Menyanyi, salah satu aktivitas atau kegiatan yang menyenangkan dan sering dilakukan banyak orang. Bernyanyi dapat dilakukan secara solo atau individu maupun secara vokal grup.
Beda lain dengan penyanyi!!
Penyanyi adalah seseorang yang membawakan sebuah lagu dengan cara mengeluarkan nada melodis melalui suara dari mulutnya baik dengan iringan musik maupun tidak.
Selain itu juga ada lagi yaitu Bernyanyi, dan mungkin bis ada lagi, namun Kali ini yang kita tuju adalah Menyanyi, di mana menyanyi ini seperti apa yang di katakan tadi.
Kali ini saya akan membuat cerita tentang Seorang anak sekolah Menyanyikan lagu ibu untuk menyambut seorang malaikat tak bersayap yaitu ibu.
Namun dari segerombolan anak-anak ini ada salah satu anak laki-laki yang yatim piatu, dirinya tidak punya ayah dan ibu, makan saja tetangganya yang memberi, jika tidak ada yang memberi dirinya harus kuat menahan laparnya, dia juga di sekolahkan oleh salah satu guru di sekolahnya.
Anak itu bernama Adit Prayoga, seorang ayah dan ibu yang memberikan nama itu untuknya, namun kini nama itu hanya bisa berdiri sendiri di atas kertas bertanda tanganan negara, Adit adalah seorang anak lelaki yang tangguh dan mandiri, dirinya bisa hidup meski dia sendiri.
Adit Prayoga berumur 7 tahun di mana sekarang dirinya duduk di bangku kelas 2 SD, dirinya merasa beruntung punya teman-teman yang baik padanya, semua teman-temannya selalu membantu Adit ketika kesusahan, apalagi guru-gurunya yang sangat menyayangi Adit.
Tanggal 22 Desember mendatang nanti, sekolah nya Adit merayakan hari ibu bersama, semua guru memberitahu kepada murid-muridnya untuk memberikan surat dari sekolah untuk ibunya, mereka semua merasakan senang mendengar bocoran sedikit dari gurunya.
Namun beda dengan Adit, yang hanya ikut tersenyum sambil berekspresi sedih yang terlihat di matanya, dirinya merasa sakit saat mendengar kata IBU, dirinya belum pernah sempat merayakan hari ibu bersama, dulu dia masih kecil dan belum tahu apa-apa, dan kini gurunya memberitahu kalau hari ini adalah hari ibu.
Sungguh sakit hati Radit mendengarnya, besok adalah hari ibu dan semua teman-temannya pasti datang bersama ibunya.
"Besok hari ibu, Semua teman Adit pasti akan datang dengan ibunya, lalu Adit akan bawa siapa!! kepada siapa juga aku harus memberikan surat ini!!" Lirih Adit sembari memegang kertas pemberitahuan itu dan menunduk sedih di bangkunya.
"Baik anak-anak, karena kita semua akan mendatangkan orang tua kalian, jadi kita harus melakukan pertunjukan untuk mereka. Ibu sudah sepakat dengan guru lain, bahwa kita kan melakukan pertunjukan Menyanyi. karena temanya ibu, jadi judul lagunya juga ibu, Yaitu {Cinta untuk mama}, kalian semua harus kompak dalam Menyanyi lagu itu agr ibu kalian bangga melihatnya, ibu akan mengajarkan kalian lagu itu sekarang" Ucap guru itu tidak sadar dengan Adit yang yatim piatu itu, mereka semua bersiap untuk berlatih untuk besok, semuanya senang dan dengan penuh semangat untuk tampil.
Adit hanya mengikuti saja, dirinya berbaris di bagian depan, karena badannya yang kecil dan kurang tinggi dari temannya, Adit hanya mengikuti saja dan tidak bisa meminta apa-apa, takutnya nanti dia malah jadi pengacau.
..
Besok pun tiba, Tepat tanggal 22 Desember, hari ini adalah hari berharga bagi anak yang mempunyai seorang ibu, meski Adit tidak punya ibu, tapi semangatnya untuk menyambut hari ibu sangat lah fit dan paling awal datang ke sekolah.
Adit melihat sekolahnya yang sedang di dekorasi, membuat dirinya semangat untuk membantu, Adit membantu para bapak-bapak untuk memasang bekron dan dekorasi lainnya.
Sampai keringat membasahi wajah Adit dan ini malahan menjadi sebuah penyemangat baginya, rasa sakit yang ia rasakan sedari tadi kini hilang saat dirinya teraktivitaskan.
Panggung sudah jadi tinggal menunggu orang tua murid dan penonton lainnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 08:22, Dimana semua para orang tua siswa-siswi sudah berkumpul dan sedang menunggu penampilan dari kami, Dengan cepat Radit berlari masuk kedalam kelasnya.
Di sana teman-temannya sudah siap untuk Menyanyikan lagu spesial untuk ibunya, Anak-anak sudah menyiapkan sebuah kado yang mereka buat kemarin bersama-sama dan nanti akan di berikan langsung kepada ibunya di akhir lagu.
Acara di mulai, MC mulai mengucapkan salam dan berqqadimah sedikit, lalu tidak lama dari muqaddimah itu penampilan segera di laksanakan.
