Andai jika waktu itu aku mengatakannya, mungkin ini tak akan terjadi!
Namaku adalah Ian Dewangga. Aku berumur 17 tahun. Iya, aku kelas 2 SMA.
Di perpustakaan
Saat itu, aku sedang mengambil buku ensiklopedia. Tapi tak sengaja, aku melihat seorang gadis yang sedang berdiri diatas kursi. Dia sepertinya ingin mengambil buku yang ada di rak atas.
Namun, gadis itu berdiri tidak seimbang. Kursinya bergoyang. Lalu gadis itu terjungkal kebelakang.
Aku pun refleks langsung menangkap tubuhnya!. Tubuhnya kecil dan empuk. Kulitnya putih seputih kapas. Rambutnya, hitam dan panjang.
Matanya lebar dan bulu matanya lentik! Cantik dan menawan. Kata-kata ku mungkin tidak bisa menyampaikan kecantikannya.
Wah, ternyata dia adalah Mina Ayumi teman sekelasku.
Aku bertanya pada Mina itu " Hei, Mina apa kau baik-baik saja? "
"Oh, aku baik-baik saja!, terimakasih ya Ian sudah menolongku. " Ucap Mina yang tersenyum ke arahku
Aku berkata pada Mina "Sama-sama. lain kali lebih hati-hati ya! "
"Ah, baik!
Keesokan harinya..
Aku sebenarnya sudah suka kepada Mina sejak SMP. Tapi, aku tidak berani mengatakan perasaan ku kepadanya..
Saat itu dibangku tempat duduk Mina. Aku tidak sengaja melihat ada sebuah buku yang jatuh di bawah tempat duduknya. Buku itu terbuka,Sepertinya itu buku diary.
Aku pun mengambil buku itu, dan tak sengaja melihat sekilas isi buku yang terbuka.
Tunggu, ada. Ada namaku?
Aku terkejut, mengapa ada namaku di sini.. Apa mungkin hanya kebetulan?
Akhirnya aku mulai membaca buku diary nya! Dan di beberapa halaman, ada kata-kata yang sedikit aneh.
"Apa aku akan gagal lagi? "
Kenapa gagal? Dan lagi? Hemm.. Kata-kata yang dituliskan Mina itu seperti kiasan?!
Ada kata : " Awan hitam yang hilang, suara bisikan dari batu yang terendam. Melukis di langit? " .
Hemm..
"Ian? "
Hah?! Bruk
Buku yang kupegang jatuh dari tanganku!
"Ian! Apa yang sedang kau lakukan? "
Astaga, ternyata itu Mina?!
"Ian kau membaca buku diary ku ya?! .
" Aa-annu aku! "
"Hmpp!! Aku tidak suka jika ada yang melihat privasiku! " Ucap Mina yang berkaca-kaca
Aku berkata "Mmmaaf aku tidak sengaja, aku hanya ingin mengambilnya karena bukumu terjatuh dilantai tadi! "
Akhirnya, mungkin dia tidak memaafkan kesalahanku. Dia mulai jauh dariku. Saat kami bersimpanhan pun dia tidak menoleh kearahku.
Tapi, 2 minggu berlalu
Malam hari pukul 22:18
Tringggg... Telfon ku berdering!
Oh, telfon dari teman sekelasku Tio.
Tapi, ada apa ya telfon malam-malam begini!
"Halo"
"Halo, Ian! Ian, Mina. Mina Ian!"
"Mina, Mina kenapa? " Tanya ku pada Tio
"Mina Mina meninggal Ian! "
Deg deg deg..
Jantungku rasanya ingin meledak. Sakit! Tak terasa air mata menetes!
Aku menutup telfon dan menangis sampai pagi..
"Ian, ada apa? " Tanya ibu padaku..
Aku pun menjelaskan semua nya. Ibu ikut menangis.. Lalu ibu memintaku datang ke pemakaman Mina.
Dan aku melihat tubuh yang dibalut kain putih. Mina kelihatan pucat.
Semua sahabat Mina menangis dan ya.. Aku belum sempat mengatakan perasaan ku yang sebenarnya pada Mina!
Note : Masa muda adalah masa yang penuh warna! Jika kau menyukai seseorang coba katakan padanya apa perasaanmu. Tapi jangan paksakan perasaan mu. Hormatilah jawaban dari orang yang kau sukai ya!! Hehehe😁