Aku terlalu sering hidup berpindah rumah kontrakan. Bahkan pernah tinggal di rumah kos-kosan yang baru buka pintu langsung terlihat tempat tidur.
Ketika rasa lelah mulai mendera, akhirnya aku dan suami setuju untuk tinggal di tempat usaha yang sudah kami beli.
Satu kamar yang luas, berada di lantai dua. Dapur dan kamar mandi berada di lantai dasar sama dengan tempat usaha suamiku.
Aku yang pada dasarnya gampang merasa lelah, hanya bisa menata barang-barang yang masih berada dalam kardus secara bertahap.
Dari peralatan dapur, sampai pakaian dan perlengkapan biasa yang berada di dalam kamar.
Ketika aku mulai membuka satu dus yang tertulis perlengkapan kamar. Tiba-tiba melayang jatuh satu foto usang tertelungkup di lantai.
Penasaran aku mengambil foto itu, hatiku langsung sendu. Foto lama saat aku tinggal di kos-kosan yang ramai.
Ketika suatu hari teman Erna memiliki kamera jadul. Aku dan Erna heboh untuk melakukan acara foto bareng, dengan alasan akan menjadi kenang-kenangan untuk di masa depan nanti.
Benar saja, foto itu seperti tanda bahwa kami akan berpisah, dan tidak mengetahui keberadaan satu sama lainnya.
Erna terakhir aku dengar tinggal di daerah Cikarang dengan suaminya. Teman Erna di kampus Kedokteran Uki membuka warung nasi padang. Adik Erna pulang ke kampung halamannya, daerah Riau. Tetangga Erna pulang ke kampungnya di Medan. Sedangkan aku sekarang, menetap di daerah Cawang Uki Jakarta Timur.
Foto usang itu sudah berusia sepuluh tahun lebih, mungkin ketika kami saling berpapasan di jalan sudah tidak saling kenal lagi.
Semoga suatu hari nanti, ada jodoh pertemuan kami kembali seperti dulu. Mungkin dengan suasana yang berbeda.
Aku menyimpan foto lama itu kembali ke dalam album, menekan cukup lama agar tidak terlepas dan terjatuh lagi.
Tamat...