Di suatu pagi ada 8 orang mahasiswa sedang makan di sebuah surau di pinggir Balai desa, dengan semangatnya mereka saling mengutarakan idenya masing". Di saat matahari mulai naik, mereka mengakhiri perkumpulan itu dan meninggalkan sisa makanan yang banyak, alhasil banyak yang terbuang.
"Hei, kenapa kalian buang itu makanan anak muda", celetuk seorang kakek
"Lha kan sudah nggak ada yang mau makan kek!". Balas ketua kelompok
"Jangan gitu, nanti ayam kalian punya mati!". Petuah kakek itu sambil pergi
Aku kan nggak punya ayam? Demikian tanya hati pemuda itu. Mereka bubar tanpa tahu ada seorang anak kecil duduk di pinggir Balai desa itu. Mendengar. Bertanya dalam hati.
"Tunggu, tadi pagi aku sarapan kan tidak aku habis kan".
"Ayamku!!!", Pekik bocil itu
Seketika ia berlari menghampiri rumahnya. Mencari ke kandang kebelakang rumah. Tidak ada. Pinggir sawah. Selokan. Bawah ranjang. kemana? Hati anak itu mulai gelisah, ternyata ujar sang kakek bertuah. Seketika anak itu menangis, mengundang kedatangan kedua orang tuanya.
"Cil, kenapa kamu menangis...?", Tanya ibunya
"Ayamk.., ayam...., Ayamku nggak ada". Tangisnya
"Oh ayam. Tadi pagi kamu makan kan tidak habis, jadi ayamnya ibu potong buat kari kesukaan kamu untuk nanti malam, karena ibu ingin kamu lahap makanya dan sampai habis, supaya sehat dan cepet besar".
"Hah...!".
Ternyata, begitulah asal mulanya!