nafasku tersenggal menyusuri jalanan pagi ini. aku melemparkan kaki ku dengan kuat menapak jalanan, dengan muka kusut bergegas ke sekolah. telat.
ditengah jalanan yang ramai aku masuk ke gang jalan pintas. sunyi, hanya diriku yang berlarian.
sekejap mata tombak hitam baru saja melewati telinga kanan ku, menggoreskan sedikit luka yang menyebabkan aku pias dan mematung di atas kaki. ''apa itu!''.
tombak itu menancap ke tanah sebelum sedetik kemudian tersedot kedalam bayangan bangunan, aku panik tidak kepalang begitu tubuh ku ikut tertelan.
tubuh ku jatuh menyapa tanah merah. aku heran, ini bukan lagi kota yang aku kenali. tiada bangunan disini melainkan tebing batu cadas yang menjulang tak terhitung jumlahnya. dengan lubang disekitarnya yang seperti jendela. mana pintunya?
tombak hitam itu jatuh bersama ku, namun langsung melesat ke tangan seorang berjubah kelabu dengan dekker di bahu, tangan dan kakinya. aku pucat pasi begitu ia menurunkan tombaknya tepat di depanku, menangkis serangan pisaub dari orang berbaju merah di depannya. pertarungan di antara keduanya tak terelakkan. siapa mereka?.
si merah melompat, menerjang si kelabu dengan bilah pedangnya. menebasnya tanpa ampun dari segala sisi. ia bisa melesat dan mendadak muncul di belakang si kelabu. namun si kelabu hanya menghindari semua serangannya dengan akurat, hingga si kelabu menepis Pedang itu hingga terlempar jauh dan membungkam perut si merah dengan pukulan telak. si merah terkapar tak berdaya. si kelabu menggendongnya, berjalan mendekatiku.
"segera lupakan semua yang kau lihat, dan jangan bertanya apapun". ujar si kelabu sembari membuka topengnya, "aku akan mengembalikan mu ke dunia mu".
"tapi, apa yan_ ". belum selesai aku bicara, tubuh ku sudah jatuh kedalaman bayangan. jatuh mendarat di gang yang sama.
"apakah aku bermimpi". tanyaku pada diri sendiri. wajahnya, dia sepertinya seumuran dengan ku. kulihat jam di ponsel menunjukkan waktu hanya berlalu 10 detik. bagaimana bisa?. "astaga aku telat, mati aku".
...............