"Haaah membosankan sekali hari ini." meregangkan tubuhku, aku masih dalam perjalanan ke sekolah. Pagi yang dingin, membuatku ingin tidur lagi saja daripada pergi ke sekolah.
Aku dengan langkah malas, aku terpaksa melangkahkan kakiku di atas trotoar menuju sekolah. Tidak lama kemudian..
"Onee-san!" disertai langkah kaki yang cepat, suara itu terdengar dari arah belakangku. Aku membalikkan badanku dan melihat seseorang yang fotonya kujadikan wallpaper ponsel.
"Hee? Katagaki Naomi?!" tanyaku dalam hati setelah melihat anak laki-laki yang setahun lebih muda dariku. Aku mengusap wajahku guna memastikan apakah aku masih mengantuk sehingga salah melihat.
"Nee-san?" setelah dia berdiri di depanku sambil menyapaku. Dia memiringkan kepalanya setelah melihat tingkahku yang aneh.
"H-haik," balasku gugup. Sembari menatapnya, kedua tanganku tak berhenti bergetar akibat gugup. Tapi syukurlah dia tidak menyadarinya.
"Ohayou ghozaimasu!" sapanya sambil melambaikan tangan kanannya.
"Ohayou," tentu aku malu, pasalnya ini pertama kalinya aku bertemu dengannya secara langsung. Tapi tunggu, dia tiga dimensi?! Yang benar saja? Bukankah dia dari anime Hello World? Tahunnya juga berbeda, sekarang masih 2021, dan di sana kan sudah 2027. Aneh.
"Nee-san! Kamu hampir ketinggalan bus!" teriak Katagaki menyadarkan lamunanku. Aku masih perlu waktu untuk mencerna kejadian ini.
"E-eh. Aku datang.." aku berbalik dan berjalan cepat menuju halte bus. Tak kusadari, dia sudah naik bus itu. Jika dia tidak memanggilku, mungkin dapat dipastikan kalau aku akan terlambat ke sekolah.
Di dalam bus, kami akan ke sekolah yang sama. Jarak antara kami tak begitu jauh. Dia berdiri, dan aku duduk. Tangan kanan Naomi dia gunakan untuk berpegangan, sedangkan tangan kirinya memegang buku yang sedang dia baca.
"Walaupun tiga dimensi, dia masih saja rajin seperti di anime." batinku sambil terus menatapnya.
Tidak lama kemudian, ada seseorang yang mengalihkan perhatianku. Dia seorang laki-laki seusiaku yang duduk di kursi belakang. Sepertinya tidak asing.
"Dia kan.. Haruka Nanase? Bagaimana bisa ada di sini juga?" benar, yang kulihat barusa adalah Haruka Nanase dari anime Free. Selain seorang pelajar, dia juga seorang perenang gaya bebas.
Aku terus menatapnya, hingga pandangan kami bertemu. Ups! Aku langsung menundukkan kepalaku setelah tatapan datarnya bertemu dengan tatapan penasaranku.
Aku kembali dibuat bingung oleh keadaan. Apakah aku sekarang anime? Aku sekarang dua dimensi? Atau mereka sekarang manusia? Husbu yang menjadi nyata? Bagaimana mungkin?
"Nee-san, kamu tidak turun? Sekarang sudah sampai di sekolah." lagi-lagi ucapan Katagaki berhasil menyadarkan aku dari imajinasiku. Sontak, aku menolehkan kepalaku ke arahnya.
"H-haik.." balasku singkat, kemudian berjalan mengikutinya ke luar dari bus. Sekolah kami sama, tapi, apakah Haruka juga sekolah di sini.
Ah ternyata iya! Dan dia berjalan di belakangku. Bagaimana ini, jantungku berdebar-debar. Aku belum siap untuk ini. Di depanku ada Naomi, di belakang ada Haruka. Dan mereka adalah laki-laki yang namanya mirip nama perempuan.
Aku masih berusaha berjalan dengan normal menuju kelas kelasku, kelas 2 B. Perasaanku jadi aneh semenjak aku disapa oleh Naomi tadi. Satu bus dengan kedua husbu-ku, membuatku jadi lebih bersemangat sekolah. Apakah nanti akan ada kejutan lagi?
"Ohayou-" baru satu kata mulutku berucap, aku sudah dikejutkan oleh satu hal lagi.
"Kyaaaaaaa! Akihito!" kali ini aku benar-benar berteriak, tidak menahan diri lagi. Mataku terbelalak, mulutku menganga. Dia adalah laki-laki berambut pirang yang bernama Akihito Kanbara dari anime Kyoukai no Kanata, dia husbu pertamaku dan husbu nomor satu bagiku.
Dia tersenyum melihatku. Meskipun dia seorang manusia setengah siluman, tapi tetap saja tidak mempengaruhi ketampanannya, hehehe.
"Jaa.. Ohayou." sapanya masih dengan senyumannya. Aku masih berdiri mematung, belum mau bergerak. Pasalnya, jika aku mau ke tempat dudukku, aku harus berjalan melewatinya dulu.
