Aku menyukainya, aku suka semua tentangnya. Tapi... Aku takut...
=×=×=×=×=×=×=×
Kevin adalah namanya, seorang siswa tahun kedua di Satnight High School.
Sepanjang jam pelajaran dia hanya melihat keluar jendela, menatap kearah lapangan yang sedang ramai oleh para siswa tahun pertama. Mereka memakai pakaian olahraga, tentunya karena jadwal mereka hari ini adalah olahraga. Para siswa laki-laki sebagian besar mereka bermain basket dan sedangkan siswa perempuan sedang duduk duduk bersantai dan mengobrol.
Tatapan Kevin tertuju pada seorang gadis yang sedang mengikat rambut panjangnya. Lalu tak lama kemudian seseorang menghampiri si gadis, mereka berbincang-bincang dan tersenyum.
Melihat senyuman gadis itu, Kevin ikut tersenyum. Gadis itu namanya Aurelie, yang akrab dipanggil Aurel. Adik kelasnya sekaligus teman satu klub, yaitu klub seni.
"Dek, kalau suka sama Aurel, langsung bilang aja. Ga usah malu, entar aku bantu deh~" suara bisikan dari Irine (Bacanya Airin), saudara kembar Kevin.
Kevin menoleh kearah orang yang duduk sebangku dengannya. "Ngga ah, aku takut kalau hubungan baik antara aku dan Aurel berubah." balas Kevin dengan bisikan juga.
"Jadi teman aja gapapa, asal aku bisa melihatnya terus, itu udah cukup buatku." lanjut Kevin yang masih berbisik.
"Yaudah deh, terserah kau aja. Kalo dipepet orang lain jangan nangis."
(*´﹀`*)(*´﹀`*)(*´﹀`*)
Hari ini adalah hari Valentine. Kevin yang menatap coklat batangan dengan kemasan spesial valentine yang dihiasi dengan pita. Ia ingin memberikannya kepada Aurel, tapi ia terlalu malu untuk memberikannya.
Irine yang tiba-tiba datang entah darimana sudah siap untuk berangkat ke sekolah berkata kepada kembarannya ini. "Kalo mau kasih ke Aurel, ya kasih aja. Terus tembak, ku jamin bakalan diterima."
Kevin menoleh. "Beneran kalo aku nembak bakalan diterima?"
"Diterima coklatnya doang. Wkwkwkwk" Irine memang suka menjahili kembarannya ini.
Kevin kesal karena di tengah dilema antara memberikan atau tidak malah kini dijahili kembarannya.
Kevin beranjak dari duduknya. "Lari aja di belakang mobil, jangan harap berangkat bareng ke sekolah." Ucapnya yang telah terlanjur kesal.
"E-eh? Kok gitu sih?! Tega sama kembaran sendiri!"
"Ya tega lah. Kan kembaran sendiri, bukan orang lain."
(*´﹀`*)(*´﹀`*)(*´﹀`*)
Kevin berdiri di dekat loker sepatu. Irine sudah masuk duluan ke kelas, ia berdiri untuk menunggu seseorang. Sepertinya ini masih terlalu pagi, pastinya akan sangat lama menunggu pujaan hatinya, Aurel.
Sepanjang penantiannya Kevin terus bergumam. "Tembak ga ya?... Nanti bakalan diterima ga ya..."
Tak berselang lama kemudian, sebuah suara yang lembut menyapanya.
"Kak Kevin, selamat pagi." Ia tersenyum kepada Kevin, dan senyuman itu juga yang berhasil membuat Kevin jatuh cinta kepada pemiliknya, ya itu adalah Aurel.
"Pagi, Aurel." Kevin ikut tersenyum membalas sapaan dari Aurel.
"Kak Kevin ngapain kok berdiri di sini? Nunggu seseorang ya?" tanya Aurel.
Kevin gelagapan dengan pertanyaan sederhana dari Aurel. "Ah... itu..eng... aku... nunggu kamu."
Akhirnya Kevin mengatakannya juga, padahal hatinya memberontak ingin mengatakan 'suka' tapi tubuhnya menolaknya.
"Nunggu aku? Kak Kevin ada urusan sama aku? Ada yang mau kak Kevin omongin sama aku?" Pertanyaan beruntut dari Aurel membuat Kevin semakin gelagapan saja.
Kevin langsung saja menyerahkan coklat yang ia bawa kepada Aurel. Bahkan tanpa menatap Aurel, tatapannya menuju kearah lain demi menghindari kontak mata dengan Aurel. Bisa-bisa Kevin kena serangan jantung.
"Buat aku, kak?" Aurel menatap coklat yang disodorkan oleh Kevin.
"I-iyalah, siapa lagi kalo bukan kamu. Cuma kamu yang ada di depan aku." Detak jantung Kevin semakin cepat.
Aurel menerimanya dengan senang hati. "Makasih kak!" Aurel tersenyum lebar. Dan ketika senyum itu mengembang di wajah cantik Aurel, Kevin kebetulan sedang melirik nya.
"Ya udah, dah." Kevin berlalu begitu saja meninggalkan Aurel yang kebingungan dengan kepergian Kevin.
Sementara itu Kevin mempercepat langkahnya berjalan di koridor sekolah. Ia menutupi mulutnya dengan punggung tangannya guna menyembunyikan senyumannya yang terus mengembang. Rasa senang ini menggelora dihatinya.
Wajahnya memerah karena senang.
'Aku ingin mengatakan aku "Aku suka kamu" tapi aku takut jika hubungan baik kita akan berubah karena pernyataan perasaanku. Ada kata kata yang tidak dapat ku katakan kepadamu. Lebih baik simpan dan biarkan rasa ini bertambah besar sendirinya. Asalkan kamu tersenyum, itu sudah cukup buatku'
End~~~~
Oh iya, nama Aurel dan Kevin aku ambil dari novel terbaruku, judulnya "Aurelie Octavia". Klik profil untuk baca!