waktu itu ningsih masih kelas satu smp. ia seorang gadis kampung dari keluarga miskin, ia gadis periang. sore itu ningsih hendak ke mushola untuk shalat magrib, karena terburu - buru ia menabrak seorang pria. ia sangat manis, tinggi berkulit sawo matang. "aduh sakitt.. maaf, maaf aku tadi buru - buru". ningsih mendongakkan kepalanya keatas menatap orang yang ia tabrak tadi. "deg" jantung ningsih berdetak tak beraturan. pria itu tersenyum manis padanya. "tak apa aku juga salah, kamu tidak apa - apa.?" pria itu mengulurkan tangannya.
singkat cerita mereka sering bertemu secara tak sengaja. karena pria itu adalah kakak sepupu sahabat ningsih yaitu ayu. ningsih jatuh cinta padanya, ia juga sering bercanda dan memberi perhatian lebih pada ningsih. suatu saat anton pergi ke palu untuk bekerja. ningsih menangis anton mencoba menghiburnya. saat berangkat anton tak berpamitan pada ningsih karena dia ada disekolah. ningsih begitu sedih karena diantara mereka belum ada kepastian hubungan tapi dalam hati ningsih ia sangat mencintai anton. beberapa tahun kemudian ibu ningsih sakit dan dirawat dirumah sakit. ningsih harus merelakan putus sekolah demi merawat ibunya yang sakit. saat ini ningsih harusnya naik ke kelas dua sma. ningsih mendapat kabar dari sahabatnya ayu bahwa ia mendapatkan nomer hp anton. ningsih mencoba menghubungi anton. jantungnya berdetak tak karuan. namun anton lupa padanya. ningsih berusaha mengingatkan anton karena selama ini ningsih masih setia menunggu anton pulang. namun kini ningsih tak punya banyak waktu. ibunya memaksanya menikah dengan tetangganya jika ningsih tak segera memperkenalkan calon suami pilihannya. karena anton seperti menggantung perasaan ningsih, ningsih pun pasrah atas pilihan ibunya.
selang beberapa tahun pernikahan ningsih tiba - tiba anton menghubunginya dan bilang kalau ia mencintai ningsih. ningsih merosot tubuhnya bergetar hebat, ia menangis sejadi - jadinya. dalam hatinya ia masih mencintai anton. tapi ningsih tak mau menyakiti hati suaminya yang mau mencintai dia dengan tulus. ningsih berusaha mengubur perasaan cintanya pada anton. ia mau belajar mencintai suaminya. ia anggap kisah cinta pertamanya telah mati dalam hatinya.