✨Pesta malam, Sihir, Kemeja putih✨
Pesta malam tahun baru sudah tiba, namun masih saja sepi dan sunyi, tidak ada kobaran api mercon, atau bunga api, mungkin malam ini adalah malam tahun baru paling membosankan bagi wanita yang terduduk menunggu di teras depan rumahnya, menatap langit lepas yang sunyi tanpa bintang, berharap dirinya bisa melihat mercon sebagai penghias nya.
"Hmm, Sungguh malam tahun baru ini sangat membosankan, tidak ada kembang api, tidak ada mercon, atupun makanan di meja, dulu saat aku di kampung, tahun baruku sangat ramai sekali, tapi. setelah pindah rumah diriku tidak melihat kembali keindahan itu, Andai keajaiban datang padaku!!"
Ucap gadis cantik yang masih menatap langit hitam itu, berharap seseorang mengabulkan keinginannya. Saat dirinya terus menatap langit, wanita yang bernama Dan-Eun terkejut saat teman lelakinya mengagetkan dirinya dari belakang, siapa sangka dia tidak terkejut, dia sedang melamun dan tiba-tiba seseorang mengagetkan nya dari belakang.
"Hey!!" Bentak Dan-Eun yang sangat terkejut sampai meloncat dari teras depan rumahnya ke rumput hijau yang ada di depan rumahnya, segera melirik dengan kesal.
"Bisakah kau tidak mengagetkan ku!!" Sambung Dan-Eun menatap kesal temannya itu.
"Hemm😔, bisakah kau tidak membentakku??" Tanya balik temannya yang lebih tepat sahabat laki-laki yang sedari kecil menemani dirinya sampai dia dewasa.
"Huhh, kau juga yang membuatku kesal, kenapa kau datang tiba-tiba!! kau Tidka merayakan tahun baru bersama keluarga mu??" Tanya Dan-Eun berjalan menaiki tangga menuju teras rumah nya lagi.
"Justru aku ke sini ingin bertanya itu padamu! kenapa kau tidak merayakan tahun baru, bukannya kau sangat suka jika tahun baru datang!!" Balik tanya Sahabatnya itu yang bernama Su-ho. Seketika muka Dan-Eun memudar musam, berjalan ke depan dan menatap langit.
"Sebenarnya aku ingin sekali merayakan tahun baru ini, setia tahun baru, ayah sering menyala kan mercon dan kembang api, namun sekarang. aku tidak mendapatkan itu lagi, tahun baru kali ini ayah sibuk pergi menghadiri undangan tahun baru kerajaan, hemm😔, andai ada seseorang yang mau mengajakku ke tempat yang ramai merayakan tahun baru, aku pasti akan berterima kasih sekali padanya, tapi.."
"Ehemm apakah kau tidak punya teman, sehingga kau berbicara seperti itu!!" Sahut cepat Su-ho membuat Dan-Eun bengong menatap Su-ho, lalu Su-ho tersenyum dan mengangkat kan alisnya cepat, Dan-Eun masih tidak mengerti kode apa yang ia lakukan.
"Iishh, ayahmu sibuk di kerajaan kan!! aku bisa mengajakmu pergi ke tempat yang kau inginkan!!" Ucap Su-ho kembali tersenyum, lalu Dan-Eun terkejut dan tersenyum.
"Maksud mu??"
"Ya kita cari tempat yang ramai merayakan tahun baru, kita bisa ikut berkelompok dengan mereka, ayo aku tahu di mana tempatnya" Jawab Su-ho menarik tangan Dan-Eun dan segera berlari ke tempat yang akan ia tuju.
(landmark Tokyo, Tokyo Tower)
Mereka sudah sampai di landmark Tokyo, di mana mereka semua akan berkumpul bersama. karena saat tahun baru tiba, di sana terdapat perayaan hitung mundur untuk menyambut tahun baru. Pada tengah malam, lampu Tokyo Tower akan berubah warna, diikuti dengan tampilan tanggal yang berubah, dan balon yang dilepaskan ke udara.
"Wahhh sangat ramai sekali rakyat di sini untuk merayakan tahun baru, aku baru melihatnya, mungkin aku terlalu diam di rumah terus jadi Tidka tahu bahwa ada tempat paling indah di sini" Ucap Dan-Eun terperangah melihat Tokyo tower itu, dia terus menatapnya sambil tersenyum.
"Ya. karena saat tahun baru tiba, di sini kita akan perayaan hitung mundur untuk menyambut tahun baru. Pada tengah malam, lampu Tokyo Tower akan berubah warna, diikuti dengan tampilan tanggal yang berubah, dan balon yang dilepaskan ke udara. Sangat bagus bukan!!" Ucap Su-ho menjelaskan pada Dan-Eun.
"Wahh, lihat beberapa menit lagi jarum jam panjang itu akan tepat pada pukul 12:00, aku Tidka sabar ingin melihat jam itu berubah warna" Gumam Dan-Eun tanpa henti menatap Jam yang terdapat di Tower itu.
