Ah betapa indahnya gemerlap malam. Di temani bintang dan bulan. Suasana sepi membuat hati tenang dan damai. Namun aku selalu berpikir, apakah aku bisa berada di dekat para bintang?
.
.
.
Nama ku Astara, kata Mama nama ini memiliki arti bintang di malam hari. Nama yang cantik bukan? Seperti nama ku, aku sangat suka suasana malam hari. Entah mengapa perasaan penat, gelisah, sedih bisa di buyarkan oleh indah nya malam.
Namun entah mengapa aku mempunyai mimpi baru dan cukup gila pastinya. Bermimpi menjelajahi luar angkasa. Cukup gila bukan? Hahaha...namun aku serius dan penasaran, seperti apa pemandangan bumi dari kejahuan. Bagaimana bentuk bintang sebenarnya. Dan yah, menjadi salah satu orang yang sampai ke bulan. Haah, hanya menutup mata sambil membayangkan nya saja membuat ku berdebar-debar.
Tak lama ada seseorang yang mengetuk pintu kamar ku. Berdiri berniat membuka 'kan pintu, mendapati Papa yang membawa kardus besar.
"Apa tu Pa?"
Tanya ku dengan penasaran. Papa hanya tersenyum, beliau mendekat dan memeluk ku.
"Selamat ulang tahun sayang"
"Eh?"
Ku lihat di belakang Papa ada Mama yang sedang membawa sepiring penuh kue cupcake.
"Selamat ulang tahun ke 14 Astara"
Ucap Mama sambil mengelus kepala ku. Memberikan sepiring penuh kue yang terlihat sangat mengiurkan. 10 Desember kan masih besok, mereka sampai repot-repot. Ini masih jam 10.30 WIB.
"Hehehe padahal Tara hampir lupa ulang tahun Tara"
Ucap ku sambil menggaruk kepala padahal tidak gatal.
"Yee makannya Mama usul ke Papa biar kasih hadiah nya sekarang. Apalagi kamu selalu tidur malam"
Ucap Mama dengan tawaan.
Hadiah? Papa langsung membawa kotak besar masuk ke kamar. Membuka secara perlahan dan betapa terkejut nya aku saat tau apa yang ada di dalam sana. Bukannya itu...
"Sebuah teropong!?" *terkejut
Mama dan Papa mengangguk sambil mengelus kepala ku. Inilah yang aku ingin-ingin kan dari dulu. Tapi bagaimana mereka tau? Niat ku hanya menabung dan mengumpulkan uang untuk benda ini. Mereka adalah sosok orang tua yang pengertian. Senyum terukir di wajah, memeluk mereka dengan pelukan hangat ku.
"Makasih"
Ucap ku dengan nada pelan. Entah harus senang, sedih, atau terharu. Namun aku benar-benar senang. Mama dan Papa membalas pelukan ku.
"Astara, setinggi dan sesulit mimpi apapun itu, percayalah bahwa hasil tidak akan pernah menghianati. Belajarlah dengan giat dan jangan lupa selalu nikmati jalan yang kamu lewati" ~Papa
"Dan ini langkah awal nya sayang, buatlah tangga untuk masa depan mu. Mama dan Papa selalu ada di belakang, jangan takut akan kegagalan dan ejekan yang kamu dapati. Semua mimpi dan cita-cita pasti akan tergapai dengan usaha yang kamu lakukan" ~Mama
Tak tau bagaimana lagi aku berucap, kata-kata tak dapat di ucapkan dengan mudah. Setitik air mata mengalir, mengusap dan berusaha untuk tidak menangis. Namun lagi-lagi air mata tak mampu terbendung. Kata-kata yang Mama dan Papa ucapkan benar. Tak kusangka mereka memperhatikan ku sejauh ini. Ku kira... mimpi menjadi astronot wanita tidak akan berhasil. Namun kata-kata yang mereka ucapkan membuat ku kuat dan percaya diri.
Mereka mengusap air mata dan menepuk pundak, berusaha menenangkan diri ku.
"Nah Mama juga beli buku lho buat kamu"
Mama memberikan buku tersebut kapada ku. Buku dengan gambaran astronot yang berada di luar angkasa. Berbagai planet indah berjejeran. Ini buku pelajaran? Hahaha astaga, mereka ini selalu membuat ku senang. Sekali lagi aku mengucapkan kata terima kasih.
"Bagaimana jika Papa ajarin kamu cara memakai teropong ini?"
"Mau!!" *semangat
"Mama juga mau lihat dong, hihihi"
Kamar ku ada di lantai paling atas. Terdapat jendela yang membuat ku bisa leluasa melihat langit yang indah. Kami mendekat ke jendela tersebut. Kemudian Papa menunjukan langkah-langkah apa yang harus ku lakukan untuk menggunakan teropong. Awalnya susah, namun sebisa mungkin harus paham!Yah, semangat!
Papa dan Mama yang menyadari semangat ku yang mengebu-ngebu hanya tertawa kecil.
"Tara, coba lihat deh"
Aku mendekat ke Papa, dan mendekatkan mata ku dengan teropong. Aku hanya bisa menganga. Bintang nampak jelas, bahkan aku bisa mengenali rasi bintang dari sini.
"Waah, hebat"
Aku mengubah arah teropong. Pemandangan malam nan indah terlihat. Aku benar-benar takjub. Jika alat ini bisa melihat keindahan malam, seberapa hebat dan menawan nya jika aku dapat Menjelajahi Luar Angkasa? Tak bisa ku bayangkan, benar-benar indah dan menyenangkan. Mimpi itu...apakah bisa menjadi kenyataan?
.
.
.
Jangan Lupa Like And Komen✋🏻😁