Airdatama elfort seorang mafia yang apa adanya,sering sekali ia merepotkan anak buahnya dalam masalah.Berpenampilan apa adanya membuatnya tidak nampak seperti seorang mafia.
Tumbuh pada keluarga mafia menjadikannya orang yang harus keras dan dingin,namun hal itu tak terjadi karena hormon sang ibu yang menurun terlalu banyak,sang ibu yang tak membiarkan putranya menjadi anggota mafia sedangkan sang ayah yang ingin putranya menjadi mafia yang kejam sepertinya.
Disuatu ketika Airdatama yang di temukan seorang gadis yang tegas dan cuek serta sedikit brandalan membuat Air(Eir kalau dibaca bahasa inggirs) campur aduk dalam perasaanya.
Di sini lah Air berada dipangkuan sang bunda yang menyangginya.
"Bunda".panggil Air kepada sang bunda yang mengusap kepalanya sambil berdehem.
"Bunda tahu enggak Air tadi ketemu gadis aneh tapi lucu hihihi,dan penampilannya kayak preman klompleks,dan anehnya lagi Air merasa ada sesuatu pada Air kepada gadis itu,apakah Air suka kepadanya bun?".ujar Air menatap bundanya dalam.
"Benarkah?,terus Air enggak apa kan?".tanya bunda Air ada rasa khawatir.
"Enggak apa bun,tadi juga ada paman Johm,ouh iya bun apa Air menyukai gadis itu?".ujar Air menjelaskan kondisi.
"Hhhh,syukurlah lain kali Air hati-hati iya,emangnya Air suka gadis itu?,kalau Air suka bunda lamarkan".ujar bunda Air pada putranya.
"Iya bun,tapi Air kurang tahu itu suka apa tidak,karena Air enggak tahu tentang hal itu" ujar Air patuh pada bundanya dan memikirkan perasaanya.
"Lho Air,Air enggak latihan".ujar sang ayah yang baru saja sampai rumah.
"Enggak ah,yah Air malas".ujar Air yang menenggelamkan wajahnya ke pangkuan bundanya.
"Lho kok malas si Air?".ujar sang ayah pada putranya.
"Iya,yah masa latihan itu-itu mulu,dan lagian Air enggak bisa yah".ujar Air.
"Tapi nanti Air enggak bisa jaga diri baik lho,sama jaga keluarga air nanti juga nerusin pekerjaan ayah siapa Air?".ujar sang ayah.
"Kan yang penting Air udah mau ngambil atau nerusin pekerjaan ayah jualan bakso bom".ujar Air pada ayahnya.
"Tapi Air".ujar ayah Air yang ingin membujuk putranya.
"Hmph!".Bunda Air yang tidak terima jika sang putra berlatih keras terutama masuk dunia bawah.
Cukup ayahnya saja jangan anaknya:).
"Ah,enggak kok,enggak kok,kalau Air ingin istrirahat,istrirahat saja".ucap sang ayah gugup.
"Air mau kekamar dulu bun".ujar Air bangkit dari pangkuan bundanya.
Air menuju kamarnya dan menutupnya dari dalam.
Melihat sang putra berada dikamarnya ayah Air menghampiri istrinya dan meminta maaf pada istrinya.
"Bunda...bunda jangan marah iya,ayah cuma mau Air menjadi anak yang tangguh bun".ujar ayah Air membujuk istrinya yang tak ingin bicara dengannya.
"Hmph,ayah ingin terbaik untuk Air?".tanya sang bunda menatap suaminya.
"I-iya".ujar ayah Air gagap.
"Kalau ayah ingin terbaik untuk Air,seharusnya ayah tahu apa yang di inginkan Air yah,kan masih ada cara lain agar Air menjadi pria tangguh".ujar sang bunda.
"I-iya bunda ayah paham,yaudah ayo kita keatas bunda".ujar sang ayah tak ingin menjadi panjang.
"Hhhh".Air yang merebahkan tubuh dikasur.
"Air tak ingin bekerja seperti itu".ujar Air menutup wajahnya menggunakan lengan.
Pukul 19.00
Air turun kebawah untuk makan malam.
"Ayo Air".ujar sang ayah yang duduk.
"Iya,yah".ujar Air dengan muka bantalnya.
Makan malam dimakan penuh nikmat ditengah makan malam keluarga itu membahas tentang pertemuan dengan gadis yang ditemui Air yang menurutnya lucu.
"Jadi Air suka sama gadis itu?".tanya sang ayah.
"Air kurang tahu yah,tapi gadis itu lucu,menurut Air".ujar Air sembari tersenyum.
Mendengar hal itu sang bunda hanya tersenyum mendengarkan penuturan putranya.Putra yang ia besarkan sekarang bisa merasakan apa yang pernah ia alami.
Mereka melanjutkan makan hingga selesai.
"Yaudah kalau Air,suka besok kita lamar saja,dari pada diambil orang".ujar sang ayah disertai tawa renyahnya.
"Air benar suka sama gadis itu".tanya bunda.
"Kurang tahu bunda".ujar Air.
"Yaudah,cobak Air tanya sama hati Air suka sama gadis itu atau tidak?".tanya sang bunda memberikan saran.
"Ok,bunda".ujar Air yang mulai memejam matanya bertanya pada hatinya,bukannya mendapatkan jawaban Air,malah teringat kejadian tadi membuatnya tersenyum,yang membuat ayah dan bundanya bingung dengan putranya.
"Apa yang terjadi,mengapa dia seperti itu?".ujar sang ayah bertanya-tanya.
"Apakah dia memang sedang jatuh cinta?".ujar ayahnya kembali.
"Entahlah,jika memang itu benar,itu bagus untuknya karena putra yang aku besarkan sudah dewasa".ujar bunda Air.
"Hm,benar juga bunda".ujar sang ayah menyetujui bunda Air.
