers yang lainnya.
“kak jangan sedih, ada aku”. Kata viewers yang lain.
“komennya dijaga ya adik-adik. Hargai perasaanku sebagai pacar kak ghiska”. Kata akun anon yang tadi mengirim hadiah ke pemilik kanal youtube itu.
“gimana tadi hadiahnya? Suka nggak?”.ucap akun anon itu lagi.
Terdapat sebua rasa ketakutan tersendiri tiap kali pemilik kanal youtube itu membaca komentar dari akun anon bernama heru bocil caper itu memenuhi kolom live chat dari streamingnya. Sengaja dia tidak mematikan live streamingnya agar bila terjadi sesuatu pada dirinya, polisi memiliki bukti yang cukup untuk menangkap pelakunya.
Tak lama setelahnya terdengar sirine mobil polisi dari luar rumah kontrakannya. Dia segera berlari keluar menghampiri polisi itu. Polisi itu melakukan penyelidikan. Dan benar saja, seorang ppria gendut dengan kumis dan rambut yang tampak tak dirawat terjatuh ke lantai dari atas plafond. Dengan sigap polisi meringkusnya. Sementara pemilik kanal youtube itu akhirnya menumpahkan segala rasa ketakutan dan emosi yang dari tadi dibendungnya. Emosinya pecah, seketika dia menangis dengan histeris.
“lepasin aku. Aku pacarnya kak ghiska”. Ucap stalker yang belakangan diketahui namanya adalah Heru pratomo itu.
Polisi menjelaskan bahwa pria itu masuk dengan memanjat pohon di sebelah rumah kontrakan itu. Melalui pohon itu dia mencopot beberapa genteng dan masuk melalui celah di antara kayu usuk atap rumah itu. Dan dari kemasan makanan ringan yang ditemukan di lokasi, polisi menyimpulkan stalker itu sudah melakukan rutinitasnya selama 1 minggu.
***
Beberapa saat setelahnya keadaan kembali normal. Kanal youtube kue merah itu melakukan aktifitas live streamingnya seperti biasa. Seperti hari-hari biasa dia akan memberikan candaan kepada para viewersnya.
“haus nih, fanta enak nih gaes”. Ucap pemilik kanal youtube kue merah itu.
“tunggu kak. Aku ada nih fanta. Aku kirim sekarang ya”. Jawab salah satu viewersnya dengan akun anonim bernama Jan Gardy.
Dalam hati pemilik kanal youtube itu dia merasa sedikit takut bila mengingat kejadian sebelumnya. Namun dia masih berusaha abai dan menganggapnya hanya bercanda.
Seperti sebuah deja vu, mimpi buruk itu seolah terulang kembali. Pintu diketuk lalu sebuah kotak di tinggal di sana. Meski cemas dan was-was pemilik kanal youtube itu tetap membuka kotak itu. Kali ini isinya adalah sebotol fanta dan sebuah foto dirinya yang saat itu melakukan live streaming. Foto itu diambil dari sisi kiri dan di foto itu tertulis sebuah kalimat “dilihat darimana saja kamu selalu terlihat cantik dan sempurna”.
Pemilik kanal youtube itu menoleh ke arah kiri, dia melihat sebuah celah lubang kecil di dinding tembok rumah kontrakannyanya. Yang ketika diamati lebih teliti, terdapat sebuah mata sedang mengintipnya.