Daisukida!!
Resya Naomi adalah gadis SMA yang diberi julukan si kutu buku dan juga si cupu. Karena dandanan nya pun kelihatan cupu dan kuper. Memakai kacamatan, dan rambutnya dikepang dua.
Saat disekolah, jam pelajaran..
"Woy Resya nomer 5 apa?! " Tanya seorang gadis yang ada di kiri bangku Resya. Yang namanya Lili
Resya hanya diam saja, Resya tidak mau memberi contekan.
"Dasar sombong!! Awas ya! Aku balas nanti! Hmp! " Ucap lirih Lili pada Resya
"Lili! Kerjakan tugas dengan benar! " Ucap pak guru yang memperhatikan Lili dan Resya
Jam pertama pelajaran sudah selesai. Waktunya istirahat.
Resya berjalan keluar kelas dan menuju ke taman.. Taman itu melewati lorong. Disaat itulah tiba-tiba..
Srettt.. Ada yang menarik tangan Resya! Resya pun terkejut
"Kamu siapa??! " Tanya Resya penasaran dan ragu-ragu
"Sttt🤫"
"Suara cowok? " Ucap Resya lirih
Resya pun mulai memberontak dia ingin melepaskan diri dari cowok itu! Takutnya cowok tu ingin berniat jahat padanya!
"Jangan-jangan cowok ini, suruhan nya Lili lagi! " Ucap Resya dalam hati.
Resya mulai gemetar, takut. Berkali-kali dia bilang untuk melepaskannya. Tapi tidak digubris oleh cowok itu.
Tak tak tak
Suara langkah kaki. Terdengar juga..
"Kemana sih si Resya rese itu! Harusnya kita hukum dia! Tapi kenapa dia gak ada di mana-mana! Tskk!! " Ucap Lili geram
"Udahlah, gak usah dicari lagi. Lagian juga udah mau beli masuk! " Ucap teman Lili yang sudah mulai malas mencari Resya
Resya membungkam mulutnya. Takut ketahuan.
Lili dan teman-temannya pun pergi meninggalkan lorong itu.
Resya pun menghela nafas lega.
"Heh.. Apa kamu nggak mau bilang Terima kasih, ke aku? " Ucap cowok itu didekat telinga Resya
"Mm-makasih! Makasih udah nolongin aku tadi! "
Tingg tingg
Bel masuk berbunyi
"Aku aku.. "
"Hehehe.. Iya sana masuk! Cepet.. " Ucap Cowok itu dengan lembut
Resya pun membungkukkan kepala dan langsung lari pergi ke kelas..
Cowok itu menatap Resya dari belakang dan tersenyum tipis.
Cowok itu berkata : "hihihi... Padahal kita belum kenalan.. Hah yaudahlah"
Resya untungnya belum terlambat. Dia langsung pergi ke bangkunya. Lili dan teman temannya terus menatap Resya.
"Anak-anak kita mulai pelajarannya ya! "
"Ahh, maaf Pak, saya terlambat. " Ucap seorang cowok yang berada di depan pintu kelas Resya.
"Oh, ayo nak masuk! " Ucap pak guru terkesan hormat dan bangga pada cowok itu
Cowok itu pun berjalan masuk ke kelas..
Tak tak tak
"Kyaa.. Ganteng banget!! Liat tuh gagah banget! Wahh!! " Riuh para Anak cewek di dalam kelas itu
Resya tidak memperhatikan siapa yang datang. Dia hanya termenung.. Menerka-nerka siapa cowok yang nolongin dia tadi.
"Perkenalkan diri mu dulu☺"
"Baik, halo semua.. Perkenalkan nama saya Masahiko Daiki. Panggil saja saya Iko / Daiki."
Deg deg deg
"Loh, su-suara ini kan?! " Ucap Lirih Resya seraya mengangkat kepalanya
"Saya dari Tokyo, Jepang. Lalu saya diminta untuk mengikuti program pertukaran pelajar. Dan saat ini saya tinggal di rumah paman saya. " Ucap Cowok itu (Iko)
"Waahhh gak nyangka ternyata dia--dia--ikemen donggg!! Wah mantap. " Ucap Resya dalam hati
"Oh silahkan duduk! "
Tak tak tak
Iko pun perlahan-lahan melangkah mencari tempat duduk yang sesuai. Akhirnya dia menemukan bangku yang sesuai. Tempat didepan Resya.
"Hei! " Kedip mata Iko kearah Resya.
Sepertinya kedipan itu karena memang dialah cowok yang tadi menolong Resya.
"Hehehe.. " Senyum Resya kearah Iko
Jam pulang sekolah
Gluduk gluduk
Gerimis, petir menggelegar. Hujan pun turun dengan derasnya.
Saat keluar dari Pintu masuk sekolah terlihat Resya yang sedang mengambil payungnya.
Iko hendak ingin ikut sepayung dengan Resya. Namun,
"Iko bareng aku aja yuk, payung ku lebar! Sama aku aja aku bla bla bla... " Riuh para siswa yang menawari payung pada Iko
"Resya! Aku bareng kamu yah! " Ucap seorang gadis bernama dara sahabat Resya. Yang juga dianggap cupu oleh teman-temannya yang lain
Akhirnya Resya mengizinkan Dara pulang sepayung dengannya.