***
Makan malam telah usai kini Air berpamitan pada bunda dan ayahnya.
"Air masuk kamar dulu bunda,ayah".ujar Air berpamitan pergi kekamar.
"Iya Air".ujar ayah bunda Air bersamaan.
Air menuju kekamarnya dan merebahkan tubuh ke tempat tidurnya,lama ia berpikir Air memejamkan mata,dan tertidur pulas.
Disisi lain.
"Johm apa yang dikatakan Air memang benar,bukan meragukan perkataan Air,hanya memastikannya".ujar ayah Air yang bertanya pada salah satu orang kepercayaannya,ditambah penyusunan kata yang tepat agar istrinya tidak salah paham jika ia tidak mempercayai putranya.
"Be-benar".ujar Johm gugup.
"Lalu bagaimana selanjutnya Johm?".tanya ayah Air.
"Seperti tuan Air katakan tadi tuan".ujar Johm sopan.
"Ah,baiklah,ouh iya temukan rumah gadis itu,besok pagi kita akan kesana".ujar ayah Air .
"Ba-baik tuan".ujar Johm gagap.
***
***
Cuit Cuit...
Pagi hari telah tiba Air bangun dengan wajah khas orang bangun tidur.
"Air bangun ayo sarapan".ujar sang bunda dari balik pintu.
"Huh?,iya bunda".jawab Air.
Air mengangkat alisnya bingung pasalnya pukul 06.00 pagi hari,yang seharusnya sarapan dimulai 07.00 lalu kenapa harus jam 06.00.
Tanpa berpikir panjang Air bergegas mengambil pakaian dilemari dan mandi.Ia akan tanyakan pada bundanya nanti.
Selesai mandi Air menuju ruang makan yang sudah tertata rapi.Air tambah bingung ketika ayah bundanya berpakaian rapi.
"Mau kemana".batin Air.
"Ayo Air".ajak sang bunda.
"Iya bun".ujar Air.
Sarapan sudah dimulai beberapa menit lalu.
Setelah selesai makan,Air memberanikan diri untuk bertanya tentang situasi yang ada.
"Air lupa?,kita kan mau pergi ke tempat gadis itu".ujar bunda Air mengingatkan.
"Ouh iya air lupa".ujar Air.
"Udah selesai?".tanya ayah Air.
"Kalau sudah ayo".ajak ayah Air.
"Udah".ucap anak ibu itu bersamaan.
Keluarga itu menuju tempat gadis itu tinggal disana sudah ada Johm yang mengawasi keadaan sekitarnya.
Menempuh waktu tak lama akhirnya keluarga itu sampai.
"Johm".ucap ayah Air yang bertanya pada orang kepercayaannya.
"Di sebelah sana".tunjuk Johm pada sebuah rumah sederhana.
"Baiklah Johm terimakasih".ucap ayah Air.
"Terimakasih paman".ujar Air.
"Iya tuan muda".kata Johm.
"Tolong jaga situasi Johm".ujar ayah Air,yang mendapat cubitan dari istrinya.
"Auch sakit".ujar ayah Air.
"Diamlah dan jangan terlalu banyak memerintah".ujar bunda,yang tak tega ketika mata panda itu ada di Johm.
"Ba-baik".ujar ayah Air mengusap bekas cubitan.
Air menatap kedua orang tuanya bingung.
"Ada apa sayang,kenapa lama?".seorang pria keluar di ikuti seorang gadis.
"Tidak tahu tadi-".perkataan perempuan itu terpotong tatkala mendengar perkataan putrinya.
"Eh,lo lagi ,lo lagi bisa enggak si,enggak gangguin hidup gue".ucap gadis itu ketus melihat Air.
Mendengar putrinya mengatakan hal seperti itu tentu membuat ayah dan ibunya terkejut ditambah bingung.
"Siapa Zayn?".tanya ibu itu pada putrinya.
"Itu mah pria nyebelin yang Ayn ceritain tadi malam ma".ujar sang putri menjelaskan dan melirik sinis pada Air.
"Ouh...silahkan masuk,kalau begitu".ujar ibu itu mempersilahkan masuk.
"Lho ma kok disuruh masuk sih?".tanya Ayn pada ibunya.
"Iya,Ayn kan mereka tamu jadi harus dijamu dengan baik".ujar ibunya mengusap putrinya lembut.
"Ah,mama".ujar Ayn yang menghentakan kakinya dilantai menambah kesan lucu pada Air.
"Ayo silahkan masuk".ujar ibu Ayn.
"Iya,terimakasih".ujar bunda Air.
Keluarga Air masuk kedalam rumah sederhana itu,Air melihat interior rumah itu yang menurutnya simple.
"Ayo silahkan duduk".ucap ibu Ayn.
"Terimakasih".ujar bunda Air.
Keluarga itu duduk di sofa merah itu.
Sendangkan tuan rumah menyiapkan minuman dan cemilan seadanya.
"Maaf hanya sebatas ini,mohon diterima".ujar bunda Ayn tulus.
"Tidak apa,ini sudah lebih dari cukup,terimakasih".ujar bunda Air,yang membuat keluarga Ayn takjub.
"Ouh iya,ehmmm maaf ada apa kalian datang kesini?,apa anak saya membuat masalah lagi?".ucap ibu Ayn.Yang ditanggapi senyuman dari ayah dan bunda Air.
"Ehmmm begini,sebelumnya mohon maaf karena terlalu mendadak bun".ujar bunda Air ingin menjelaskan,namun tertunda karena suaminya yang meminta ijin keluar mengangkat telepon.
"Jadi sebenarnya saya,suami saya dan Air ingin melamar putri anda".ujar bunda Air membuat keluarga Ayn terkejut terlebih lagi Ayn.
Byuurrr...
"Uhuk,uhuk".batuk ayah ayn yang tersedak remahan biskuit,sedangkan Ayn yang mengelam bibirnya basah karena menyemburkan air dari mulutnya mendengar perkataan bunda Air.
