Hari ini tepat diumurku yang ke 25. Aku memutuskan untuk mewujudkan salah satu impianku yang sangat konyol, menurut sebagian orang. Saat ini Aku sedang berada di south korea, Lebih tepatnya disebuah pusat perbelanjaan.
Aku berjalan menelusuri beberapa tempat, Tapi Aku tak tau ingin membeli apa. Entahlah tapi jiwa konyolku saat mengenal mereka kembali. Aku hanya ingin mencuci mata saja, Konyol bukan?! Aku benar-benar merasa bosan sekarang, Aku akan pulang saja tapi sebelum itu, Aku ingin membeli sesuatu sebagai kenang-kenangan.
Setelah Aku membeli barang yang Aku inginkan, Aku keluar dari pusat perbelanjaan itu dengan sangat bersemangat. Tanpa sengaja Aku hampir saja menubruk seorang Anak-anak yang berumur sekitar 4 tahun. Anak itu berhasil membuatku jatuh cinta dipandang pertama. Entahlah tapi menurutku dia sangat imut dan menggemaskan.
Aku langsung berjongkok menyamakan tinggi badanku dengan Anak itu. Aku menyapa Anak itu dengan sangat halus berharap akan dibalas. Namun Anak itu hanya memiringkan kepalanya yang membuatku ingin sekali mencubit pipinya, Tapi Aku tidak melakukannya karena Aku tak ingin membuatnya risih. Aku memutuskan untuk menanyakan dimana orang tuanya, Namun Anak itu hanya diam saja.
Tidak apa-apa, Hari ini Aku sangat senang, jadi Aku bisa membantunya untuk mencari dimana orang tuanya. Aku berjalan sambil memegang tangan Anak itu, dan menuntunnya untuk mencari dimana orang tuanya berada. Sudah hampir 30 menit kami berkeliling kebeberapa tempat, namun kami belum juga menemukan Orang tua dari Anak manis ini. Aku menjadi sedikit kelelahan, Bukan hanya Aku, Anak itu juga. Aku bertanya kepadanya sekali lagi, Kemana orang tuanya. Dan dia akhirnya menjawab kalau Orang tuanya sedang berada di Cafe lantai paling atas dari Pusat perbelanjaan ini.
Aku menjadi sedikit kaget, Aku langsung bertanya lagi Bagaimana Dia ini bisa turun sampai kesini? Dia mengatakan kalau Dia sudah terbiasa berkeliaran ditempat seperti ini. Aku menjadi sedikit kesal bagaimana bisa, ada orang tua yang membiarkan anak sekecil dirinya untuk berkeliaran ditempat yang ramai seperti ini?! Entahlah tapi Aku langsung mengajak Anak itu untuk pergi ke lantai atas. Saat sampai disana, Anak itu langsung berlari meninggalkanku, menuju beberapa Pria yang sedang bercanda tawa tak jauh dari tempat dimana Aku berdiri.
Aku langsung berjalan menuju tempat dimana ketujuh pria itu berada dengan maksud untuk sedikit mengoceh kepada Ayah dari Anak itu. Saat hampir sampai Aku langsung menghentikan langkahku, saat mengetahui ketujuh pria itu adalah Idolaku. Hatiku sangat sakit sekaligus bahagia. Aku ingin sekali berteriak sambil menangis. Terlihat Anak Manis itu memanggil salah satu dari mereka dengan sebutan 'Appa'
Haha, sangat sakit tapi Aku juga bahagia Karena akhirnya Biasku menjadi seorang ayah. Yeah, Dia adalah 'Min Yoongi.' Dia menjadi seorang Ayah sekarang. Bocah Manis yang membuatku jatuh cinta adalah putranya. Dan keenam pria yang sedang duduk disampingnya adalah member bangtan. Air mataku tak sengaja terjatuh.
Tanpa Aku sadari mereka melihat kearahku sedari tadi. Anak itu berjalan kearah ku dan menarik tanganku untuk memperkenalkanku pada Appa dan keenam Pamannya. Tiba-tiba ada satu bocah lagi yang berlari menuju kearah Park Jimin, Bias kesayanganku. Dia bahkan langsung naik kepangkuan Mochiku. 'Appa' Aku mendengarnya mengucapkan hal itu juga kepada Jimin. Aku benar-benar kehilangan semua semangat saat ini. Tapi, bukankah orang sebaik mereka pantas bahagia?!
Aku menjadi sangat Gugup sekaligus senang. Aku menyapa mereka sambil membungkukkan badanku. Mereka bahkan bertanya kepadaku bagaimana aku bisa menemukan Anak nakal mereka, Namun Aku hanya diam saja karena jika Aku menjawab Air mataku pasti akan jatuh. Aku memilih untuk menyalakan ponselku dan Aku menunjukkan Layar ponselku kepada mereka semua.
Aku langsung menangis dihadapan mereka dan mengatakan Aku sangat merindukan mereka. Aku juga terus saja berterima kasih kepada mereka karena sudah menghiburku dengan sepenuh hati. Mereka merasa sangat senang karena Aku adalah Army, penggemar mereka. Aku bahkan mengeluarkan Album mereka yang tadi kubeli sebagai kenang-kenangan. Aku meminta tanda tangan mereka semua, dan terakhir kami berswafoto bersama. Aku bahkan memeluk kedua Anak Manis itu beberapa kali dan mengatakan "Aku tau kalian akan menjadi Bintang. Dalam hati yang paling dalam Aku mengatakan "Aku harap Anak-anakku akan menjadi penggemar kalian."
Aku sesekali mencuri pandang kepada Jimin dan Yoongi. Hum Aku sangat lega, Akhirnya mereka bisa menjalani hidup mereka seperti yang mereka impikan. Memiliki sebuah keluarga kecil, menjadi seorang Ayah, dan selalu ramah kepada semua orang. Jujur hatiku sangat sakit tapi mau bagaimana lagi? Aku turut bahagia dengan pencapaian mereka. Lihatlah, Para bintang itu sekarang menjadi Ayah. Aku selalu berharap agar wanita-wanita yang berhasil mendapatkan hati mereka selalu bersedia berada disamping mereka sampai akhir nanti. Aku mengatakan kepada kedua anak itu kalau Ketujuh pria yang duduk disana adalah Bintang. Mereka berhasil mematahkan jutaan Hati. Tapi anak-anak itu hanya menatapku bingung. Aku lalu mengatakan Kalian akan paham suatu saat nanti.
Sebelum Aku pergi Aku sempat mengatakan suatu hal yang sangat-sangat konyol kepada mereka. Aku mengatakan jika Aku memiliki Tujuh orang putera, Bisakah Kalian meminjamkan Nama kalian kepada mereka? Mereka saling melempar pandang, Lalu mengangguk. Aku langsung membungkuk berterima kasih kepada mereka. Setelah itu, Aku langsung pergi dari situ dengan perasaan yang bercampur aduk bahkan Air mataku kembali terjatuh. Aku merasa sangat puas karena walaupun terlambat, Setidaknya Aku bisa bertemu dengan mereka dan mengatakan Terima kasih secara langsung kepada mereka.
Aku tau itu sangat panjang dan membosankan. Tapi Aku menulis ini dengan Air mata yang tak sengaja terjatuh. Aku selalu berdoa semoga Tuhan mengabulkannya.