Namaku kirana sari, umur 20 tahun. Seorang mahasiswa biasa dan sederhana. Aku juga sangat menyukai nofan satria, seorang mahasiswa dari keluarga terkaya dikota. Nofan juga menjadi idola para cewek karena wajahnya yang tampan, tubuh tinggi, dan dia sangatlah sempurna.
Setiap hari aku mencoba untuk bisa bersama nopan. Tapi aku ragu, karena nopan selalu dikelilingi oleh cewek yang lebih cantik, lebih kaya, dan lebih segala-galanya. Sedangkan aku, apalah diriku ini. Hanya bagaikan rumput yang slalu diabaikan dan tidak disadari keberadaannya.
Setiap hari aku hanya bisa melihat nopan dari jauh. Aku tidak punya keberanian untuk mendekatinya.
Suatu hari aku melihat dia duduk menyendiri. Dia juga terlihat sedang sedih. Aku pun memberanikan diri menemuinya. Karena saat itu hanya ada aku dan dia. Dengan sedikit gugup, aku pun menanyakan keadaannya.
"Hai, kamu kenapa?"
"....."
"Kalau ada masalah lebih baik kamu ceritakan sama orang yang kamu percaya. Mungkin dia bisa memberimu cara memecahkannya. Kalau dipendam sendiri, itu hanya akan menyakiti dirimu."
Setelah itu, dia pun mulai menceritakan masalahnya. Aku yang mendengar curhatan darinya. Lalu aku memberikan solusi kepadanya. Sejak saat itu kami pun menjadi teman. Sekarang aku udah gak ragu lagi saat bersamanya. Dan nopan juga sering datang dan menceritakan masalahnya kepadaku.
Semakin lama aku semakin menyukainya. Tapi suatu hari dia datang padaku. Dia memperkenalkanku kepada tunangannya clara. Nopan juga mengundangku keacara pertunangannya.
Saat itu hatiku terasa sakit sekali. Dengan senyum palsu, aku mendoakan hubungan nopan dan clara.
Setelah mereka pergi. hatiku rasanya hancur, aku menangis sekuat-kuatnya. Namun, aku juga sadar bahwa aku telah terlalu berharap. Aku berharap bisa meraih bintang yang tinggi dan bersinar. Hingga akhirnya aku jatuh dan terluka.
Walaupun begitu, kini aku sudah tidak terlalu menyesalinya. Karena aku tahu walau aku tidak bisa meraihnya. Setidaknya aku bisa berguna untuknya, bisa menjadi wadah tempat mencurahkan kesedihannya, dan bisa memberinya solusi akan suatu masalahnya. Itu artinya aku bagaikan pelita dalam hidupnya. Dan dengan itu aku sudah merasa puas.