Di atas awan dia menulis nama kami berdua
Di udara di keterlaluan menginginkan cinta
Maula
Getar ponsel di malam hari membangunkan ku dari tidur yang lelap. Pesan singkat dari sosok pria yang berusaha menumpahkan madu untuk untuk Maharani.
Isi pesan dari Maula:
Maharani, selamat tahun baru, aku menyukaimu. Akan aku pastikan engkau milikku seutuhnya. Terimakasih telah menerima ku di kehidupan mu. Aku mencintaimu.
Setelah membaca pesan singkat itu, Maharani tersenyum lalu menutup kembali layar ponselnya. Dia masih terbawa suasana akan perkataan Maula. Lelaki penggoda dan selalu mengganggu harinya.
"Menerima ku? Sepertinya aku belum mengatakan akan menerimanya" gumam Maharani.
Dia melirik cincin bermata biru di atas nakas. Sesuatu yang membuatnya jadi terasa terikat. Ingin sekali dia mengembalikannya dan mengatakan bahwa jika ikatan ini tidak indah seperti dongeng di istana kerajaan atau takdir yang memihak pada kita pasti semua akan terasa sakit dan membuat kegelisahan tidak menentu.
Ponsel Maharani kembali bergetar, ada panggilan Maula disana. Maharani mengangkat telpon dan mendengarkan apa yang dia katakan.
"Halo Maharani ku, apakah isi pesan ku tidak masuk? Bolehkah aku mengulangnya? Selamat tahun baru aku menyukaimu!" Seru Maula terdengar nada penuh semangat.
"Aku.." jawab Maharani lalu menutup panggilan.
🌿🌹🌿🌹🌿🌹🌿🌹🌿
✓Masih ada keraguan di hati Maharani untuk Maula, dia ingin membalas kata aku juga menyukai mu namun dia belum siap memulai cerita
✓Segumpal hati, tidak bisa di ketahui pemilik asli yang bertahta di dalamnya
✓Kata aku menyukai mu begitu banyak makna tersirat di dalamnya
✓Maula dan Maharani masih di tahun baru mengurai seribu bahasa pengingat kalbu
✓Tanpa di sadari mengatakan kata suka seharusnya di sertai dengan bukti yang nyata