"Hah! Beneran deh! Bosen banget kerjaannya dari dulu cuman nyuci piring aja terus! Enak yah, kalo jadi orang kaya tinggal suruh suruh, hidup bergelimang harta, hah, beneran sial banget nasibku!", Ucap seorang wanita berusia 25 tahun itu yang bernama Milla. Milla adalah seorang pelayan sebuah cafe. Dan, dia bertugas mencuci piring piring kotor dari pelanggan cafe itu. Milla adalah orang yang manja. Ia bahkan selalu mengeluh karena dirinya tidak terlahir di keluarga yang kaya. Gaji Milla juga tidak banyak, hanya 2,5 juta per bulan. Ia selalu bermimpi jika ia adalah orang kaya.
Malam hari pun tiba. Milla yang sudah lelah bekerja seharian pun langsung ambruk begitu melihat kasur di kamarnya.
.......
"Milla! Ayo bangun! Sudah pagi!", Ucap ibu Milla. "Emmh, aku masih ngantuk!", Ucap Milla yang masih lelah. "Ayolah, kamu harus menghadiri perjamuan besar jam 8 nanti!", Ucap ibu Milla. Milla yang mendengar perkataan ibunya pun terbelalak tak percaya. Ia pun membuka matanya. "Hah? Bu? Kapan aku pindah ke sini?", Ucap Milla yang terkejut karena tiba tiba ia merasa seperti ruangan yang ditempatinya adalah seperti kamar hotel bintang lima.
"Kemarin, saat kamu selesai bekerja, ayah dan ibu membawamu ke sini dalam keadaan tidur!", Ucap Ibu Milla. "Hah? Bu, beneran ini rumah kita?", Ucap Milla yang terkejut dengan penampakan rumahnya yang sekarang sangatlah jauh dibandingkan dengan yang dulu. "Benar, ibu dan ayah sebenarnya hanya merahasiakan kepadamu bahwa kita sebenarnya punya rumah sebesar ini!", Jelas Ibu Milla.
Milla yang baru bangun tidur pun langsung menatap dengan teliti kamar yang ia gunakan untuk tidur ini. Ia sampai sampai melongo dan matanya tak kedip sekalipun. "Sudahlah, jika kamu bengong terus, maka kamu tidak akan bisa mengikuti perjamuan itu!", Ucap Ibu Milla. "Baik Bu!", Ucap Milla sembari turun dari ranjangnya dan membuka pintu kamarnya.
Milla pun semakin terkejut ketika melihat batang barang branded yang ada di depan matanya itu. Bahkan ubin yang dipijaknya pun lebih mahal dari pada cincin emas 18 karatnya itu. Namun, karena Milla yang dikejar waktu, Milla langsung berlari menuju kamar mandi.
Keterkejutan Milla semakin menjadi jadi ketika membuka pintu kamar mandinya itu. Terlihat sebuah bathtub, shower, dan cermin yang ada di kamar mandi itu sangat mahal. Ia pun segera berendam di bathtub dan bersantai. Ia lupa kalau ia sedang dikejar waktu.
Beberapa menit kemudian...
Dok dok dok... Terdengar suara ketukan pintu kamar mandi. "Milla! Lama sekali kamu mandi! Kamu sudah mandi hampir satu jam tau ga!", Ucap Ibu Milla yang terus menggedor gedor kamar mandi. Nghrooook...... Milla yang mendengar pintu kamar mandi digedor gedor malah semakin ngorok, dan ia ternyata sedang tidur.
Saking tidak tahannya, Ibu Milla pun membuka paksa kamar mandi itu dan terlihatlah Milla tidur sambil ngorok di dalam bath tub. Byurrr... Ibu Milla menyemprotkan shower ke kepala Milla agar Milla sadar. Milla yang merasa tidak nyaman pun terbangun.
Dan, hal pertama yang ia lihat ketika ia sudah bangun dari tidurnya adalah ibunya dengan muka yang hampir memerah karena saking marahnya. Milla yang masih dalam keadaan setengah sadar pun melihat sekitarnya. "Tunggu... Aku tadi sedang mandi kan? Kenapa tiba tiba aku tertidur?", Ucap Milla dalam hati.
"Milla! Apa kamu tahu? Waktu yang diperlukan dari sini ke tempat perjamuan nanti adalah 1,5 jam! Perjamuan dimulai jam 8! Dan sekarang sudah jam 7! Tidak mungkin kita bisa ke sana dalam waktu satu jam!", Ucap Ibu Milla dengan panjang lebar. Milla yang mendengar hal itu pun langsung sadar kalau harus ada sesuatu yang ia lakukan.
.........
"Milla! Bangun! Dah jam 5!", Ucap Ibu Milla. "Bu, maaf Bu! Aku tidak tahu kalau aku ketiduran di kamar mandi!", Ucap Milla. Ibu Milla yang mendengar balasan dari anaknya itu pun kaget. "Milla! Milla! Bangun nak! Kamu mimpi!", Ucap Ibu Milla sambil menggoyang goyangkan tubuh Milla. Milla yang mendengar hal itu pun langsung sadar dari tidurnya. Dilihatnya kamarnya yang berbeda dari sebelumnya yang ia lihat. Kamarnya yang sekarang tampak lebih kecil.
Milla pun sadar, kalau hal itu hanyalah mimpi. "Emh, iya Bu, makasih dah bangunin!", Ucap Milla sembari duduk di kasurnya. Ia benar benar tak menyangka akan bermimpi menjadi seorang anak yang kaya raya. Kini pun ia mengerti kenapa dia tidak menjadi orang yang kaya. Karena, itu belum waktunya. Kalau pun Milla menjadi orang yang kaya, ia pun pasti akan telat dalam segala hal. Mulai dari detik itu, Milla mulai mengubah dirinya hingga menjadi orang yang lebih baik.