"Aish, hidup gue sial banget! Andai aja gue ketemu UFO dan mendadak jadi profesor kaya deh, hehh.. " ucap seorang pria yang tengah memikirkan sesuatu itu.
Ptakk... Seseorang memukul jidat pria itu, ia adalah saudari dari pria tersebut yang bernama "Neina". Sedangkan, pria yang sedang menghayal tadi bernama "Alex".
"Bang Alex, bisa gak sih berhenti ngehalu yang enggak-enggak! Neina mau bobo udah malem, Abang berisik banget, kayak cewek!" umpat Neina kesal.
"Dih, kalau tidur ya tinggal tidur! Abang mau ngomong apa ya terserah, kan yang punya mulut abang!" sahut Alex.
"Lagian sih setiap hari mikirin UFO mulu..! Itukan cuman mitos dan fiksi, ngapain dipercaya?!" lanjut Neina kesal.
"Ya siapa tahu aja kan, gak ada yang tahu kebenarannya sampai saat ini! Alien.. UFO.. itu menarik bukan?" jawab sang kakak, Alex.
"Ish, biarin nanti pas bobo diculik alien baru tau rasa!" ujar Neina.
"Gak papa lah, kan itu impian Abang!" sahut Alex lagi.
"Tau ah, males berdebat sama abang! Nei mau bobo!" jawab Neina yang kemudian memejamkan matanya.
Beberapa menit kemudian, kedua saudara itu tertidur pulas di ranjangnya.
Namun, suatu hal yang janggal membuat Alex terbangun dari mimpinya.
Krekk...krekk... suara yang berasal dari luar jendela membuat Alex terbangun, "Berisik banget sih!" gumamnya.
Alex beranjak dari tempat tidur nya, ia mengintip ke luar dengan membuka sedikit bagian dari gordennya.
"A-apa ini?" tanyanya tidak percaya.
Dilihat nya segerombolan manusia pendek, tidak! Lebih tepatnya seperti alien yang sedang merakit UFO yang telah hancur.
"Sudah kuduga, UFO, alien, semua itu nyata!" batinnya.
Alex mendekati adiknya, ia menggoyang-goyangkan tubuh Neina.
"Nei bangun Nei, ada alien!" ucapnya berbisik.
Neina tidak menyahut, ia justru mengigau tidak karuan.
"Huh, giliran ada momen kayak gini gak mau bangun! Padahal aku mau tunjukin ke Nei kalau alien benar-benar nyata!" ucap Alex bergumam.
Tidak ada cara lain, Alex mengambil ponselnya dan hendak memfoto alien-alien itu.
Cekrik...cekrikk..
"Nah, setelah Nei bangun ia pasti akan bangga atas penemuan kakaknya ini, hahaha!" gelak tawa Alex membuat mata para alien itu tertuju padanya. Para alien yang tadinya sedang merakit UFO milik mereka, malah mendekati jendela dimana Alex berada.
"Hheee! Hhee!" ucap mereka namun tidak dimengerti oleh Alex.
Alex terduduk lemas, kakinya bergetar hebat, ia takut kalau dirinya bisa saja diculik.
"Nei bangun Nei!" teriak Alex.
Alex terus berteriak memanggil keluarga nya, "IBU, AYAH, NEINA, BANGUN!" teriaknya histeris saat salah satu alien sudah memegang pergelangan kakinya.
Namun nihil, keluarganya seperti terhipnotis, mereka bahkan tidak bangun sedikit pun dan membantu Alex.
"Hiks.. sepertinya ini karma bagiku, seandainya aku tidak bangun malam ini... hiks.. aku tidak ingin bertemu alien!" rengeknya.
Segerumbulan alien mendekap tubuhnya, membuatnya susah bernafas.
"Mungkin ini adalah hari kematianku.." batinnya lirih.
"SURPRISE!" satu kata teriakan membuat jiwa Alex kembali sadar.
"Ah? Suprise?" tanyanya.
Para alien yang tadinya mengerumuni nya, membuka baju dan topengnya.
"Aku pengap sekali berada di dalam kostum ini!" keluh salah satu anak kecil yang ternyata memakai kostum alien.
"Benar, kalau hari ini tidak melihat pertunjukkan Bang Alex nangis, rugi kali aku.." keluh anak lainnya.
Wajah Alex merah merona, ia malu akan perbuatannya.
"Ini pasti perbuatan Neina!" Umpatnya dalam hati.
Ia menoleh ke belakang, dilihatnya seluruh keluarga lengkapnya yang telah memakai topi ulang tahun dan kue ulang tahun di tangan mereka.
"Selamat ulang tahun, Alex!" ucap mereka.
"Neina, aku tahu ini pasti perbuatanmu!" Kesal Alex.
"Huh, lagian siapa suruh percaya sama takhayul kayak gitu? Jaman sekarang masih percaya begituan.. percaya tuh sama yang pasti-pasti! Sekarang, Abang masih percaya hal mistis gitu?" ujar Neina.
Alex menggeleng, ia geli dengan perkataan yang sering diucapkannya tentang alien. "Hehe, itu hanya takhayul!" ujarnya tertawa.
Anak-anak yang tadi menyamar sebagai alien tidak berhenti-henti nya tertawa, mereka jadi tahu sisi lucu Alex yang selama ini selalu sok ketus dan angkuh pada anak kecil.
"Hehe, bang Alex takut sama kita!" tawa mereka.
Ibu Alex, selaku penyenggara hal itu memotong kue yang sudah ia siapkan, ibu Alex menjelaskan pada putranya itu bahwa alien tidaklah nyata dan hanya takhayul.
Setelah itu, mereka merayakan ulang tahun bersama-sama dengan meriah.
"Guk..guk.." Suara dari balik semak membuat semua terkejut.
"Drama apaan lagi sih? Abang mah tau itu akal-akalan kalian!" ucap Alex santai.
"Tapi bang, itu suara.." Neina terdiam, ia kabur dari kamar Alex.
"Apaan sih? Suara gitu doank takut!" Ucap Alex sok berani.
"GUKK..GUKK..!" seekor anjing hitam mendekati dirinya, Alex ketakutan sampai-sampai mengompol di celana.
"Huwaaa, dasar Neina!!!" teriak Alex ketakutan.
Di samping itu, ada suara misterius di atas pohon, tidak ada hewan ataupun semacamnya.
"Hheee!"
Wushh...wushh.....