"Plaak..."
"Chenle! Kita baru menikah satu tahun yang lalu! Kenapa kamu masih bermain main dengan wanita itu", Alice mengamuk karena ia sedang melihat seorang wanita yang bergelayutan di tangan Chenle.
"Hmm? Alice? Kenapa kamu di sini?", ucap Chenle santai. "Justru aku bertanya padamu kenapa wanita itu ada di sini?", ucap Alice sembari menunjuk wanita yang sedang bergelayutan manja di tangan Chenle. "Oh, yang kamu maksud itu Kelly ya? Aku sedang berkencan dengannya!", jawab Chenle.
"Kenapa kamu seperti itu? aku sangat kecewa padamu!", bentak Alice kepada Chenle. "Memangnya kenapa? Siapa suruh kamu tidak segera mengandung anakku!", ucap Chenle menyepelekan. "Plak...", Alice menampar Chenle untuk kedua kalinya. "Aku juga butuh waktu! Tidak mungkin bayi langsung ada di rahim tiba tiba! Tidak bisakah kamu sabar? Dan apa kamu yakin wanita di sampingmu itu bisa mengandung anak darimu?", ucap Alice panjang lebar, tak ingin kalah dari Chenle.
"Diam kamu! Aku tidak ingin anakku melihat aku bertengkar dengan wanita sepertimu!", bentak Chenle sembari menggenggam tangan Alice yang hendak menamparnya lagi. "A-anak? apa maksudmu? anak siapa?", tanya Alice.
"Heh, semenjak 9 bulan aku menikah denganmu dan tidak memiliki momongan, aku sudah tidak sabar. Lalu aku berhubungan dengan Kelly!", ucap Chenle tanpa memperhatikan perasaan Alice. "Dan Kelly tidak sepertimu, baru saja tiga bulan, ia sudah mengandung anakku!", lanjut Chenle.
"Tapi kita sudah menikah, Chenle, mengapa kamu tega melakukan ini kepadaku?", "Bukankah anak kalian itu anak di luar nikah?", Kenapa kamu sangat tidak sabar? Bukankah dulu kamu berjanji akan setia padaku?", Ucap Alice, sembari menahan Isak tangisnya. "Lalu kenapa? Dulu aku berjanji setia kepadamu, namun sekarang tidak!", "Kami itu murahan! Kamu tidak ada apa apanya kalau dibandingkan dengan Kelly!", bentak Chenle.
"Dasar Playboy!", Bentak Alice sembari melepas dan melempar cincin pernikahannya ke arah wajah Chenle.
Amanat: Untuk kalian yang wanita, lihatlah sikap orang yang kalian cintai, apa ia benar benar tulus denganmu!
#Tantangan hari 11
#Cincin yang ditusuk pedang panjang