"Eh,tidak apa-apa?".tanya bunda Air khawatir mendengar hal itu.
"Ah,tidak apa-apa,tidak apa-apa".ucap ibu Ayn khawatir dan mengambilkan air untuk suaminya.
"Hhh,leganya...".ujar ayah Ayn yang sudah membaik.
"Hhh,enggak apa kan?".tanya istrinya
"Hum,tidak apa-apa".ujar suaminya.
Sedangkan Ayn masih terkejut dengan perkataan bunda Air dan tak percaya.
Bayangkan baru juga sehari ketemu udah dilamar aja:).
"Kamu tidak apa kan?".tanya bunda Air pada Ayn.
"Ah,iya tidak apa-apa".ucap Ayn masih terkejutnya.
"Benarkah?".tanya bunda Air kembali.
"Iya".ujar Ayn.
"Hhhh,syukurlah".bunda Air yang merasa lega.
"Ehmmm,untuk hal ini kami serahkan pada Ayn saja bu".ujar ayah Ayn,memecah keheningan yang tiba-tiba melanda.
"Hah?,kok Ayn?".ujar Ayn terkejut dengan perkataan ayahnya yang melontarkan hal ini padanya.
"Iya,kan Ayn yang mau menolak atau terima,itu ada dikeputusan Ayn".ujar sang bunda yang seperti ayahnya.Tapi ada benarnya juga kan?.
"Ehmmm,aduh,gimana iya".ujar Ayn yang tak bisa mengungkapkan sejujurnya,karena Ayn tak ingin membuat wanita itu kecewa jika menolak namun disisi lain ia ingin mengungkapkan yang sebenarnya kalau ia menolak,karena baru kemarin bertemu sudah dilamar.
"Tidak apa-apa nak Ayn kalau masih belum bisa jawab dan siap".ujar bunda Air tulus dan tenang.
Sedangkan Air menatap Ayn dengan lembut dan dalam seperti ibunya membuatnya,salah tingkah.
"Ah,iya bu,terimakasih".ujar Ayn kikuk.
Ayah dan ibu Ayn yang melihat putrinya kikuk hanya tersenyum manis,karena sang putri yang bertingkah seperti itu beda dengan sebelumnya.
"Ehmmm baiklah,kalau begitu saya permisi dahulu,tidak enak kalau lama-lama".ujar bunda Air yang membuat suasana menghangat.
"Ah,iya terimakasih sempat mau berkunjung".ujar ibu Ayn.
"Ayo Air kita pulang".ujar sang bunda.
"Baik bun".ujar.Air pada bundanya seperti biasanya.
"Mari saya antar".ujar ibu Ayn menggantar tamu kedepan pintu.
"Terimakasih".ujar bunda Air dan mendapatkan balasannya.
Ayn masih duduk termenung memikirkan hal yang baru saja terjadi kepadanya entah mengapa tatapan mata ibu dan anak itu teduh dan membuatnya nyaman,hingga terpaku.
"Hei Ayn,ayo".ajak sang ayah pada outrinya yang melamun.
"Ah,iya yah".ujar Ayn yang segera bangkit berdiri.
Keluarga Ayn menggantar bunda Air dan putranya keluar.
"Terimakasih jaga diri baik-baik".ujar ibu Ayn.
"Iya terimakasih kembali,kalian juga jaga diri baik-baik".ujarnya ramah membuat orang tersentuh.
"Ayo Air,berpamitan".ujar bunda Air pada putranya,yang hanya berdiam diri saja menatap Ayn yang membuat gadis itu salah tingkah,serta tidak mengucapkan kata sepatah kata pun.
"Bye bibi,paman,gadis manis dan sedikit galak,semoga bisa bertemu kembali dan jaga diri kalian baik-baik".ujar Air berpamitan,namun kata-kata Air terdapat unsur yang dapat membangunkan singa seseorang.
"Hei lo,bilang apa?".ujar Ayn tak terima dikatakan galak.
"Apa?".tanya Air tanpa ada salah.
"Lo bilang gue galak,hei tahu kagak gue itu bukan galak cuma teges".jelas Ayn tak terima dikatakan galak.Ayn maju kedepan menghampiri Air yang sedang menatapnya.
"Teges sama galak beda tipis lagian kan,lebih condong ke galak".ujar Air santai dan jujur.
"Air,enggak boleh begitu,ayo minta maaf".ujar bunda Air lembut.
"Bund,tapi kan Air bilang jujur".ujar Air menggemaskan.
"Air".ujar bunda lembut.
"Iya bener sih ngomong jujur".ujar ayah Ayn dengan suara kecil.
"Iya bener".ibu Ayn mengganguk setuju.
"Dia kan memang galak,dari pada tegas".ujar Air kembali,membuat suasana panas.
"Hei apa lo bilang?,gue itu teges bukan galak kamu tahu itu!".ucap Ayn yang sudah marah.
"Enggak kamu itu galak!".ujar Air.
Kedua belah pihak keluarga menatap anaknya dalam diam.
"Hei dengarkan aku,aku bukan galak,tapi tegas ingat itu!".ujar Ayn tepat di depan Air dan menunjuknya.
"Tidak peduli wle".Air yang mengejeknya dan membuat gadis itu menjadi marah
"Hih!,kamu".Ayn yang semakin mendekat ke Air tanpa sengaja ia menginjak renda sendal rumahnya membuatnya terjatuh.Dan membuat orang khawatir.
Bruk...
Suara tubuh yang terjatuh dan mengenai aspal.
"Aduh sakit".pekik Ayn walau tidak sesakit.
"Eh kok,enggak sakit banget iya?,dan apa ini?".ujar Ayn yang merasa mengganjal dan merasakan ada sesuatu.
Ayn merasa detak jantungnya berdegup kencang membuatnya seperti sesak.Ditambah aroma lavender,mawar,sitrus serta ditambah aroma maskulin yang ia hirup dari hidungnya.
