Ingatan. Ini adalah sesuatu yang amat penting. Terlebih bagi manusia dalam menjalani kehidupannya. Tapi apa jadinya bila sesuatu yang penting ini bisa hilang karena sebuah kejadian yang menimpa? Teramat fatal sampai bisa kehilangannya. Hal ini juga memiliki efek tentunya. Tidak hanya diri orang yang mengalami, tetapi juga orang yang ada disekitarnya.
Mirai melihat seseorang yang sedang duduk disebuah kursi seorang diri. Dia adalah sang kekasih, yaitu Jima. Lelaki itu mengalami hilang ingatan karena sebuah kecelakaan yang menimpa sebelumnya. Mirai terkejut saat mengetahui kejadian yang menimpa sang kekasih. Hingga kini dia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Jima tidak mengingat apa yang pernah dilakukan sebelumnya. Selain itu laki-laki tersebut juga sudah sulit dalam berbicara. Meskipun Mirai selalu menemani Jima, tetap saja laki-laki itu tidak tahu siapa perempuan yang ada didekatnya tersebut. Sulit untuk menerima keadaan bila sudah terdapat kejadian seperti ini.
Saat Mirai menghampiri dan duduk disebelah Jima yang tengah memandang kedepan, ia mulai memegang tangan dari laki-laki itu. Kemudian Mirai mengingat kembali masa-masa dulunya bersama dengan Jima kala masih sehat.
Awal pertemuan, momen kedekatan, bagian romantis, sampai kali terakhir bertemu sebelum kejadian. Mirai mengingat semua itu disamping orang yang sudah tidak mengingat apapun lagi. Sedih baginya untuk membayangkan semuanya, tetapi inilah yang membekas dibenak dari seorang Mirai.
Tak tersadari selama mengingat, Mirai bersuara seolah menceritakan apa yang terlintas dikepalanya. Setelah sadar, Mirai terdiam sejenak, lalu melihat orang yang ada disebelahnya. Jima tampak meneteskan air mata sembari memadang ke depan. Mirai tidak tahu apakah Jima mengingatnya atau tidak. Tapi yang Mirai pikirkan adalah bahwa Jima mungkin dapat merasakan apa yang diceritakan olehnya barusan. Mirai bersandar dibahu Jima dan seketika ia mulai menangis.
-----SELESAI-----