23 November
[DAY 5]
KUCING DI TAMAN
Ada kucing di taman belakang rumah. Manis sekali. Bulunya hitam garis kelabu. Dia sering aku kasih makan biscuit . Sangat senang dia. Dengan manja mendekati kaki dan mengelus bulu nya. Suaranya lirih. Persis seperti kucing ku yang aku cari. Namanya gembul. Dia beberapa hari tak pulang. Takut kenapa-napa.
###
Meong.
Kukira dia.
Bukan. Itu hanya kucing yang tak bisa mengeong. Suaranya tak terdengar hanya mendesis. Senang kalau dikasih biscuit. Tetap tidur di sekitar rumah. Sembari main-main. Biasanya kucing mengeong. Makanya disebut kucing. Sebab bunyinya mesti demikian. Jika hanya bisa mendesis apa namanya.
###
Meong.
Ada lagi, itu ibunya. Dia suka sekali main. Dari mulai hamil hingga melahirkan kucing belang itu. Selalu disini. Makanya sudah tak mengherankan.
Ternyata dia masuk sumur tetangga. Sumur itu tak ditutup. Gembul main di atasnya. Biasanya dia berjemur dan tertidur pada bibir sumur itu.
Tiba-tiba kucing jantan lain datang. Aku melihat kucng itu. Tatapannya lembut.
Si Gembul masuk sumur karena dia.
Dia hanya tersenyum. Sembari mengeong dengan suara lembutnya. Lalu mendekati kaki dan minta dibelai.
###