Semua siswa-siswi kelas Adit sudah siap di atas panggung untuk menyanyi, tinggal menunggu nada masuk mulai.
#Cinta Untuk Mama#
..
Apa yang ku berikan untuk, mama
Untuk mama, tersayang
Tak ku miliki sesuatu berharga
Untuk mama tercinta
Tak ku miliki sesuatu berharga
Untuk mama tercinta
Hanya ini ku nyanyikan
Senandung dari hatiku untuk mama
Hanya sebuah lagu sederhana
Lagu cintaku untuk mama
Walau tak dapat selalu ku ungkapkan
Kata cintaku tuk mama
Namun dengarkanlah hatiku berkata
Sungguh ku sayang padamu mama
Hanya ini ku nyanyikan
Senandung dari hatiku untuk mama
Hanya sebuah lagu sederhana
Lagu cintaku untuk mama
Lagu cintaku untuk mama, mama.
..
Lagu selesai semua anak-anak berbondong-bondong memberikan hasil kadonya kemarin untuk ibunya, namun Adit hanya bisa berdiri sembari memegang kado itu dan tertunduk menangis melihat teman-temannya yang sibuk memeluk ibunya, lagu masih mengiringi Adit di panggung, Adit menangis tidak kuat melihat mereka dia terus melangkahkan kakinya ke samping kanan dan kiri dengan posisi kepalanya terus menunduk melihat kado buatannya.
Tiba-tiba gurunya Adit berlari dan langsung merangkul Adit yang menangis itu dan guru tersebut juga ikut mengeluarkan air mata, sambil terus mengusap-usap kepala nya Adit.
Adit hanya terdiam sembari tersedu-sedu dan sesekali berbicara pada gurunya itu.
"Ibu!! bisakah kau menggantikan ibuku sementara ini, aku ingin sekali memberi kado ini pada ibuku, namun aku bingung harus memberikannya pada siapa!! yang ku punya hanya ibu dan teman-teman, teman-teman ku sibuk bersama keluarganya dan sedangkan aku bingung akan memberi kado ini kepada siapa!?" Lirih Adit membuat ibu guru itu menatap nya penuh kasihan, guru itu mengangguk dan segera menerima kado yang di berikan Adit padanya.
Isinya terdapat gambar seorang laki-laki dan perempuan bergandengan tangan lalu perempuan itu lalu demi lalu menghilang saat tumpukan kertas yang bergambar ibunya Adit tarik satu persatu, DNA akhirnya tersisa hanya dia seorang yang tangannya menggenggam angin.
Ada juga sebuah surat untuk ibunya, Adit meminta guru itu mendengarkan isi surat yang ia buat untuk ibunya, lalu ibu guru itu tersenyum dan meminta Adit membacakannya di panggung menggunakan microfon, tanpa tolakan apapun Adit segera menerima mik dari MC itu dan segera di iringi dengan lagu yang tadi oleh tim musiknya.
"Ibu. Aku Rindu padamu, bisakah kau datang sebentar untuk melihatku berpuisi!! puisi ini untuk mu ibu, jika kau ada di sini? dengarkan lah🥺.
"Ibu,
Kaulah yang
kubanggakan
Kaulah tempatku berpijak
Kaulah tempat sandaranku
Kaulah panutanku
segalanya bagiku…
Di tangan ibulah aku dapat merasakan betapa bahagianya aku.
Betapa senangnya aku melihat ibu tertawa lepas.
Betapa hancurnya
hatiku ketika melihat ibu menangis.
Dan apakah sekarang ibu yang menangis melihatku disini berdiri sendiri tanpa tangan mu yang halus itu?
Apakah ibu kuat melihat aku seperti ini?
Ya Allah… Tempatkan lah ibuku di sisi mu, curahkanlah rahmat-Mu untuk ibuku.
buatlah aku menjadi anak yang kuat, dan dapat berbakti kepada ibuku dengan sepenuh hatiku, dengan panjatan do'a yang ku kirimkan padamu.
Ya Allah, ke dalam tangan-Mu kuserahkan keluarga ku🥺.
Aamiin!!
..
puisi itu menjadi penutup acara bagi hari ibu, semua orang yang mendengarnya menangis meratapi nasib Adit yang kini hanya sebatang kara dan tinggal dengan seadanya, namun dirinya akan kuat menempuh masa depannya demi melihat ibunya di syurga tersenyum melihat perjuangan ku, hanya sebuah puisi dan nyanyian lagu ini yang ku berikan pada mu ibu😟🥺.
.
.
.
Jagalah ibuku yang jauh dari pantauan ku ya Allah, beri dia kecukupan dalam hidupnya, beri dia kebahagiaan dalam keluarganya, aku di sini hanya bisa berdo'a untuknya dan hanya padamu lah Ya Allah aku meminta, dan hanya kepadamu lah aku memohon semuanya 🥺, Kabulkan lah do'a-do'a ku dan buatlah aku tenang di sini yang sangat merindukannya 😭🥺.
Jika Di perbolehkan, aku ingin berteriak mengatakan "Aku Rindu Ibu" Berapa lama lagi aku menahan rasa rindu ini!!
Ibu tunggu aku pulang dan jaga selalu kesehatan mu, I love you mom, I Love Family.
😚😭🥺