Namun disisi lain..
Pupus sudah keinginan pdkt Iko.. Rencananya gagal karena para gadis gadis itu..
Iko pun tidak menerima satupun payung. Dia memilih menunggu ajudan membawakan dia payung dan memayunginya.
Bulan Desember 2 Minggu terakhir sebelum tahun baru~
Sekolah libur..
Saat Iko jogging keliling kompleks. Tak sengaja dia bertemu dengan Resya yang sedang berlatih menari tarian tradisional di rumah seorang guru.
Deg deg deg
Jantung Iko berdegup kencang saat dia melihat Resya tersenyum manis menghayati gerakan demi gerakan.
Tak disangka, seorang gadis yang cupu disekolah. Ternyata seorang yang cantik dan anggun.
Iko sampai tidak berkedip sampai suatu saat,
Pukk (menepuk punggung Iko)
"Hayo, lihat apa?! " Tanya Tio sahabat Iko (kakak kelas/waka OSIS) sekaligus kakak kedua Resya
"Hiss.. Kaget lo! " Ucap Iko yang sedikit kesal karena diganggu
"Hahaha, Mianhae :> eh salah ya :v. gomen a gomen😂" Ucap Tio tipe orang yang suka bercanda
"Yaampun;v"
"Eh ngemeng-ngemeng, kamu ngapain ngelihatin cewek nari?" Tanya Tio penasaran
"Eitss.. Jangan-jangan kamu ngeliatin cewe pakai baju tosca (Resya) itu!? " Tanya Tio antusias
Iko mengangguk dan "hah?! " Tio langsung terkejut.
"Beneran ko?" Tanya Tio sekali lagi
"Heeh! " Jawab Iko singkat
"Puftt hahaha.. Gak nyangka 😂" Tio pun tertawa terbahak-bahak
"Loh kenapa emangnya kak? " Tanya Iko
"Dia tu adik ku! 🤣"
"Hahhh?! Yang bener kak? :' . Wahhh pas banget dong! Kenalin aku ke dia ya! Plisss" Ucap Iko yang antusias
"Tapi emang kamu yakin? Adik ku tu tipe orang yang dikit-dikit risih. Dia juga suka diem. " Ujar Tio menerangkan sifat adiknya
Tapi Iko sudah bertekad akan terus berjuang mendekati Resya.
Akhirnya beberapa hari kemudian. Iko dan Resya lebih dekat walau masih sebatas teman. Itu semua berkat Tio yang selalu support Iko, dan membujuk Resya.
Iko dan Resya mulai leluasa membicarakan tentang sifat atau tingkah masing-masing. Dan bercanda tawa bersama.
Tanggal 31 Desember.. Pagi hari
Iko mengajak Resya ketemuan di alun-alun kota. Supaya bisa melihat kembang api saat pergantian tahun.
Resya pun setuju.
31 Desember Jam 23.30
Resya sudah menunggu di bangku taman, tempat janjian.
Pergantian tahun tinggal beberapa menit lagi.
Tak tak.. "Resya... " Suara panggilan dari Iko tempat dibelakang Resya
Resya terkejut.. Dan segera membalikkan badan..
Deg deg deg
Sebuah buklet bunga mawar merah berapada tepat dihadapan Resya.
"Iko-kun? "
"I-ini ada apa sih Iko-kun? Kok pakai bunga segala! ? " Tanya Resya
"Ini buat kamu! Aku, beli ini khusus buat kamu! " Ucap Iko dengan senyuman yang terukir indah diwajahnya.
Resya pun (ngeblussh) pipinya memerah
"Eh" Sebuah kotak berisikan cincin dipegang oleh Iko
Iko tiba-tiba berlutut dihadapan Resya. Sontak Resya pun kaget, takut ada sesuatu yang salah.
"Iko kun!! "
Tak ragu-ragu Iko langsung memegang tangan Resya.. Dan melontarkan pertanyaan "aku menyukaimu Resya. maukah kamu, jadi kekasih ku? "
Deg deg deg
Jantung Resya berdegup kencang. Romantis sekali. Lamaran itu pun disaksikan banyak orang termasuk keluarga Resya dan Iko
Iko menanti jawaban dari Resya..
Namun, Resya malah menarik Iko berdiri..
Iko gemetar.. Takut jika Resya menolak lamarannya..
Namun, tak disangka Resya langsung memeluk Iko dan berkata "Iya,iya Iko kun! Daisukida!! " Air mata bahagia pecah. Peluk erat Iko yang terlihat begitu bahagia.
Secara bersamaan kembang api pun ikut menyala.. Jawaban dari Resya sangat pas jam 00:00
Tepukan tangan pun bergemuruh..
Langit pun dihiasi oleh kerlap kerlip kembang api.. Tahun berganti cintaku pun telah kudapatkan! Itulah ungkapan yang tepat yang saat ini dikatakan Iko
~End