Membuatnya merasa aneh tapi nyaman.
"Yah,buset sejak kapan aspal bau ini,dan lagian ini enggak sakit banget kalau kebentur aspal bukannya sakit iya ini kok kagak,malah kayak jatuh di...".Ayn yang berpikir pada pemikirannya.
"Auch,bunda Air sakit".ucap Air yang jatuh ke aspal.
"Air!".ucap bundanya berteriak.
"Eh,etdah Zayn sama siapa tuh?".ujar teman Ayn baru sampai.
"Eh,buset tubunya ternyata".pekik Ayn dalam hatinya dan mengangkat wajahnya,betapa terkejutnya Ayn melihat posisinya,ditambah keningnya tak sengaja menyentuh salah satu aset Air."Auch sakit".pekik Air merasa kesakitan.
Mendengar hal itu Ayn bergegas berdiri dari posisinya.
"Auch sakit".pekik Air merasa kesakitan.
"Ma-maaf aku tidak sengaja".ujar Ayn meminta maaf dengan gugup.
"Eh,buset ternyata yang nyetuh kening gue,bibir dia?,astaga".ujar Ayn dalam hatinya setelah sadar.
"Air enggak apa?".tanya bunda Air.
"Hum,tidak apa bun,cumak sakit sedikit bun".ucap Air dalam pelukan bundanya.
"Hhhh syukurlah".ujar bunda Air mengucap syukur.
"Nak kamu tidak apa?".tanya bunda Air pada Ayn.
"Ti-tidak apa-apa tan".ujar Ayn gugup.
"Hhhh,syukur kalau begitu".ujar bunda Air kembali mengucap syukur.
"Eih,ada apa ini?".tanya ayah Air baru kembali.
"Ini yah Air sama gadis itu jatuh berdua dan Air enggak sengaja nyium kening gadis itu".ujar bunda Air membuat suaminya terkejut.
"Air,enggak apa?".tanya sang ayah.
"Hum,enggak apa yah".ujar Air yang bangkit berdiri bersama bundanya.
"Syukurlah".ujar sang ayah melakukan hal yang sama.
"Nak kamu tidak apa?" tanya ayah Air pada Ayn.
"Tidak apa om".ujar Ayn.
Ayah Air terlihat mengelus dadanya dan mengucap syukur takut terjadi apa-apa.
"Mohon maaf atas kejadian ini,nanti saya pastikan Air akan bertanggung jawab".ujar ayah Air dengan tegas membuat orang disekelilingnya bingung kecuali istrinya.
"Iya,nanti putra saya akan menikahi putri anda sebagai tanggung jawab".ujar bunda air membuat keluarga serta teman Ayn terkejut.
"Mimpi semalam apa aku bisa-bisa seperti ini".gumam ayah Ayn.
"Buset dah,enggak gitu juga kan tanggung jawab".ujar ibu Ayn bermonolog.
Ayah dan ibu Ayn saling menatap begitu pula dengan temannya yang saling menatap satu sama lain melihat dan mendengar kejadian itu.Berbeda dengan Ayn yang terlihat terkejut dan masih terdiam dengan mulut mengganga.
"Aduh enggak usah begitu juga pak bertanggung jawabnya pak".ujar ayah Ayn.
"Be-benar pak enggak usah begitu bertanggung jawabnya pak".ujar ibu Ayn mendukung suaminya.
"Tidak apa-apa pak,Air akan bertanggung jawab".ujar ayah Air.
"Iya,pak,buk Air akan bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa putri bapak,dan mungkin pernikahan akan diadakan dalam seminggu ini".ujar Bunda Air melanjutkan perkataan suaminya.
Semua keluarga Ayn dan temannya terkejut bahwa putri dan temannya akan menikah dalam waktu dekat.
"Jika bapak,ibu dan putri bapak tidak setuju dalam waktu seminggu kami akan mempercepat tanggalnya pak."ujar ayah Air membuat keterkejutan lagi.
"Ah,tidak perlu pak,sungguh tidak perlu mengadakan pernikahan ataupun pernikahan".ujar ayah Ayn menolak.
"Iya pak,lagian juga tidak sengaja pak".ujar ibu Ayn.
"Tidak apa-apa pak,saya ingin putra saya bisa bertanggung jawab".ujar ayah Air.
Air masih diam membeku mencerna kata-kata yang terlontar.
"Air apa Air mau bertanggung jawab?".tanya ayah Air lembut pada putranya.
"Hum,Air harus bertanggung jawab itu yang diajarkan ke Air".ujar Air patuh.
Mendengar itu bagai petir disiang bolong betapa terkejutnya keluarga dan teman Ayn mendengar perkataan Air yang keluar terutama Ayn yang terkejut.
"Buset gue mau nikah ama dia ogah amat".ujar Ayn dalam benaknya menatap Air yang memandang keluarganya.
Namun rasa kesal itu hilang melihat bibir Air yang terluka karenanya,yang tak sengaja terbentur dengan keningnya.
"Aduh kasian juga dia".gumam Ayn.
Melihat arah pandang Ayn temanya tahu akan hal yang dipikirkan temannya,karena Ayn memandang bibir Air dengan wajah bersalahnya.
"Sepertinya itu sakit".ujar teman Ayn mengundang perhatian temannya.
"Apa?" tanya temannya.
"Itu bibirnya".ujar teman Ayn menunjuk bibir Air yang terluka.Yang disetujui oleh temannya bahwa mungkin itu sakit.
"Kalau begitu kami permisi dahulu,untuk menyiapkan semuanya".ujar ayah Air berpamitan pergi pada yang lainnya dan membawa istri dan anaknya pergi.
"Bye paman,bibi".ujar Air sopan mencium tangan kedua orang itu lembut.Membuat kedua orang itu terpatung akan kesopanan yang diberikan.
