Dimalam yang begitu gelap, risa sedang duduk di kasur sambil memengang sebuah foto.
"Zaka, dimana dirimu dan sedang apa kamu. Aku begitu merindukanmu. Aku benar-benar merindukanmu. Aku ingin sekali saja bertemu denganmu. walau itu dalam mimpi, aku ingin.
Risa pun tidur sambil memeluk foto kekasihnya, zaka. Lalu ia mendengar ada yang memanganggil namanya.
"Risa.. risa... bangunlah.., lihat bukankah aku sudah datang untuk menemuimu."
Perlahan risa membuka matanya. Dan ia melihat orang yang selama ini dia rindukan dan nantikan telah berdiri dihadapannya. Risa pun langsung memeluk zaka sambil menangis bahagia.
"Zaka.. benarkah ini dirimu. Kau tahu aku ini sangat mencintaimu. Setiap detiknya aku selalu merindukanmu.
"Aku tahu, aku juga mencintaimu. Namun, aku gak bisa mengubah takdir ini. Maafkan aku yang telah membuatmu terluka."
"Iya gak papa kok, aku tahu. Setidaknya kini aku bisa bersamamu dan melepas rasa rinduku."
Mereka terus berpelukan. Setelah itu zaka membawa risa kesuatu tempat yang indah. Lalu zaka pun mengeluarkan sekotak cincin dari sakunya, sambil berkata.
"Dibawah bintang dan bulan sebagai saksinya. Aku kabarkan keseluruh dunia. Dengan ini saya menyatakan cinta yang tak terbatas kepada risa wulan dari. Jika suatu hari kami terpisahkan oleh takdir. Maka kami akan bertemu kambali. Apakah kamu menerima cinta yang tak terbatas ini."
"Ya, aku terima."
Zaka pun memasangkan cincin dijari manis nya risa.
Setelah itu muncullah cahaya yang begitu terang, menyinari risa hingga ia terbangun dari mimpi indahnya itu.