Kamu adalah orang yang dahulunya pernah mendekatiku, bahkan juga pernah menjadi orang yang spesial bagi hidupku. Bukan sekedar cantik, Kamu itu begitu manis dan menawan, tak lupa sikapmu yang sempat membuatku merasa nyaman dengan harap bisa lebih lama lagi bersama dirimu. Namun, apa yang aku inginkan ternyata tidak bisa bertahan dalam waktu cukup lama.
Mengingat hal lama membuat diri ini kadang tersenyum sendiri. Lantaran ada banyak hal yang sudah kita lakukan dimasa lampau dan kini membekas didalam ingatan. Kamu menampilkan berbagai ekspresi yang aku sukai dan juga sisi romantis yang pernah kita buat tentunya bermakna dalam menjalani masa pacaran ketika itu.
Pada akhirnya itu semua tetaplah berada dimasa lalu. Kali pertama pacaran sampai kita berpisah pun aku tetap bisa mengingatnya.
Kini apa yang aku ingat itu muncul kembali. Setelah sekian lama tidak berjumpa, kini engkau hadir dihadapan dengan perubahan yang sudah terjadi. Dirimu semakin cantik dengan penampilan yang anggun. Ketika bertemu denganku, dirimu bersikap ramah dan terkesan baik.
Dirimu menyapa kala aku sedang berjalan seorang diri ditrotoar kota. Kedatanganmu membuatku terkejut awalnya dan akhirnya aku membalas sapaanmu dengan menanyakan kabar. Cukup canggung bagiku kini ketika berbicara denganmu. Namun engkau malah tidak merasakan hal yang sama denganku. Ini sebuah perbedaan antara kita berdua. Sempat terpikir kenapa aku masih canggung saat berbicara dengan dirimu? Padahal aku sudah tidak ada hubungan spesial lagi denganmu. Akan tetapi aku akhirnya bisa mengerti bahwasannya aku masih lekat mengingat masa lalu dan kehilangan rasa berteman denganmu.
Padahal saat putus, dirimu memintaku untuk tetap menjaga hubungan dengan menjadi temanmu. Namun saat ini rasanya sedikit sulit, terlebih masih dibayang-bayang akan masa lalu.
Pertemuan ditrotoar itu berlanjut disebuah kafe yang tak jauh dari lokasi titik temu sebelumnya. Sebuah kopi hangat menjadi teman kita kala sedang berbincang. Dirimu bercerita mengenai kehidupanmu saat ini, begitu pula dengan diriku yang berbagi cerita mengenai kehidupanku sekarang ini. Selain itu kita juga bercerita akan masa lalu saat masih berstatus pacaran dahulu.
Setelah berbicara dalam waktu cukup lama, tiba-tiba dirimu mengeluarkan sesuatu dari dalam tas. Lalu memberikannya kepadaku dengan ucap "hadiah".
Awalnya aku menolak. Tetapi kamu terus memaksa hingga hadiah itu berpindah tangan kepadaku.
Aku membukanya dan melihat isinya.
Terdapat beberapa cokelat yang tersusun didalam kotak hadiah itu. Aku mengucapkan terima kasih usai menerima hadiah tersebut.
Setelah memberi hadiah padaku, secara mendadak kamu mengatakan sesuatu yang membuatku terkejut ditempat.
"Bisakah kita kembali bersama seperti sebelumnya?"
Ini sungguh mendadak sekali. Tidak kusangka kamu akan berkata seperti itu.
Sekarang dia hadir dengan sebuah pengharapan.
Dia ingin menjalin hubungan seperti dimasa lalu.
Aku tidak bisa menjawab cepat, namun aku tahu bahwa diriku harus menjawab pertanyaan dadakannya tersebut.
Sesuai dengan apa yang aku rasakan kini, aku pun merasa bisa menjawab dengan cukup jelas.
Saatnya aku menjawabnya.
Setelah menjawab, aku berharap kamu bisa mengerti.
Ternyata kamu menerima jawabanku dan mengerti akan rasa yang aku alami saat ini.
Kamu melempar senyum dan mengajakku berjabat tangan. Lalu kamu menyampaikan salam perpisahan dihari itu dan pergi mendahuluiku.
Maafkan aku yang menolak apa yang kamu harapkan. Tetapi itulah yang aku rasakan saat ini. terlebih semenjak apa yang aku harapkan malah berujung sirna karena ulahmu dimasa lalu.
Menjadi teman, aku rasa itu sudah cukup untuk kita berdua sekarang ini.
Walau bunga cintaku telah gugur, kita masih tetap bisa saling tegur.
-----SELESAI-----