" tak akan kubiarkan mendekati Senpaiku " itu kata kata. yang kuucapkan sebelum menghabisi rivalku
Namaku Ayano Aishi aku menyukai Senpai ( kakak kelas) namun ternyata Senpai disukai oleh beberapa perempuan di sekolahku dan aku akan melakukan segala cara untuk menyingkirkan semua rivalku. cerita dimulai
hari ini aku berjalan menuju sekolah. saat dalam perjalanan ke sekolah aku melihat Senpai bersama teman masa kecilnya Osana Najimi. aku mendengar pembicaraan mereka
" uh, Senpai tadi pagi aku membuat bento tapi ternyata aku membuatnya terlalu banyak jadi maukah kau jika menerima ini " kata Osana kepada Senpai
" tentu saja aku mau " ucap Senpai
" benarkah, bagaimana kalau kita makan bersama di atap sekolah nanti siang? " tanya Osana
" baiklah " jawab Senpai
hatiku terasa terbakar oleh api cemburu namun aku tak boleh gegabah aku harus menyiapkan rencana
setelah kuselidiki ternyata aku menemukan biodata Osana
Nama : Osana Najimi
kelas : 1-1
Osana memiliki sahabat Raibaru Fumetsu
"apa jadi Raibaru itu sahabat Osana?! " ucapku kaget
Raibaru adalah mantan OSIS dulu. namun entah alasan apa yang membuat ia dikeluarkan dari anggota OSIS
" aku akan meracuni Raibaru dulu baru Osana " ucapku dengan senyum jahat
jam 12-30 di atap sekolah
" Senpai ini untukmu " kata Osana
" terima kasih Osana " ujar Senpai
Senpai dan Osana makan berdua sedang Raibaru duduk dibalik tembok
aku segera mengambil pisau dari cooking club dan menjatuhkannya di depan Raibaru.
Raibaru yang sedang makan itu menghentikan makannya dan mengambil pisau itu
" ini adalah pisau dari cooking club aku akan mengembalikanya " guman Raibaru
Raibaru segera menuruni tangga dan menuju ke cooking club
"ini kesempatanku " gumanku
aku memasukkan racun ke dalam makanan Raibaru.
Raibaru kembali dan melanjutkan makan. tak berapa lama ia merasa tercekik dan terbaring tak bernyawa
" hahahaha Raibaru sudah tiada jadi tinggal Osana saja " tawaku dalam hati
namun walaupun Raibaru tergeletak tak bernyawa tak ada yang peduli mereka seperti tak melihat Raibaru. setelah jam istirahat aku segera kembali kekelas dan bertindak layaknya tak tahu apa apa hingga polisi datang menyelidiki
keesokan harinya
aku masuk sekolah dan menunggu kedatangan Osana. Osana terlihat sedih karena kehilangan sahabatnya
" hahahaha tenang saja Osana kamu akan menyusul Raibaru kok " pikirku dalam hati
aku menyelipkan surat yang berisi berikut
"Osana aku Ingin menemuimu di atap sekolah kita yang berada di sebelah jam sekolah. datanglah jam 10- 00. aku ingin menghiburmu "
aku menunggu Osana datang dan melihat suratku
" siapa yang ingin bertemu denganku? lebih baik aku kesana " guman Osana
aku mengikuti Osana menuju atap sekolah. dan mendorongnya dari atas.
" aaaahhhhhh " teriak Osana
" tenang saja Osana tidak ada yang mendengarmu saat ini " ucapku
" hahahahahahaha " tawaku jahat
" kini rivalku berkurang satu dan satu langkah juga untuk mendapatkan Senpai
keesokan harinya
" Osana telah tiada namun masih ada Rival yang lain " gumanku
saat aku sedang menuju kesekolah aku melihat Senpai sedang bersama Amai Odayaka. Amai Odayaka adalah rivalku selanjutnya
" tunggu saja Amai aku akan menghabisimu " kataku kejam
TAMAT
jika mau lanjut komen ya