"Ah,iya nak hati-hati".ujar ayah Ayn.
"Iya nak,hati-hati".ujar ibu Ayn mengusap tangannya.
Air dan keluarganya memasuki mobil dan meninggalkan perkarangan itu.
"Yeah,gila masak cium kening suruh tanggung jawab?".ujar ayah Ayn setelah mobil keluarga Air pergi.
"Ha a,tapi tanggung jawabnya gede".ujar ibu Ayn menyetujui,dan memuji keluarga Air.
"Ha a,padahal enggak sengaja".ujar temannya.
Ayn masih terdiam membeku.
"Ayn mau masuk dulu".ujar Ayn lesuh.
Ayn melangkahkan kaki beratnya menuju kamar.
Melihat putrinya yang lesuh ayah dan ibunya tidak tega,baru pertama kali Ayn seperti itu dan juga melunak didepan orang biasanya Ayn akan melunak dengan orang yang sudah lama kenal namun bereda dengan hal ini,kata anak gaul hanya beberapa kali ia lontarkan tidak sepenuhnya.Walau penampilan Ayn seperti preman kompleks tapi Ayn akan sopan kepada orang yang lebih tua darinya.Dan terlebih lagi tatapan Ayn pada Air dan ibunya membuatnya bertingkah tak biasanya.
"Mungkin anak itu tepat untuk Ayn".ujar ayahnya tiba-tiba.
"Aku rasa begitu".ujar ibunya.
Ayn menutup wajahnya menggunakan bantal.Entah mengapa ia merasa sedih tapi ia tidak tahu apa itu.
Hari-hari berlalu dan disinilah Ayn berada yaitu dirumah barunya.
Sebuah tangan besar melingkar dipinggangnya.Dan aroma penenang yang diberikannya,sudah 5 hari yang lalu Ayn resmi menikah dengan Air yang tak sengaja mencium di keningnya.Beberapa kali ia dan keluarga menolak pernikahan itu karena menurutnya tak masalah namun keluarga Air tetap ingin Air menikah dengan Ayn,entah mengapa setelah itu Ayn tidak menolaknya kembali bahkan Ayn menerimanya.
Ayn melengguh untuk mengumpulkan kesadaran,ketika hendak berdiri Ayn,merasakan tangan itu menariknya dan memeluknya dalam.
Ayn meremang ketika merasakan nafas Air menyetuh lehernya.Ditambah kumis tipis yang muncul.
Ayn pasrah terhadap keadaannya hingga pelukan itu terlepas.
Ayn membalikan tubuhnya menghadap Air yang memejam.Tangan Ayn menyusuri lekuk wajah suaminya 'Tampan'ujarnya dalam hati.
Setelah puas menyusuri wajah Air,Ayn bergegas turun dan mandi serta segera membantu bunda.
"Hhhh segarnya".Ayn yang merasa segar kembali ia mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.
"Nah sudah".Ayn meletakan handuk yang ia pakai ke tempatnya dan menuju dapur.
"Pagi bunda".ujar Ayn menyapa.
"Pagi nak".ujar bunda balik menyapa.
"Dimana Air apa dia masih tidur?".kata bunda pada Ayn.
"Iya bun".jawab Ayn.
"Ouh,mungkin dia lelah".ujar bunda Air membuat Ayn heran.
"Lelah?".pikir Ayn pada benaknya.
"Maksud bunda gimana bun?".tanya Ayn pada mertuanya.
"Mungkin saja dia lelah".ujar bunda Air.
"Iya bun,tadi malam dia pulang malam".ujar Ayn.Mengingat kejadian malam tadi
"Bun,ada yang bisa saya bantu?".ujar Ayn memotong sayuran.
"Tidak usah Ayn,bunda bisa kok".ujar bunda Air menolak,melihat wajah ke kecawaan Ayn mertuanya pun merasa tak tega,dan meminta Ayn untuk membersihkan sayuran yang akan dimasak serta memotong beberapa sayuran dan menggoreng telur untuk Air.
"Bunda benar tidak ada yang bisa Ayn bantu?".ujar Ayn bertanya.
"Tidak perlu Ayn,lebih baik Ayn bangunkan Air untuk sarapan".ujar bunda Air.
Ayn mengganguk patuh dan melangkahkan kakinya malas ke kamarnya.
Tanpa mengetuk pintu Ayn langsung membuka pintunya.
Bunda Air yang melihat hal itu menghela nafasnya.'Agaknya Ayn dan Air sedang marah?'tanya nya dalam hati.
Ayn mencari suaminya ke penjuru kamar namun ia tak menemukannya.Hingga suatu saat pintu kamar mandi terbuka membuatnya terkejut.Bagaimana tidak Air hanya memakai handuk di pinggang.
Mata Ayn tak berkedip melihatnya nafasnya tiba-tiba sesak.
"Ayn kau mencariku?".tanya Air bertanya.
"Ayn?".panggil Air yang tak dijawab,Air mulai bertanya kembali namun hal sama terjadi tak ada sahutan.Air berjalan kearah Ayn yang masih terdiam.
"Bagaimana bisa dia punya tubuh atletis?".tanya Ayn bermonolog.
"Ayn".Air menjentikan jari didepannya.Membuat Ayn tersadar.
"Aaa...mataku!" jeritnya dalam hati Ayn dengan cepat menutup matanya.
"Ayn?".tanya Air.
"Pakai bajumu!".ucap Ayn tegas.
"Baju?,ah iya bentar".ujar Air yang tak sadar menggunakan pakaian,Air berjalan menjauh dari Ayn dan mengambil pakaian dilemari dan segera mengenakannya.
"Sudah Ayn".ujarnya.
"Hhh,lain kali pakai pakaian setelah mandi".ujar Ayn memberitahu.
"Iya,aku minta maaf tadi aku lupa".ujar Air menunduk.
