Hari sudah sangat malam. Aku berjalan menyusuri jalanan yang sangat sepi. Tadi niatku keluar rumah adalah untuk membeli makanan untuk makan malam. Makanan itu sudah kubeli dan aku sedang menuju jalan pulang. Tadinya aku tidak ingin keluar, ingin makan yang ada saja di rumah. Namun, adikku yang meminta ingin dibelikan nasi goreng yang jaraknya lumayan jauh dari rumah.
Walau jauh, aku lebih suka berjalan kaki. Lagipula sekalian aku ingin mengerjai adikku. Biar saja nasi goreng ini lama sampai rumah. Aku terkikik geli saat membayangkan bagaimana raut kesal adikku saat nanti aku tiba di rumah. Aku masih berjalan santai sambil memainkan kantong yang ada ditanganku ini. Namun, tiba-tiba saat hendak menyeberang jalan ada sebuah mobil yang melaju kencang.
Mobil itu juga sepertinya terlihat terkejut melihatku berdiri di tengah jalan seperti ini. Namun, mobil itu gagal menginjak rem tepat waktu. Alhasil tubuhku terpental sejauh beberapa meter dari mobil itu. Aku merasakan tubuhku sakit. Kulihat mobil itu hanya diam di tempatnya, tapi tidak lama mobil itu tancap gas meninggalkanku. Aku membulatkan mata melihat mobil itu kabur.
Aku pun berniat mengejar mobil itu, ingin meminta pertanggungjawaban. Bukan aku yang salah di sini, melainkan mobil itu. Di sini masih komplek perumahan sehingga dilarang mengemudi ngebut. Walaupun jalanan yang sepi. Aku masih berusaha mengejar, tapi nihil. Lariku tidak bisa secepat itu, juga walaupun aku sudah berteriak dengan kencang tetap saja mobil itu tidak mau berhenti.
Aku memutuskan untuk berhenti mengejar mobil itu dan berniat pulang. Namun, aku teringat jika nasi goreng yang tadi kubeli hilang entah kemana. Aku terlalu malas untuk berbalik mengambilnya di tempat tadi. Saat ini hanya satu yang kuinginkan, aku ingin segera sampai rumah dan mengobati luka di tangan dan kaki.
Sepertinya aku sudah lama berjalan berputar-putar di tempat ini. Atau ini hanya perasaanku saja? Bagaimana bisa aku mendadak lupa dengan rumahku sendiri? Aku merogoh kantong, semoga aku membawa ponsel sehingga bisa menghubungi adikku dan memintanya untuk segera menjemputku. Aku bahkan tidak tahu sedang ada di mana. Bagaimana bisa mendadak aku lupa dengan perumahan tempat tinggalku?
Aku masih berjalan dan berusaha mengingat-ingat di mana rumahku berada. Sayang sekali, aku tidak membawa ponsel. Aku memutuskan untuk berhenti sejenak. Sepertinya aku harus tenang saat ini, jika pikiranku kacau akan makin linglung aku. Aku berjongkok di pinggir jalan dan mencoba mengingat jalan menuju rumah.
"Sial! Tetap nggak ingat," teriakku frustasi.
Apakah ini gara-gara kecelakaan yang menimpaku tadi? Tapi aku tidak merasakan luka yang serius.
Aku kembali berjalan mengikuti jalan, berharap nanti bisa sampai rumah. Namun, tetap saja sepertinya aku hanya berputar-putar saja. Rasa putus asa muncul dan aku mulai ketakutan. Apakah seperti ini rasanya amnesia? Namun, mataku melihat ada kerumunan orang tidak jauh dari tempatku berdiri. Aku segera berlari menghampiri mereka, ingin bertanya ke mana arah rumahku. Semoga saja mereka tahu.
"Permisi, Pak. Bapak tau rumah Pak Agus?" tanyaku pada seorang bapak berkaos putih dan memakai sarung.
Bapak itu tidak menjawab pertanyaanku. Aku mencoba kembali bertanya dengan suara yang lebih keras karena memang orang-orang ini sedang ribut. Entah meributkan apa.
"Pak!" panggilku lagi dengan suara yang lebih kencang.
"Mas Jamal!" Seseorang memanggil namaku membuat aku spontan menoleh.
Mataku berbinar melihat ada keluargaku datang. Sepertinya ada seseorang yang memberitahu bahwa aku tersesat.
Ternyata anggapanku salah. Mereka bahkan tidak melihatku. Mereka menyeruak membelah kerumunan itu. Setelah orang-orang menyingkir, baru aku bisa melihat dengan jelas apa yang ada di sana. Aku melihat sosok diriku tergeletak di sudut jalan ini. Dengan wajah berlumuran darah.
Di antara kebingungan yang menderaku. Tiba-tiba aku merasakan cairan hangat mengalir di belakang kepala. Aku menyentuh bagian belakang kepalaku.
"Darah?" ucapku kaget.
Setelahnya, aku merasakan sakit yang sangat dahsyat. Kepalaku rasanya mau pecah dan seluruh tubuhku mendadak kaku. Lalu semuanya menjadi gelap, suara riuh tadi juga sama sekali tidak terdengar.
🥀🥀🥀