Mencintai saudara sendiri?... haha.. Bagaimana mungkin seseorang dapat mencintai saudaranya sendiri(?). Benar itu sangatlah mustahil.. Mungkin mereka sudah kehilangan akalnya...
Huft... yah, pada akhirnya semua itu malah terjadi pada kehidupan ku...
Aku yang mencintai kembaranku...
Entahlah... Apa ini benar benar perasaan cinta?...
Aku tidak tau, tapi... hah... lupakan. Ya, aku mencintai nya...
Dan karena itu... Aku ingin memilikinya. Walau itu adalah hubungan terlarang.
Namun semua itu hanya angan ku saja... Aku tidak bisa memilikinya...
Jangankan memiliki... Aku bahkan tidak bisa berada didekatnya untuk waktu yang lama...
Dia sudah memiliki orang lain yang di cintainya...
"Kenapa?... Kenapa harus dia?... Kenapa harus dia yang kau cintai?" teriak ku padanya ketika dia mengatakan pada ku bahwa dirinya mencintai...
𝘒𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘳 𝘬𝘦𝘥𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢...
Dia tidak bergidik sama sekali, dan bahkan... bertanya apa maksud perkataan ku.
Dan pada saat itu... Aku hanya memasang senyum palsu dan berkata "bukankah itu akan jadi hubungan terlarang?... hey, ingatlah... dia itu kakak kembar mu. Apa yang mama dan papa pikirkan jika tau hal ini?".
"Kau juga kakak kembar ku kan?" balasnya dengan tampang polosnya... Dengan pikiran naifnya... Dengan... perasaannya yang sedang berbunga bunga memikirkan cintanya.
"Y-ya aku memang kakak kembar mu juga tapi-".
" Kalau begitu bantu aku.. Tolong sembunyikan ini dari mama dan papa ya... K A K A K".
Dia... dia memanggilku kakak? ya, memang wajar dia memanggilku begitu tapi... aku tidak ingin panggilan itu... aku ingin,,,,
Aku tersenyum pahit padanya dan berkata "baiklah... baiklah... akan ku rahasiakan, tapi dengan syarat kau harus bisa buat dia bahagia^^".
Tidak... bukan dia, bukan hanya dia... tapi aku juga ingin dirimu bahagia... bahkan tanpa diriku di sisimu...
Setelah itu.. dia pergi meninggalkan ku...
Hah... sendiri lagi...
Eh?... apa apaan ini?... Tiba tiba air mata ku mengalir... Begitu deras.. Sangat deras hingga membasahi seluruh wajah ku...
Kenapa aku menangis?... haha... sekarang aku benar benar sudah kehilangan akal ku...
Malam itu... sungguh malam yang menyedihkan bagiku...
Entah mengapa... Langit seakan tau perasaanku... Dimalam itu juga... Hujan turun dengan deras nya, di sertai petir dan guntur yang menggelegar...
" Hey langit... apa kau mengejekku? kau mengejekku karena setelah sadar akan orang yang ku cintai, aku malah langsung tertolak? haha...".
"Aahhhh!!... Kenapa?!.. kenapa aku tidak bisa merasakan bahagia?!... Sekali saja, aku.. aku ingin merasakannya.. hiks.. ".
Teriakan ku di malam itu... seperti termakan akan suara hujan dan guntur.
Namun... siapa sangka, ternyata masih ada yang mendengarnya...
Mama...
Cklek...
Pintu kamar terbuka. Dan yang berada di sana adalah... Mama.
"Mama sepertinya mendengar seseorang menangis?... kenapa? apa kamu menangis?" tanya mama pada ku yang saat itu langsung segera menghapus air mata ku.
"Tidak.. aku tidak menangis. Mungkin... mama salah dengar saja" balas ku dengan tatapan sayup dan senyum hambar seakan aku lah orang yang menangis itu, dan sedang mencoba menyembunyikannya.
Ya!.. memang aku lah orang yang menangis itu...
"Jangan berbohong... mama tau, sekarang... ceritakan ada masalah apa? kamu tidak perlu menyembunyikannya..." mama yang seakan paham betul apa yang aku rasakan saat itu.
"Bukan apa apa ma. Aku... hanya di tolak sebelum menyatakan perasaan" balas ku dengan senyum lebar dan air mata yang kembali mengalir...
Kenapa aku mengatakannya? hah... memang, aku tidak bisa menyembunyikan apapun dari mama.
Di malam itu... Sekali lagi...
Sekali lagi aku menangis begitu deras...
Namun kali ini... dengan pelukan hangat dari mama.
"Anak ku yang malang... sudah, sudah menangislah... benar begitu... keluarkan semuanya... ya... jangan memendamnya" mama tidak menahan ku... dia malah menyuruh ku untuk mengeluarkan semua kepedihan di hati ku...
Semalaman... aku terus menangis semalaman dalam pelukan mama, dan tanpa sadar... karena lelah aku tertidur.
Pagi harinya...
Aku terbangun... mataku terasa begitu berat...
Hm?.. ah... aku baru saja melepaskan semuanya semalaman dan sekarang...
Kedua adik kembar itu sudah berada di kamar ku.
Apa yang mereka lakukan disini? pikir ku sebelum teringat kembali akan kata katanya malam tadi.
Ugh... hati ku terasa sakit kembali ketika mengingatnya...
"Pagi Kakak pertama! " ucap mereka berdua bersamaan, seperti ingin mengisyaratkan ku akan sesuatu.
Pada saat itu... aku tersadar dan dengan spontan bertanya pada mereka "kalian sudah... jadian?".
Deg... deg... deg...
Jantungku berdetak kencang menunggu jawaban mereka.
Dan... yah, salah satu dari mereka mengangguk dengan malu. Dan diriku yang mendengarnya... Hatiku semakin sakit... rasanya seperti tertusuk oleh ribuan pedang...
" Kalau begitu selamat ya... tapi ingat, jangan sampai ketahuan" kata ku mengingatkan mereka.
Setelah itu... mereka pergi keluar kamar ku dengan bergandengan tangan...
Meraka... tampak bahagia.
Setelah mereka pergi meninggalkan kamar ku...
Aku teringat kata kata mama di sela sela tangis ku yang dengan samar terdengar...
"Cobalah untuk melupakannya... masih ada ribuan bintang di langit... jika salah satunya padam, masih ada yang lain. Begitu pula pria, di dunia ini tidak hanya dia yang bisa kamu cintai... masih banyak pria di luar sana, yang bisa kamu cintai".
Mama... mungkin itu terlihat mudah...
Tapi, aku tidak bisa...
Diriku yang saat ini... Perasaan ku... Sepertinya aku... tidak mungkin bisa melupakan nya semudah itu.
...
Beberapa bulan berlalu... dengan diriku yang terus bersedih... dengan diriku yang terus berpura pura bahagia di depan mereka...
Kini...
Aku paham, aku... tidak akan menjalin hubungan dengan siapapun...
Aku... tidak ingin menyimpan perasaan untuk siapapun lagi...
Aku... aku takut jika hal itu terulang kembali...
Aku takut... ketika aku sudah memiliki perasaan pada seseorang... orang itu akan meninggalkan ku...
Lagi...
Lagi...
Dan lagi...
Sudah cukup...
Sekarang... aku hanya ingin sendiri...
Tidak,,,,
mungkin... untuk seterusnya juga...
-THE END-