Aku pernah mengalami sebuah kejadian yang sangat menakutkan. Terjebak di dalam sebuah lift yang rusak selama berjam-jam lamanya seorang diri. Saat itu aku baru pulang dari kantor.
Suasana sudah sangat sepi, hanya ada aku yang masih berkeliaran di unit apartemen ini. Tanpa ada firasat apapun aku memasuki lift dan menuju lantai atas di mana unit apartemenku berada.
Namun entah di lantai berapa, tiba-tiba saja lift berhenti. Tidak hanya berhenti, lampu di dalam lift pun mendadak juga mati. Tentu aku sangat panik ketika itu, juga sangat ketakutan. Aku berusaha menekan tombol bantuan yang ada di sana, tetapi tidak ada jawaban dari seberang. Akhirnya aku mencoba untuk berteriak meminta pertolongan.
Cukup lama aku berteriak, berharap ada seseorang yang mendengarkanku. Namun, nihil. Tidak ada seorang pun yang datang. Sungguh sial nasibku ketika hendak menghubungi salah seorang security di gedung ini, tapi ponselku kehabisan daya. Cara terakhir yang bisa kulakukan adalah menggedor pintu lift.
Tetap saja usahaku sia-sia dan yang terjadi selanjutnya adalah lift itu bergoyang. Entah apa yang sebenarnya terjadi, tetapi aku merasakan jika lift ini meluncur ke bawah. Aku jatuh terduduk dan mencoba mencari pegangan. Mataku terpejam, tubuhku gemetar ketakutan.
BRAK!
Suara nyaring itu membuat jantungku hampir copot. Mendapat benturan yang sangat dahsyat seperti itu membuatku terkejut, beruntung posisiku saat ini tidak sedang berdiri. Jika tidak, sudah dipastikan aku akan membentur dinding lift dengan keras.
Suasana masih hening, entah berada di lantai berapa aku saat ini. Aku hanya bisa berharap semoga ada seseorang yang menyelamatkanku. Udara di dalam sini juga bertambah dingin. Aku memeluk tubuhku sendiri untuk mengurangi rasa dingin.
Aku tidak tahu sudah berapa lama berada di dalam sini, tubuhku terasa makin lemah. Juga dingin semakin menyerangku. Aku kaget saat ada air menggenang masuk ke dalam lift. Makin lama air itu makin tinggi. Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku benar-benar takut saat ini.
Aku tidak mau mati sia-sia di dalam sini. Kembali berteriak meminta tolong walau nyatanya hanya menghabiskan suaraku saja. Air naik makin tinggi, bahkan kini sudah sampai ke leher. Kepanikan mulai terus menyerangku, aku tidak bisa berenang.
Air masih terus naik hingga membuatku tenggelam. Namun, aku masih berusaha bertahan hidup. Aku tidak mau terus berada di dalam sini, sangat menakutkan. Di sisa kesadaran yang kumiliki, aku terus berdoa dan berharap segera ada seseorang yang menolongku.
Namun, sepertinya memang sudah nasibku berada di dalam lift ini selamanya. Hingga saat ini, aku tidak bisa keluar dari lift ini. Bahkan, hingga lift ini diperbaiki dan dapat digunakan lagi. Aku masih bertahan di lift ini, menemani para penumpang yang naik ke lift.
🚪🚪🚪