Hari ini smp kenangan sedang mengadakan kemah di hutan lindung dekat sekolah. Semua murid sangat senang dan ikut serta dalam acara itu, terutama risma. Risma adalah siswa kelas 1 smp kenangan. Dia sangat menyukai kegiatan diluar rumah seperti berpetualang dan menyelidiki hal-hal yang terjadi dialam luar.
Dia begitu tidak sabar, murid-murid yang lain belum ada yang datang. Tapi dia sudah menunggu disekolah.
Beberapa saat berlalu, merekapun pergi berkemah. Saat sampai hutan lindung, mereka mencari tempat yang cocok untuk mendirikan tenda. Sampainya di tempat yang tepat, para guru pun membagi semua murid menjadi tiga kelompok. Kelompok 1, bertugas untuk mendirikan tenda. Kelompok 2 bertugas untuk mencari kayu. Dan kelompok 3 bertugas untuk mengambil air. Risma masuk dalam kelompok 3.
Saat risma dan timnya mengambil air. Risma melihat ada benda kecil yang terbang. Ia pikir itu kupu-kupu. Tapi setelah diperhatikan, benda itu seperti memiliki tangan dan kaki manusia.
Risma yang penasaran pun mengikuti benda itu. Saat itu tidak ada yang sadar akan kepergian risma. Dan risma juga melupakan tim, tugas, dan acara kemahnya. Karena terlalu penasaran. Risma pun terus mengikuti benda itu. Hingga ke suatu tempat yang sangat indah. Penuh dangan bunga dan pepohonan. Saat itu juga risma mengetahui bahwa benda yang ia ikuti itu adalah seorang peri kecil. Dan betapa takjubnya ia melihat begitu banyak peri ditempat itu.
"Pe...peri.. benarkah ini. Andai aku bawa hp, kan bisa aku foto."
"Siapa disana" tanya seorang peri
"Gawat.. gawat.. aku ketahuan, bagaimana ini." Gumam risma. " ee... hai, 👋"
"Kau manusia, untuk apa kau kemari"
"Te..tanang, aku gak jahat kok. Tadi aku kebetulan lewat."
"Tunggu, kau bisa melihat kami."
"Iya."
Lalu peri itu melihat gelang yang kupakai dan bertanya.
"Apakah itu gelangmu."
"Iya."
"Pantesan kamu bisa lihat kami."
"Memang gelang ini ajaib ya."
"Nggak. oh ya, siapa namamu?"
"Aku risma. Aku kehutan ini untuk acara kemah bersama siswa dan guru disekolahku. Oh ya aku lupa pamit sama buk guru, pasti buk guru khawatir padaku. Aku harus segera kembali."
"Apakah kamu mau kembali. Tapi bukankah hari sudah hampir gelap."
"Iya juga sih. Jadi gimana."
" emm... kamu disini aja, kebetulan kami akan membuat acara api unggun. Mungkin kamu bisa membantu kami."
"Yah, baiklah"
Acara api unggun pun berhasil dibuat. Lalu risma mendengar suara teman dan gurunya sedang mencarinya. Ia pun meminta izin para peri untuk mengundang para teman dan gurunya. Agar mereka juga bisa menyaksikan acara api unggun ini. Para peri pun mengizinkannya.
Saat mereka melihatnya. Mereka semua takjub akan keindaha dari api unggun itu. Mereka pun melalui malam dengan bahagia dihutan peri. Walau begitu semua orang tidak tahu kalau ada peri bersama mereka dan hanya risma yang bisa melihat peri itu.