"Ya sudah ayo kita makan".ujar Ayn mengakhiri keributan.
"Iya,sekali lagi Air minta maaf".ujar Air dengan murung.
"Iya".ujar Ayn.
Ayn,Air bergegas ke ruang makan,sarapan pagi dimulai dengan tenang.
"Air pergi dulu bunda".ujar Air mencium tangan bunda.
"Iya,hati-hati Air".ujar bunda.
"Iya bunda".ujar Air.
Hendak melangkahkan kaki Air terhenti ketika ada yang memanggilnya.
"Air tunggu,hhh,huft".Ayn yang berlari menghampiri Air dengan tas bekal di tangannya.
"Ini".Ayn memberikan bekal.Air tampak bingung dengan apa yang Ayn berikan padanya.
Air berjalan mendekat membuat Ayn gugup.
Melihat bekal yang ada di dalam tas,Air tersenyum manis membuat Ayn diabetes.
"Terimakasih Ayn".ujar Air tersenyum.
Cup.
Air mengecup kening istrinya penuh sayang.Ayn terkejut dan merasakan hal aneh yang menjalar pada tubuhnya,namun ia merasakan ke hangatan yang disalurkan Air.
Setelah mengecup Air mengusap rambut Ayn kecil.
"Hati-hati".ujar Air.
"Iya".ujar Ayn.
Air berjalan menuju mobil,dan mengendarai ke suatu tempat.
Didalam rumah.
"Ayn jadi pergi?".tanya bunda Air.
"Iya bun,teman Ayn ingin bertemu dengan Ayn".ujar Ayn.
"Ya sudah tapi,hati-hati iya".ujar bunda Air.
"Iya bun,kalau begitu Ayn siap-siap dulu".ujar Ayn.
Setelah mendapat respon dari bunda,Ayn segera mempersiapkan diri.
"Ayn pergi dulu bun".ujar Ayn yang baru saja mempersiapkan diri.
"Iya hati-hati Ayn".ujar bunda,mengusap surai Ayn.
"Iya bun".ujar Ayn."Bunda hati-hati iya".ujar Ayn kembali.
"Iya nak".kata bunda.
Ayn berjalan menuju mobil setelah berpamitan.Dan melajukan mobil kearah pertemuan.
30 menit berlalu Ayn sudah sampai pada tujuan.Ayn berbicara tentang masalalu mereka,dan membicarakan suaminya.
"Aduh udah sore,aku pergi dulu iya".ujar Ayn.
"Iya,Zayn hati-hati".ujar teman Ayn berpamitan.
Nama Zayn sering dipanggil=Ayn.Orang terdekat Zayn sering memanggilnya Ayn.
Ayn melangkahkan kakinya menuju mobil yang akan menggantarkannya ke rumah.
***
Hari-hari terlewati bersama sang suami membuat Ayn nyaman,apa lagi perlakuan lembut Air dan keluarganya padanya.Hari ini Ayn bersama maid pergi ke pasar untuk membeli keperluan rumah.
Namun saat dipertengahan jalan Ayn dibawa oleh seseorang yang misterius.Dan disinilah Ayn berada,disebuah gudang tak terpakai.
Wajah Ayn penuh luka,bibir yang luka dan penampilan sedikit berantakan.
"Eugh,kepala ku pusing".Ayn yang tersadar dari pingsannya dan memegangi kepalanya pusing.
"Auch,aku dimana?".ujar Ayn melihat kesekelilingnya."Auch,benar aku masih di gudang".ujar Ayn tersenyum kecut.
Disisi lain.
"Tuan maafkan kami,yang tidak bisa menjaga nyonya muda".ujar maid meminta maaf karena,tidak bisa menjaga Ayn.
Keluarga Air terpukul mengetahui Ayn yang menghilang tanpa jejak.
Hanya ada beberapa informasi.
Tiba-tiba ada panggilan masuk dan berasal dari penculik yang menculik Ayn,dimana mereka harus datang ke gudang xxx hanya 5 orang dan juga membawa uang tebusan dan memberikan sesuatu yang mereka mau.
Mendengar hal itu keluarga Air terdiam sementara.
"Jangan macam-macam jika tidak menantu kesayangann kalian ini akan terluka!".ujar penculik Ayn.
"Bagaiman ini?".ujar Bunda Air cemas.
Hanya ada keheningan lagi,hingga suara bariton seseorang memecah suasana itu.
"Begini saja,bagaimana jika kita...".ujar seseorang itu memberikan saran.
"Tapi jika kita berbuat macam-macam Ayn akan dalam bahaya".ujar bunda Air tidak terima.
"Tenang saja bunda,kakak yakin ini bisa,dan Air tidak akan membiarkan Zayn kenapa-napa bun".ujar seorang pria yang ternyata kakak Air.
"Iya bunda percaya pada kami,kakak dan aku tidak akan tinggal diam melihat hal ini bun,jadi percaya pada kami iya?".ujar kakak Air lainnya.
"Iya,bun kita juga nggak akan kenapa-kenapa".ujar kakak Air satunya.
"Hhhh,baiklah tapi jika terjadi sesuatu kan ku keluarkan kalian dari kk".ujar bunda Air mengancam.
Glek.
Kata-kata yang amat menyakitkan keluar dari ibu Air.Mata saling bersi tatap kakak Air takut mendengar hal itu,dianggap bukan anak sudah menykitkan apa lagi di keluarkan dari kk.
"Iya bun kami akan hati-hati,kalau begitu kakak berangkat dulu bun".ujar kakak Air gagap.
"Aku juga bun".ujar kedua kakak Air berpamitan.
"Jangan lupa uang tebusannya,jika cara kalian gagal!".ujar bunda Air mengingatkan.
"Iya bun".ujar kakak-kakak Air bersamaan.
Tring...
"Halo Air?".ujar seseorang dari sebrang telepon.
"Iya,kak?".tanya Air yang fokus mengemudi.