1 Menit lewat, dan tinggal 20 detik lagi jarum jam itu pas, mereka semua sudah Tidka sabar ingin hitung mundur, mereka mempersiapkan handphone untuk mengabadikan momen ini, tinggal 10 detik lagi, ancang-ancang mereka segera menghitung mundur dari hitungan 10.
" 10..9..8..7..6..5..4..3..2..1.."
Yeeyyyyh woo🥳🥳🥳🎊🎉🎊🎉🎊
Mereka bersorak gembira melihatnya, mereka sampai berloncat-loncat kegirangan, begitupun dengan Dan-Eun dan Su-ho mereka saling berpegangan dan meloncat-loncat mengikuti yang lainnya.
"Horee aku sangat senang sekali, terima kasih Su-ho" Teriak Dan-Eun karena suara bisik takut Su-ho Tidka mendengarnya, namun Su-ho mendengar nya dan tersenyum lalu mengangguk.
"Oh ya, aku punya kejutan lagi untuk mu, sekarang kita pergi ke Tokyo Disney, di sana akan ada kembang api, kau ingin melihat kembang api bukan!!"
"Heem" Gumam Dan-Eun mengangguk dan tersenyum, lalu Su-ho segera keluar dari kerumunan itu mengajak Dan-Eun ke tempat yang kedua.
Saat kaki mereka melewati batas kerumunan, tiba-tiba cahaya merah melesat di hadapan mereka, semua orang yang tadinya gembira seketika berlarian ketakutan.
"Penyihir datang.. Penyihir datang.."
Teriak mereka berlarian menghindar serangan dari penyihir itu.
"Hahah tidak salah lagi kalian pasti akan datang ke sini, aku membutuhkan anak perempuan untuk menemani ku di istana, apakah ada salah satu dari kalian yang ingin ikut dengan ku!!" Tawa Penyihir itu masih melayang di udara dengan tongkat dan juga sapu ajaibnya.
"Su-ho. Siapa orang itu!! apa jangan-jangan ini sebuah tradisi!!"
"Bukan Dan-Eun, ini nyata, aku pun Tidka tahu kenapa bisa ada penyihir datang ke sini!! apakah dia mau ikutan merayakan tahun baru!!"
"Iishh, memangnya dia tidak punya tempat lain, mengapa ikut bersama kami, lihat lah wajahnya sangat jelek" Ucap Dan-Eun yang ternyata penyihir itu bisa mendengar perkataan Dan-Eun.
"Siapa yang berani-beraninya mengatakan ku jelek, beraninya dia. Siapa" Teriak penyihir itu kesal, lalu mengeluarkan kembali sihirnya.
Piu💨 piu💨 piu 💨 piu 💨 piu 💨
Mereka berhasil menghindar serangan dari sihir itu, penyihir itu semakin kesal dan geram ingin mengutuk mereka semua, ancang-ancang penyihir itu mengambil kekuatan nya dan mengeluarkan sihirnya itu ke arah rakyat yang sangat berkerumun dan menghasilkan mereka semua berubah menjadi sebuah Daun kering.
Tringg✨🍂
"Heungg, bagaimana ini Su-ho"
"Aku pun tidak tahu, ayo kita kita lari sebelum dia mengutuk kita juga" Ajak Su-ho segera berlari, namun penyihir itu segera menghalangi jalannya.
"Mau pergi kemana anak muda!! kau sudah tidak bisa kemana-mana aku sudah menghalangi jalan kalian. Rasakan ini..." Ucap penyihir itu kegirangan karena dirinya akan segera menang. penyihir itu segera mengeluarkan mantra sihirnya, saat mantra itu melesat ke arah mereka tiba-tiba seseorang yang berkemeja putih mendorong mereka dan alhasil serangan itu melesat.
Brughh💢
"A😫" Rengek mereka berdua terjatuh karena di dorong oleh lelaki yang berkemeja putih itu, lalu orang yang berkemeja putih itu menyerang balik penyihir dengan kekuatan tangannya, dan kecerdasan otaknya.
Dan-Eun melihatnya sangat terkejut dan Tidka percaya, ia merasa manusia tidak mungkin sekuat lelaki itu, lalu Dan-Eun menegakan badannya meski sedikit sakit.
"Siapa Lelaki berkemeja putih itu??"
"Entahlah mungkin dia pangeran penolong untuk kita, sudah ayo kita sembunyi sebelum penyihir itu kembali menyerang kita" Ajak Su-ho pada Dan-Eun dan membiarkan lelaki Kemeja putih itu melawan sendiri penyihir jahat itu.
..
..
..
..
Kita ambil hikmahnya saja dalam cerita tersebut, Seperti hal nya, berbuat baiklah selagi kami bisa, karena setiap perbuatan akan ada balasannya 🥰.
terima kasih sudah membaca🌻