"Ada apa denganmu? Kamu bertingkah aneh, belum sarapan ya? Ayo ikut aku." dia menyadari tingkah anehku. Kemudian menjulurkan tangan kanannya dan menggandeng tangan kananku. Entah aku mau diajak ke mana. Aku hanya diam saja.
Entah kenapa, hari ini otakku lemot sekali. Seakan tidak bisa diajak berpikir, membeku seperti bongkahan es di kutub selatan. Satu pertanyaan yang masih membingungkan. Bagaimana bisa ketiga husbu-ku berada satu sekolah denganku? Dan mereka bukan cosplay, mereka asli tiga dimensi yang bisa disentuh.
Lalu apakah diriku sekarang ini? Manusia? Anime? Kalau anime, aku jadi karakter apa? Dari anime apa?
"C-chotto, Akihito-kun." aku memanggilnya supaya berhenti berjalan. Dia pun berhenti dan berbalik.
"Kenapa?"
"Aku belum menaruh tasku."
"Haha, aku lupa. Baiklah, nanti temui aku di kantin ya. Kita sarapan."
"H-haik.." aku mengangguk pelan. Kemudian berbalik dan berjalan menuju kelas, sedangkan Akihito pergi ke kantin sendiri untuk sementara waktu.
Sesampainya di kelas, aku berjalan menuju bangkuku yang letaknya di sebelah kanan, nomor dua dari depan. Di depanku ada seorang laki-laki yang duduk termenung. Dia melamun. Aku mencoba untuk menyapanya.
"Ee.. Ohayou ghozaimasu.." sapaku sambil meletakkan tas di laci mejaku. Dia menolehkan kepalanya ke arahku.
"Ohayou mou," jawabnya dengan nada dan tatapan datar. Tinggu, dia kan.. Oreki Hotarou dari anime Hyouka.
"Haa? Oreki, kenapa kamu sekolah di sini?" tanyaku keheranan. Ini yang keempat dan husbu-ku ada di sekolah ini.
"Sekolah ini paling dekat dengan rumahku." jawabnya. Aku mengangguk, padahal aslinya aku tidak mengerti bagaimana rumahnya bisa dekat dengan SMA tempat aku sekolah?
Setelah itu, aku berjalan ke luar kelas untuk kembali menemui Akihito. Yah sebenarnya aku malu. Sangat malu. Entah sekarang aku ini siapa? Aku masih manusia kan?
Aku melihat ke bawah, telapak tanganku, sepatu yang aku pakai, aku seperti.. Mitsuki Nase?
"Mitsuki-chan!" panggil seseorang dari depanku. Aku sedikit mendongakkan kepalaku untuk melihat orangnya. Tapi, benar kan, aku jadi Mitsuki Nase di anime yang sama dengan Akihito.
"Onii-chan," aah! Apa yang aku katakan! Bibir ini berucap dengan sendirinya.
"Coba katakan lagi. Onii-chan." pintanya.
"Tidak mau." balasku. Kali ini, aku bertemu dengan Hiroomi Nase, dia menjadi kakak Mitsuki alias aku. Dia selalu mengenakan syal. Entah kenapa, dia selalu tertarik denganku. Dia masih memperlakukan aku seperti anak kecil saja.
Aku kembali melangkahkan kakiku, melanjutkan niatku yang tertunda tadi. Hiroomi masih mengikuti aku.
"Hey, mau ke mana? Kenapa tadi berangkat ke sekolah tidak menungguku?" tanyanya berjalan di depanku, tapi dia berjalannya mundur.
"A-aku hampir terlambat tadi." jawabku asal. Sekarang aslinya memang masih lagi. Mungkin dua puluh menit lagi baru pelajaran pertama dimulai.
"Jangan lupa. Kita ada misi untuk memberantas siluman yang ada di sekolah ini."
"Siluman? Akihito?"
"Bukan, nanti kamu akan tau."
-------
Singkat cerita, saat ini sekolah sudah sepi sebab sudah jam pulang. Aku, Hiroomi, dan Akihito berada di atap sekolah. Entah misi apa yang mereka maksud.
"Eh-eh!" aku terkejut setelah tiba-tiba muncul hewan berbulu ungu yang ke luar dari dalam bajuku, lewat atas lagi. Aku jadi sepertinya habis menyembunyikan di situ. Astaga..
=•=•=•=•=•=•
"Eh! Eh! Apa ini?!" ucapku memecah keheningan kamarku. Tubuhku masih berbaring telentang di atas tempat tidur, dan di atas tubuhku ada.. Kemoceng?! Siapa yang melakukan ini?!
"Hahahahahahaha! Kakak lucu sekali! Hahaha.." seorang anak laki-laki yang lima tahun lebih muda dariku tertawa geli melihat reaksiku barusan. Wajahku merah padam karena kesal. Aku menggembungkan pipiku, turun dari tempat tidur dan berjalan ke arahnya.
"Dasar adik tidak ada akhlak! Mengganggu orang tidur saja! Kamu menghancurkan mimpi indahku!"
-Tamat-
--------------
Terima kasih sudah membaca cerpen Nino. Semoga terhibur ya. Yang ada di cover adalah husbu Nino, hehe.. Jangan lupa like dan komen nya ya! Arigatou~