Hana sedang bernyanyi. Tapi nyanyiannya sangat sumbang. Semua nada tidak ada yang pas. Kadang terlalu tinggi. Kadang terlalu rendah.
"Aku pengen jadi penyanyi." Hana mengutarakan keinginannya ke Joshua.
Apa!?
Hana mau jadi penyanyi?
Aku nggak salah dengar?
Nyanyiannya itu bisa bikin mayat bangkit dari kubur.
"Aku rasa kau harus mengubah cita-citamu itu," saran Joshua.
"Kenapa?"
"Aku harap kau tidak marah atau sakit hati."
"Aku tidak akan marah atau sakit hati," janji Hana.
"Nyanyianmu itu terlalu fals. Banyak nada yang salah."
"Kalau aku belajar bernyanyi apa masih bisa diperbaiki?"
"Mungkin."
Hana akhirnya mengikuti les vokal. Seperti yang ia duga ia berada di peringkat terbawah. Tapi ia tidak patah semangat. Ia terus berlatih bernyanyi. Beruntung guru les vokalnya cukup baik dan murah hati. Ia mengajari Hana yang buta nada dengan sabar.
Perlahan nyanyian Hana mulai membaik. Walaupun masih kalah jauh dari penyanyi-penyanyi yang ada.
Aku baru saja menaiki satu anak tangga.
Masih ada banyak anak tangga yang harus aku naiki.
Tapi aku percaya ...
Impian menjadi penyanyi pasti bisa aku capai.