"Ayn,ada di gudang xxx,jadi caranya kita dan kamu akan...".ujar kakak Air menjelaskan rencana dan memberitahu keberadaan Ayn.
"Ok,kak".ujar Air setelah mengerti.Air menambah kecepatan mobil dan menuju Ayn berada.
Tiba di sebuah gudang Air,memakirkan mobilnya di depan gudang.Keluar dengan sebuah tas dan gaya santainya walau dalam lubuk cemas:).
"Ouh sudah datang rupanya".ujar seorang pria yang santai melihat Air dari atas.
"Keluarkan dia sekarang".ujar orang tadi pada anak buahnya.
Tak lama kemudian anak buah itu membawa Ayn dengan kondisi kurang baik.
Melihat hal itu Air merasa sedih dan marah karena tidak bisa menjaga Ayn dengan baik.Ia menyembunyikan kesedihannya dari sikapnya yang dingin membuat Ayn tak bisa melihat diri Air yang biasanya.
"Jangan sakiti dia!".ujar Air dingin.
"Ouh...berani juga kau ha?".ujar orang tadi yang masih bersikap sama.
"Aku sudah membawanya,lepaskan dia!".ujar Air dengan emosi marah keatas.
"Air".ujar Ayn pelan melihat sikap suaminya.
"Aku tidak membutuhkan itu!,aku hanya membutuhkan mu!".ujar pria itu ber smirk.
Mendengar hal itu tentu Ayn bingung.Ia mencoba tuk berpikir keras namun otaknya tak bisa bekerja sama.
"Kau bilang,kau ingin uang,ini uang yang kau mau tadi kan?".ujar Air marah tidak terima dipermainkan.
"Apa maksudmu,mengapa kau mengiginkan Air?,jika kau ingin membunuh,bunuh saja aku!".ujar Ayn pada pria dihadapannya.
"Aku tidak ingin menginginkannya,aku hanya dia".ujar pria itu menatap Air dari atas.Kemudian memberi kode untuk mengepung Air.
"Air!".teriak Ayn dari atas.
"Ayn".ujar Air pelan.
"Habisi dia!".ujar pria tadi memerintah.
"Air!".teriak Ayn dari atas melihat suaminya terkepung dan diserang banyak orang.
Dor
Dor
Dor
Baku tembak terjadi digudang itu,membuat Ayn tak kuasa untuk melihat.
Dor
"Kalian!".ujar pria tadi murka.
Bruk
Seseorang yang terpental akibat baku hantam.
"Bawa dia pergi".ujar pria itu murka dan menyuruh anak buahnya untuk membawa Ayn pergi.
Melihat hal itu Air bergegas menuju ke Ayn berada,namun dipertengahan jalan ia harus dihadang beberapa orang.
"Kau tidak akan bisa pergi dari sini".ujar pria tadi yang berjalan kearahnya santai,Air mengapalkan tangan untuk menahan gejolak marah pada dirinya.
Dor
Swushh...
Tembakan peluri yang meleset.
"Hajar dia!".ujar pria tadi teriak.
Buk
Bugh!
Bugh!
Baku hantam yang sengit di tangga itu.
Bruk...
Seorang pria yang berguling ke tangga.
"Heh!,awas kau!".ujar pria itu murka.
Buk...
Buk...
Bugh...
Air yang terkena pukulan beberapa kali.
"Hahaha,rasakan itu!".ujar pria tadi tertawa keras.
Bugh
Balasan pukul Air pada pria itu.Hingga terjatuh ke tangga.
"Air,kejar Ayn saja,biar kita yang membereskannya".ujar kakak Air.
"Hum!".ujar Air mengganguk patuh.
Air berjalan ke arah Ayn berada,disana Air marah atas hal yang terjadi.
Dengan langkah cepat Air menuju orang yang membawa Ayn,dan memukulnya hingga tumbang.
Bruk
Buruk
Buuk
Pukulan yang terus dilayangkan Air membuat lawannya kuwalahan hingga tak bisa berdiri.Melihat hal itu Ayn terkejut belum pernah Ayn melihat Air semarah ini,Ayn hanya melihat sisi lembutnya bukan sisi yang ini.
Selesai bertarung Air,menetralkan amarahnya dan memandang Ayn yang menatapnya sedih,dengan langkah kakinya Ayn berlari memeluk Air yang memandangnya dan menumpahkan segala tangisnya.
"Air,aku,aku takut Air hiks".isak Ayn yang berada dalam pelukan Air.
"Tenanglah Ayn,Air ada di sini".ujar Air mengusap Ayn lembut,menyalurkan kelembutan dan rasa tenang serta kehangatan.
"Ayo kita pulang".ajak Air masih pada posisinya.
"Hum,Air,jangan tinggalin Ayn iya?".ujar Ayn yang berlinang menatap suaminya.
"Iya,Ayn,Ayn tenang saja iya,Air tidak akan meninggalkan Ayn".ujar Air mengusap Ayn,dan memberikan ketenangan.
"Ayo,kita harus pergi dari sini".ujar Air selanjutnya,Air mengendong Ayn hingga bawah dan mata semua orang tertuju pada mereka.
"Wah,gentle banget adek guwe,weh!".ujar kakak Air memuji adiknya.
"Weh,ini baru adik guwe!,manteplah".ujar kakak Air satunya.
"Syukurlah mereka selamat,kalau kagak beuh".ujar kakak Air lainnya yang membayangkan tidak-tidak.
"Bos,sudah selesai".ujar seseorang kepada kakak Air.
"Baiklah,jangan lupa bereskan ini semua".ujar kakak Air.
"Baik,bos".ujar orang itu mengkode temannya.
"Ayn mau turun?".ujar Air pada istrinya.
"Hum".ujar Air mengganguk karena jujur ia tak nyaman untuk dipandang.
