Aku melangkahkan kaki pada mobil bercat hitam yang terparkir tak jauh dari ku, jendela mobilnya terbuka menampakan sosok yang selama ini menemani hari-hari berat ku, kini tengah tersenyum.
Ini pertama kalinya aku dan dia bertemu, setelah 2 tahun lamanya terlewat dalam virtual. Kita saling mengenal seiring berjalannya waktu, dan dia selalu ada disamping ku saat aku sedang hancur.
Jeffreyan namanya, laki-laki itu benar-benar setia dan menepati janjinya. Aku memasuki mobil, sedikit canggung karena ini pertama kalinya kita bertemu.
Dia memutar musik sebelum akhirnya menjalankan mobil, alunan lagu itu terdengar ditelingaku. Ini lagu favorit ku.
"Kita bakalan muter-muter selagi nunggu jam dua belas, kamu mau makan apa?"Dia mengeluarkan suaranya, aku bahkan dibuat salah tingkah hanya dengan suara itu.
"Eum jagung bakar aja"jawab ku dengan jantung yang berdetak tak karuan, selama virtual kita tidak pernah berpacaran. Tapi keputusan itu yang membuat kita bisa bertahan sejauh ini.
"Oke"setelahnya tak ada lagi percakapan, hanya alunan lagu yang menemani perjalanan kita.
Ku lihat jalanan yang sudah semakin ramai dengan beberapa pasangan yang ikut merayakan tahun baru, lalu bisa ku lihat juga tukang jagung bakar yang tengah ramai pembeli.
Dia memarkirkan mobilnya lalu menyuruh ku untuk menunggu sebentar, ku lihat dia berjalan memutar ke pintu mobil ku dan membukanya. Aku sungguh dibuat salah tingkah dengan perhatian itu, aku serasa diperlakukan seperti seorang puteri.
Kami berjalan bersampingan ke tukang jagung bakar. Aku sedikit mengedarkan pandangan pada para pasangan yang memenuhi tempat ini, mereka tampak sangat mesra.
"Mau jagung manis atau pedas manis?"tanyanya pada ku, aku menolehkan pandangan dan kami bertatapan selama beberapa detik sebelum akhirnya melihat ke atah lain.
"Emm pedas manis"jawab ku, dia mengangguk dan memesan pada tukang jagung.
"Ayo cari tempat duduk"Dia menggandeng tangan ku dan membawa ku pada salah satu bangku kosong disana.
Aku semakin salah tingkah dibuatnya. Lantas pesanan kami pun jadi dan kami menikmatinya dengan keheningan.
Setelah selesai makan kita pergi ke taman yang dekat dari tukang jagung bakar tersebut. Banyak pasangan disini, sedangkan status ku dan dia hanya teman.
Kami memilih duduk disalah satu bangku taman sembari mengobrol-ngobrol tentang virtual. Hingga waktu benar-benar tak terasa dan sekarang sudah hampir tengah malam. Petasan mulai dinyalakan dan langit yang awalnya gelap kini berwarna warni. Tiba-tiba dia menggenggam tangan ku lantas mengucapkan satu kalimat yang tak akan pernah ku lupakan seumur hidup.
"Selamat tahun baru, Aku Menyukai mu"Aku terdiam, sungguh tak percaya dengan apa yang ia ucapkan hingga tak sanggup membalasnya.
.
.
.
Aku membuka mata ku, melihat sekeliling dan baru sadar kalau aku terbaring dikamar ku.
Aku mengecek hp dan melihat tanggal, 1 januari 2022. Ah yang tadi hanya mimpi, mimpi yang indah. Aku tersenyum-senyum sendiri saat mengingatnya, dan sebuah chat masuk. Dari jeffreyan yang mengucapkan selamat tahun baru pada ku tadi malam.