Raya kecil sedang latihan bernyanyi dan menari. Dia bilang, dia ingin menjadi idola kalau sudah besar. Dia ingin membuat ibunya bangga. Dia ingin membungkam mulut orang yang selalu menghina ibunya disepanjang jalan. Dia ingin menjadi sukses dan memiliki banyak penggemar.
Ibunya menatap sang anak dengan lembut. Dia pikir, dia akan menuruti keinginan anaknya selagi dia masih mampu. Dia akan berusaha untuk ikut membantu mewujudkan impian anaknya, Raya.
Raya berlatih setiap hari jika ada waktu senggang. Dia ingin mengimbangi urutan sekolah dan karirnya. Dia ingin belajar dulu baru berkarir. Dia tak ingin di ejek dan di cemburui oleh teman-temannya di sekolah.
Setelah lulus sekolah dasar. Dia melanjutkan ke sekolah menengah pertama nya dengan gugup. Disana dia mulai meniti karirnya dalam bernyanyi dengan mengikuti ekstrakurikuler paduan suara.
Raya juga dituntut untuk menyanyi solo saat ada acara sekolah dan dia menyanggupi permintaan dari guru ekskul nya. Dia juga tetap belajar meski tak sepintar temannya di kelas. Tahun ini dia menjadi peringkat ke-2 dari 32 siswa di kelas.
Meski begitu, ibunya tetap bangga padanya. Bahkan dia sampai menangis sat mengambil rapor milik putrinya itu.
Bertahun-tahun berlalu...
Raya telah menjadi artis pendatang baru paling populer di tanah air. Dia juga telah menyelesaikan belajarnya dengan gelar sarjana.
Dia juga telah memberikan kehidupan yang layak dan telah mengangkat derajat ibunya. Rumah mewah dengan fasilitas lengkap, dengan seorang anak penurut yang sudah menjadi sarjana.
Sayang beribu sayang, itu hanyalah angan dari seorang Raya Calista. Meskipun kerjanya hanya menyanyi tak jelas sambil rebahan dikamar, dia tetap berharap suatu saat nanti keinginannya tercapai.