Greenhills, sebuah kota megah yang berdiri diantara lereng pegunungan dan lembah hijau, salah satu kota besar yang berada di wilayah Altera, layaknya kota besar lainnya kota itu memiliki kastil sebagai bangunan utamanya, meskipun tidak semegah kastil aerothopia, kastil greenhills punya daya tarik tersendiri, dengan bangunan yang lebih modern dan warna yang cerah, kastil itu seolah dibangun menyesuaikan dengan latar disekitarnya yang berupa pegunungan dan lembah hijau yang subur, siapapun yang memandangnya pasti akan merasa ingin tinggal disana.
Sebagai salah satu kota penting dan nadi bagi kerajaan altera, greenhills merupakan salah satu roda ekonomi dan pengetahuan kerajaan, disana berdiri sekolah sekolah keahlian dan pusat penelitian, banyak orang mengasah berbagai ilmu pengetahuan dan keahlian di tempat itu, dari rakyat jelata, bangsawan, prajurit kerajaan yang bebas tugas, ataupun pengembara. pedagang dari berbagai penjuru kerajaan pun seolah tersedot ke tempat ini, melalui jalur darat, dan jalur sungai yang mengalir di sepanjang lembah, membuat greenhills menjadi salah satu jalur perdagangan yang terpesat di seluruh negeri.
Dari kejauhan tampak seorang penunggang kuda memandang kearah kota, dibalik tudung dan jubahnya yang berwarna cokelat kemerahan ia tampak begitu kelelahan, setelah hampir dua hari tiga malam berkuda dengan susah payah akhirnya ia bisa sampai ke tempat itu, ingin rasanya ia beristirahat sejenak dan memejamkan mata, tapi ia tidak bisa, ia harus sesegera mungkin bertemu dengan tuannya, dan mengabari semua kekacauan di ibukota.
" Sedikit lagi sampai, aku tidak boleh berlama lama. " bisiknya dalam hati seraya mengelus leher kuda tunggangannya yang sejak tadi bergerak tak nyaman dengan dengusan berat karena kelelahan.
sementara disudut lain, tersembunyi diantara pepohonan basswood dan semak rerumputan sekelompok Bowman dan halberdier berkuda tengah mengawasi buronan mereka, jumlah mereka sekitar selusin lebih, setelah melacak jejaknya selama berjam-jam dan berusaha tetap menjaga jarak agar tidak ketahuan, akhirnya mereka bisa menemukan buruannya.
Seorang halbreider yang berada diantara mereka menyuruh seorang Bowman mendekat ke arahnya.
" Bunuh dia sekarang, jangan tinggalkan jejak, lakukan dengan satu bidikan. !!! " bisiknya berisi perintah mematikan.
prajurit Bowman itu mengangguk mantap, ia bergerak turun dari kudanya lalu menyerahkan tali kekang yang masih ia pegang kepada Bowman lain di dekatnya.
Ia bergerak perlahan mendekati buronan mereka seraya menyiapkan busur dan menarik anak panah perlahan, memasangnya di busur dan menariknya mantap.
Ia membidik sasarannya seraya menghela nafas pendek, mengatur ritmenya supaya tidak mengacaukan konsentrasi, sasarannya adalah kepala penunggang kuda yang hanya dilindungi tudung coklat beberapa puluh meter dihadapannya.
setelah yakin, ia melepaskan tali busur yang ia tahan dan anak panah itu melesat seketika.
*****
Sebuah Anak panah menembus papan target latihan, menghunjam dalam pada papan berbentuk bundar itu, nampak meleset cukup jauh dari lingkaran berwarna merah yang terletak ditengah sebagai poin tertinggi, dari semua anak panah yang tertanam di papan target itu, tak ada satupun yang cukup dekat dengan pusat target.
seorang gadis muda mengamati hasil bidikannya dari kejauhan, ia menurunkan busur di tangannya seraya tertunduk lesu, kurang puas dengan kemampuan memanahnya yang jauh dari kata baik.
