Sungguh indah lukisan alam yang di ciptakan oleh sang pencipta.
Namun sayangnya keindahan alam itu tidak di rasa dalam hati Arif.
Harus merasa perih saat tau orang yang di cintai nya ternyata malah menikah dengan laki-laki lain, tidak terbayangkan bagaimana manisnya hari yang akan di lalu mereka berdua, sedangkan Arif di sini merasa gusar, gusar karena harus kehilangan cinta yang sudah lama di pendam menunggu dirinya sukses untuk mengutarakan isi hatinya, namun apa daya, semua impian nya untuk hidup dengan gadis pujaan hati harus kandas sebelum di mulai.
"Hai, kalian... apa sedang mentertawakan ku?" tanya Arif pada bunga-bunga yang bergerak karena hembusan angin.
"Aaaaaarrrrggggh...! bodoh, sial sial, kenapa nasib ku sial begini." teriak Arif dengan kedua tangannya di hibas-hibaskan ke arah bunga-bunga cantik yang sedang mekar.
Rupanya aksi yang Arif lakukan membangunkan Sonia yang rupanya sedang tidur di sela-sela rimbunnya tanaman bunga.
Sonia membuka matanya tapi masih enggan untuk bangun dari posisi nya yang lagi rebahan, saat mendengar suara pria berteriak, yang membuat pengeng telinganya.
"Heh, berisik tau!"
"Siapa itu? hantu ya?" tanya Arif yang hanya mendengar suara wanita namun mampu membuat bulu kuduk nya berdiri.
Sonia lalu berdiri, "Mana ada hantu cantik kaya gue?" dengan ge'er Sonia berucap.
"Luh cantik? cantikan juga nih bunga di gunung salju ini kalo di bandingin sama elu mah." ucap Arif sinis.
"Emang sih cantik.. cantik banget malah." batin Arif.
"Serah luh." ucap Sonia yang langsung berjalan meninggalkan Arif.
Merasa di abaikan, Arif pun langsung mengejar Sonia.
"Nama luh, siapa?" sambil mencekal tangan Sonia.
"Gila luh." ucap Sonia sambil berusaha melepas tangannya yang di cekal pria gila bagi Sonia.
"Cukup gua kehilangan wanita yang pernh gua cintai, tapi tidak untuk kehilangan jodoh gue lagi."
"Jodoh pala luh... ah makin gila gua.. lepaaas." ucap Sonia yang tangan masih di pegang oleh Arif.
Arif memeluk tubuh Sonia, "Beri gue kesempatan, gue bakal berusaha nyenengin lu, bahagiain luh, apa pun yang luh mau bakal gue kabulin, cuma 1 pinta gue, beri gue kesempatan di hati luh, gue jatuh cinta sama lu pada pandangan pertama."
"Sebernya sih gue juga lagi patah hati, calon laki gue malah nikah ama cewek laen, mungkin ini jodoh asli gua yang Tuhan kirim buat gue." batin Sonia.
"Oke, kita coba jalanin, coba saling mengenal." jawab Sonia, Arif pun langsung mengendorkan pelukan nya.
"Gue Arif, calon imam luh." Arif memperkenalkan dirinya.
"Gue Sonia calon makmum lo.. itu kalo kita jodoh."
Kalo belum jodoh, mao di kata apa?