Aku hanyalah manusia biasa yang selalu bersyukur tentang apa yang kudapatkan selama ini. Yang kudapatkan itu sangat banyak, tapi yang paling berarti adalah dia, sahabatku sekaligus orang yang kusukai.
Dia adalah tetanggaku, namanya Xu Yaran. Laki-laki yang cerewet yang selalu mengomentari setiap kegiatanku. Dan aku adalah... namaku Li Jinmian. Yaran memanggilku Mian.
☆*:. o(≧▽≦)o .:*☆
"Mian! Ayo kita ke alun-alun kota!" Yaran yang tiba-tiba saja masuk ke kamarku dan berteriak.
"Yaran! Sudah kubilang ketuk dulu sebelum masuk."
Yaran mengabaikan ku, dan ia berjalan menuju kearah lemari ku. Kemudian membukanya dan mengambil jaket ku yang biasa aku gunakan ketika musim dingin.
Lalu Yaran melemparnya kepadaku. "Aku tidak mau merayakan pergantian tahun sendirian, kau harus ikut bersamaku untuk melihat kembang api."
"Ck, Xu Yaran! Kau ini suka keluar pada musim dingin ya. Lagian aku lebih suka tidur di kamar daripada menyaksikan kembang api!" kenapa sih Yaran selalu mengajakku keluar rumah ketika musim dingin seperti ini? Aku tidak mau berpisah dengan kasurku dan selimut ku!
"Aku akan membelikan dua buku komik yang kau inginkan." Yaran yang berdiri diambang pintu menyeringai.
"Oke, cus berangkat."
(*´﹀`*)(*´﹀`*)(*´﹀`*)
Alun-alun kota sangat ramai dan dipenuhi banyaknya manusia. Ditengah tengah lautan manusia, Yaran menggenggam erat tanganku karena takut aku akan menghilang di tengah kerumunan ini. Jika aku menghilang Yaran akan mengeluh dan repot.
"Ah! Yaran!" Aku tidak sengaja tersandung sesuatu. Namun Yaran segera menangkap ku, bukan menangkap lagi tapi dia memelukku.
"Sudah ku bilang untuk hati-hati!"
"Maaf~~~~"
Yaran semakin mengeratkan genggaman tangannya. Tangannya yang hangat itu seakan melindungiku dari kehilangan.
Ketika aku mendongak, aku menatap punggung lebar itu.
Aku tidak tau lagi bagaimana harus mengatakan bahwa aku menyukaimu. Jika ku katakan, kau akan mengiranya adalah sebuah lelucon tahun baru.
(*´﹀`*)(*´﹀`*)(*´﹀`*)
Kami telah berada di sebuah tempat yang lumayan sepi, itupun di luar area alun-alun kota. Di jembatan, yeah disini adalah tempat yang cocok untuk melihat kembang api. Jika melihat kembang api dari alun-alun kota, maka suaranya akan sangat terdengar dan sangat menusuk indra pendengaran.
"Masih ada tiga menit lagi sebelum tengah malam." ucap Yaran yang melihat ke ponselnya.
"Ngomong-ngomong... jika kita melihatnya dari sini, seharusnya kita lewat depan stasiun saja! Tidak perlu ke alun-alun kota dan melewati lautan manusia tau!" Menyebalkan harus berjalan sejauh ini.
"Hehehe... maaf, aku juga tidak tau jika alun-alun kota akan seramai tadi..." Yaran cengengesan sambil menggaruk kepalanya.
"Hump!!!"
"Mian jangan marah dong~~~"
"Siapa yang marah?"
Dan setelahnya...
Duar... Duar... Duar...
Kembang api meledak dan menampilkan warnanya diatas langit gelap tanpa bintang. Aku menatapnya dengan kagum. Kembang api itu seperti sahut menyahut diatas sana. Menari-nari bersama detik pergantian tahun.
Haruskah aku mengatakannya sekarang?
Tentu saja! Jika tidak maka hatiku tidak akan tenang.
"Aku menyukaimu, Yaran."
Ucapanku ini pasti teredam suara letusan kembang api, pasti. Setidaknya aku sudah mengatakannya...
Aku sudah te--
"Kamu bilang apa?"
Aku segera menoleh kearah Yaran. Dan dia menatapku dengan sunguh sungguh.
"Ah, jangan dihiraukan." aku mengalihkan pandangan ku kembali kearah langit. "Hanya lelucon tahun baru!" aku menoleh kembali kearah Yaran dan tersenyum lebar sebisaku.
"Aku juga menyukaimu."
Apa? Yaran menyukaiku? Tidak! Ini pasti hanya halusinasi.
"Yaran~~ Bisakah kau tidak menjahili ku? Aku tidak suka itu!"
Hey. Apa apaan wajah itu?! Kenapa wajah Yaran memerah.
Grep
Yaran memegang kedua pipiku dengan tangannya yang hangat. Kami saling bertatapan.
"Aku menyukaimu, Li Jinmian!" Tegasnya
"A-aku juga m-me-menyukaimu, Xu Yaran!"
"Baguslah kalau begitu, mulai sekarang kita pacaran ya?" Yaran tersenyum lebar kepadaku. Senyumannya itu membuatku semakin menyukainya.
"Iya... Kita pacaran..."
Inikah yang dinamakan kisah cinta? Seumur hidupku aku tidak pernah menjelajahi yang namanya kisah cinta dalam hidupku. Dan sekarang itu dimukai.
End~~~