"Hati-hati".ujar Air yang memeganggi tangan Ayn,ketika ingin terjatuh.
"I-iya".ujar Ayn gugup.
"Kita pulang iya?".tanya Air kembali.
"Huh?,tidak apa?".tanya Ayn pada suaminya.
"Enggak tahu,hehehe".ujar Air menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Air,Ayn,kalian pulang duluan nanti kita menyusul".ujar kakak kedua Air,yang melihat tingkah adiknya.
"Hum ok,kak".ucap Air mengganguk.
"Ayo,Ayn".ajak Air pada istrinya.
"Hum,hsss kakiku".ujar Ayn kesakitan ketika berjalan.
Padahal waktu lari meluk Air enggak sakit tuh:).
"Ayn sakit?".tanya Air.
"Ah,tidak-tidak,aku tidak apa-apa".ujar Ayn menyakinkan suaminya.
"Hadeuh,keromantisan apa ini?".ujar kakak Air memegang keningnya,ketika ingin menghilangkan jejak.
"Benarkah?".tanya Air.
"Iya,lihatlah ini".ujar Ayn melompat-lompat didepan Air.
Melihat hal yang ada di belakang Ayn,Air langsung memutarkan badan Ayn hingga sesuatu terjadi.
Dor
Sebuah peluru melesat dan mengenai Air yang tengah memeluk Ayn.
Melihat hal itu Ayn merasa terkejut.Ia memegang punggung Air yang penuh darah tangannya bergetar hebat,orang-orang yang melihat itu terkejut begitu juga dengan keluarga Air,yang berteriak.Semua orang berhamburan menuju Air dan Ayn yang masih berpelukan.
"Ayn,Air mencintaimu".ujar Air ditelinga Ayn,membuat Ayn terkejut dengan perkataannya,mata Air perlahan menutup dan pelukannya melonggar serta terjatuh.
Ayn jatuh terduduk bersama Air yang tak sadarkan diri.
Menepuk pipi Air,tangan Ayn bergetar melihat darah ditangannya,mulutnya tak bisa berkata-kata.
"Air!".teriak keluarga Air mencoba membangunkannya.
"Air,sadarlah nak".ujar ayah Air pada putranya.
"Air!".teriak kakaknya.
"Air...!".teriak Ayn yang berteriak histeris.
Dirumah sakit.
Ayn terus menanggis tanpa henti.Ia sekarang ini berada di pelukan sang mama,yang menenangkannya,sang mama dan ayahnya tidak paham apa yang sebenarnya terjadi mereka,tiba-tiba saja mendapatkan kabar itu membuat mereka langsung pergi kerumah sakit.Setibanya dirumah sakit mereka melihat Ayn yang menangis pilu di pelukan ibu Air,yang ikut menangis,mengetahui Air yang tertembak.
Ayn memandang Ruangan Air sedih,melihat suaminya yang terbaring dan tidak kunjung bangun.
Beberapa hari terlewati tanpa sang suami membuat Ayn terpukul apa lagi mengetahui kenyataan pahit yang ada bahwa Air adalah anggota mafia,dan parahnya ayah Air yang pemimpin anggota mafia itu.
Teman Ayn yang melihat kondisi Ayn tak tega,pasalnya Ayn tak pernah mereka melihat Ayn yang seperti ini,biasanya Ayn akan acuh ataupun dingin dan merasa tak peduli.Namun hal ini berbeda,ia begitu terpuruk.
Ayn duduk dibangku taman rumah sakit dan terisak sedih.
Flasback.
"Ayn sebenarnya,Air adalah anggota mafia seperti kita".ujar kakak Air memberikan informasinya.
Mendengar hal itu Ayn terkejut,air matanya ia tahan.
"Dan ayah adalah ketuanya,jika Ayn tidak ingin berhubungan dengan kami dan Air,Ayn boleh meninggalkan kami".ujar kakak Air yang berlinang air mata.Ayn hanya bisa diam tak mampu menjawab.
"Kakak pergi dulu".ujar kakak Air,yang cukup lama diam,kakak Air pergi dari taman dan memberikan ketenangan pada Ayn.
Flasback off.
Ayn semakin terisak mengingat hal itu,ia menggengam baju yang ia kenakan,bagaimana tidak mengetahui tentang hal semua ini.
Ayn berada di depan ruangan Air berada,ia kembali bersedih orang yang menyatakan cinta padanya,namun sekarang ia terbaring karena menyelamatkannya.
"Air bangun".ujar Ayn pelan.
Hari berlalu,1 bulan Air dirawat namun Air belum sadar.
Hingga hari ini Air,terbangun dan melihat istrinya tertidur disampingnya.Air mengusap jari Ayn lembut yang menggengam nya lembut.Hingga membuat Ayn terbangun.Dengan keadaan mengantuk Ayn membuka matanya dan terkejut melihat suaminya terbangun.Air mata yang menetes ia lap begitu saja.Ayn memeluk Air dengan lembut,mengetahui luka yang dialami suaminya.Ia tumpahkan segala tangisnya pada suaminya,dan bisa-bisanya Ayn mengomeli Air yang baru terbangun.
"Ayn".ujar Air dengan suaranya.
"Bentar aku panggilkan dokter".ujar Ayn berdiri dan menekan bel pada dekat brankar Air.
Tak lama kemudian dokter datang,bersama suster memeriksa keadaan Air.
Mengetahui Air sudah sadar keluarga Air segera melihat kondisi Air.
***
Hari-hari telah berlalu Air dan Ayn semakin dekat sejak kejadian itu.Berlalu berasama beberapa tahun belakangan ini Air dan Ayn di karunai anak kembar bernama Zair=Zayn Air dan Airyn=Air dan Zayn.
"Ayah".ujar Airyn.
"Iya,bentar".ujar Air.
"Satu,dua,tiga".ujar Air mengkoordinator.
Crick.
Foto yang diambil di halaman belakang.
Tamat.