Awan mendung terlihat gelap. Siang dengan mentari pun tertutup awan hitam itu. Seperti kegundahan hatiku ketika bimbang dalam menantikan janji itu. Janji yang belum kau penuhi. Janji yang belum kau wujudkan. Padahal disini aku berharap menanti datang mu. Dalam sendiri, sepi menanti hadirmu ke sini. Mengulurkan tanganmu, lalu mengajakku pergi. Pergi mengarungi samudra biru yang terbentang luas.
Aku masih disini. Menunggu kata-kata yang sulit di ucap. Kutunggu kata jujur mu dalam menuangkan segala rasa. Rasa ketika rindu sungguh menghimpit hati. Rasa gundah tatkala resah menanti ungkapan yang bisa membuat tenang jiwa.
Aku masih menanti dalam air hujan yang turun perlahan. Gerimis yang basah membasahi wajah. Menutupi air mata yang jatuh berurai deras.
Tidak lama kamu hadir. Hadir membawa harapan baru. Namun masih diam membisu. Diam seribu bahasa hanya diam menatap ku sendu. Bibirku pun tak mampu berucap, hanya harap kau merengkuh ku dalam dekap mu erat. Melepaskan segala resah, rindu karena penantian jumpa yang baru tiba.
Masih sama- sama berdiri mematung dalam tatapan harap yang sama. Ingin meraih dan memiliki seutuhnya. Sama-sama tidak bergerak, hanya diam menatap. Sampai kini sesak mulai memenuhi rongga. Akhirnya pelan- pelan langkah ini mendekat. Lebih dekat sampai kita mencoba merasakan segala nafas hangat.
Tiba-tiba kau menarik ku pelan. Menenggelamkan kepala ku dibalik dia dekapan tanganmu yang kokoh. Aku seketika sulit bernafas karena kepalaku terbenam di dada mu yang bidang. Masih dalam bisu sama-sama tenggelam dalam rasa. Mencurahkan rindu yang meledak- ledak.
Satu tangan kokoh itu kini mengusap pelan di ujung kepalaku. Basah air mataku mulai membasahi kemeja putih mu. Bagimu ini adalah satu bukti betapa aku dan kamu sangat memendam rindu selama ini. Dan hari ini kita akan tuangkan semua dalam rasa walaupun kata-kata yang tak terkatakan itu belum diungkapkan.
Berteriak lah dan suara kan lah hatimu untuk aku. Jangan lagi kau buat kebingungan dan kebimbangan ini. Kita sudah sama-sama paham dan memahami akan rasa ini. Aku dan kamu adalah satu rasa dan sangat sulit mengungkapkan karena antara kamu dan aku masih menyimpan beban. Dan hanya kita yang akan paham.
Lalu? Mari kita ungkap semuanya, Kata-kata yang tak terkatakan itu melalui tindakan. Dalam hembusan nafas yang saling bicara. Dalam sentuhan lembut dan hangat yang hanya kita rasa. Aku dan kamu sama-sama pasrah dalam kehangatan kasih sayang yang tidak bisa diungkapkan.
I miss you. 😘😍
(Jakarta, 28Desember2021)