Suasana di depan sekolah pada suatu siang sepulang sekolah. Terlihat banyak anak sekolah yang mampir ke warung membeli jajan. Di sana tampak salah seorang anak sekolah yang membeli beberapa kantung kacang dari sebuah warung. Namanya Joe, dia biasa di panggil Jojo oleh orang-orang disekitarnya.
Setelah membeli beberapa kantung kacang di warung ia segera pulang ke rumahnya. Setibanya di rumah, Jojo membuka sepatu dan kaus kakinya. Ia meletakannya begitu saja di belakang pintu rumahnya. Lalu ia segera pergi masuk ke kamarnya. Tak sengaja tindakan Jojo dilihat oleh ibunya.
Ibu : (Marah) "Jojo, sepatumu jangan diletakkan sembarangan. Kan, sudah ibu sediakan rak khusus untuk menyimpan sepatu."
Jojo : "Aku kan capek, Bu. Ugh.. hari ini rasanya gerah banget. Lagian, kan ada Bi Yuyun." (Ucap Jojo sambil menyeka keringat di keningnya)
Ibu : "Bi Yuyun lagi pulang kampung selama satu minggu. Loh, kenapa kamu malah menanyakan Bi Yuyun?"
Jojo : "Soalnya yang biasa beresin sepatuku itu kan, Bi Yuyun."
Ibu : (Kesal) "Untuk hal seperti ini, Ibu rasa kamu bisa mengerjakannya sendiri. Ya kan Joe..?"
Jojo : (Segera mengambil dan membereskan sepatu dan kaus kakinya yang berserakan) "Aaah.. Ibu."
Jojo segera masuk ke kamarnya. Suasana pun berganti, menjadi kamar Jojo. Di kamar, terdapat sebuah tempat tidur kecil, lemari pakaian, kipas angin, meja belajar, dan sebuah tempat sampah di pojok ruangan. Jojo yang belum mengganti baju seragamnya, langsung merebahkan diri di atas tempat tidurnya. Ia melemparkan tasnya ke samping bawah meja belajarnya. Lalu, ia menyalakan kipas angin.
Jojo : "Huh.., begini kan lebih enak.." (Menghela napas sambil membaca buku yang di ambilnya dari meja belajar)
Ia lanjut membuka bungkus kacang yang dibelinya tadi. Lalu, membuka kacangnya satu per satu dan melempar kulit-kulit kacang ke bawah tempat tidurnya begitu saja.
Malam hari pun tiba. Jojo tidak bisa tidur. Ia mendengar suara-suara aneh.
Ciiittt... cit... ciitt...
Jojo ketakutan. Tiba-tiba, keluar seekor tikus dari kolong tempat tidurnya. Jojo yang sedang ketakutan pun seketika terkejut. Ia paling takut pada tikus. Tak berselang lama, beberapa ekor tikus lainnya juga keluar dari kolong tempat tidurnya. Jojo mengambil sapu ijuk lalu mencoba mengusir tikus tikus itu.
Jojo : "Ukhhh..dasar mengganggu saja!" (memukul seekor tikus)
Kemudian beberapa tikus malah menghampiri Jojo.
Jojo : (Menjerit-jerit ketakutan) "I-Ibu, Ibu tolongin Jojo!"
Ibu : (Menghampiri dan membuka pintu kamar Jojo) "Ada apa Joe, kok kamu teriak-teriak?"
Jojo : (Wajahnya pucat) "Ibu, banyak si Jerry!"
Ibu : "Jerry, siapa itu Jerry?"
Jojo : "Maksud Jojo itu, banyak tikus kecil." (Seraya menunjuk ke bawah tempat tidurnya)
Ibu : "Di mana?" (Kebingungan)
Jojo : "Itu.. dibawah tempat tidur Jojo! Ibu, Jojo takut. Jojo tidak mau tidur di kamar Jojo."
Ibu : "Haduh.. Joe Joe kamu ini, ada-ada saja."
Ibu : "Ya sudah, malam ini kamu tidur bersama kakakmu saja."
Suasana pagi hari. Ibu masuk ke kamar Jojo. Ia kaget melihat sampah-sampah berserakan di bawah tempat tidur Jojo.
Ibu : "Jojoo... sini!" (Berteriak dan mukanya cemberut)
Jojo : "Ya ada apa, Bu?" (Jawab Jojo sambil memakai seragam sekolah)
Ibu : "Lihat!" (Menunjuk ke sampah yang berserakan) "Kamu jorok sekali. Pantas saja banyak tikus di kamarmu."
Jojo : "Habis bagaimana dong?" (Tertunduk malu)
Ibu : "Lho kok, malah tanya. Pokoknya mulai sekarang kamu harus menjaga kebersihan kamarmu. Kamu jangan membuang sampah sembarangan lagi. Kan, sudah ibu siapkan tempat sampah di kamarmu (Menunjuk ke tempat sampah). Apa perlu, ibu buatkan plang peringatan di sini?"
Jojo : "Ibu bisa saja. Jojo janji, ngga akan buang sampah sembarangan lagi. Jojo kapok sama serbuan si Jerry-Jerry nakal."
Ibu : (Tersenyum) "Ya sudah, sekarang kamu pergi berangkat ke sekolah. Pulang sekolah nanti, kamu harus membersihkan kamarmu."
Jojo : "Baik bu, Jojo pergi berangkat dulu bu.."
Ibu : "Iya, hati-hati nak."
Sejak saat itu, Jojo selalu menjaga kebersihan kamar nya.