Setelah diselimuti awan hitam & diguyur hujan badai selama dua malam terakhir, sore itu cuaca di kota greenhills kembali cerah, langit tampak biru dan lengang, awan awan berkumpul membentuk koloni, sesekali menyembunyikan matahari sore dari pandangan dunia, angin sepoi-sepoi bertiup membelai rambut.
" Semakin hari, kemampuan Anda semakin meningkat my lady. " puji seorang pria paruh baya yang tiba tiba menghampirinya.
rambutnya nyaris sepenuhnya berwarna putih, begitu pula dengan kumis & jambang yang tumbuh di sekitar wajahnya, perawakannya cukup tinggi dan ia memakai sebuah zirah pasukan halberdiers, namun beberapa bagian tampak berbeda dengan zirah pasukan biasa.
" Ah sir Jonas. " tukas gadis muda itu seraya menaruh busurnya di atas meja, dengan gerakan yang lentur ia sedikit membungkuk anggun, membalas gerakan penghormatan yang sebelumnya dilakukan pria berusia lima puluhan dihadapannya.
" Anda terlalu berlebihan. " katanya sambil tersenyum tipis.
" Well. sebelumnya saya ingin minta maaf, kedatangan saya kemari yang tiba tiba mungkin mengganggu waktu latihan Anda my lady. " ujar pria bernama Jonas itu memulai, Mereka berdua duduk berhadapan di didepan sebuah meja kayu besar tak jauh dari area latihan memanah, berbagai hidangan lezat tersaji di atas meja itu.
" Tidak usah khawatir sir jonas, saya selalu punya waktu luang di kota ini, Anda tidak mengganggu waktu saya sama sekali. " jawab gadis muda yang belakangan dikenal bernama Puteri Sonia. sembari membersihkan keringat di wajahnya dengan sebuah handuk yang telah disiapkan oleh pelayan, ia mempersilahkan pria itu menikmati hidangan di hadapan mereka.
" Apakah Anda menikmati waktu Anda di greenhills my lady? jika Anda memerlukan sesuatu saya selalu siap untuk membantu. "
" kota ini selalu istimewa bagi saya sir Jonas, sejak kecil saya sering berkunjung kemari bersama ayah dan ibu, greenhills mungkin sudah menjadi rumah kedua bagi saya, saya sangat senang Anda dan walikota sudah menerima saya dengan tangan terbuka, terimakasih, saya sangat menghargai bantuan dari anda. " Tutur Putri Sonia sembari menyeruput teh hangat di cangkirnya.
" saya dan lord Aberdeen berharap Anda menikmati waktu Anda disini, dan tinggal lebih lama di greenhills. " ujar sir Jonas ikut menikmati secangkir teh dihadapannya, lalu ia berhenti minum dan kembali berkata.
" Namun belakangan ini situasi di greenhills
sedang sedikit kacau, banyak terjadi pembunuhan dan pencurian. "
" Kejahatan akhir akhir ini tengah marak terjadi di kota ini, banyaknya orang yang datang dan pergi ke kota ini tidak selalu membawa keuntungan bagi greenhils, diantara para pendatang kadang ada beberapa penjahat dan bandit yang ikut datang kemari membuat kekacauan, bahkan kadang ada juga sekelompok pembunuh bayaran. " Tutur sir Jonas seraya menatap kosong ke arah lain.
" Saya ikut prihatin dengan kekacauan itu. Dimanapun, dikota kota paling aman sekalipun tidak ada tempat yang benar benar bersih dari orang orang semacam itu. Saya harap kekacauan yang Anda sebutkan tadi segera berakhir, dan Anda bisa menanganinya tanpa kendala berarti. " ujar Putri Sonia berusaha untuk bersimpatik.
" Jika Anda butuh tambahan penjaga dan senjata, saya akan mengajukannya kepada king Jordan, kami bisa mengirimkannya dari aerothopia. "
" Saya sangat berterima kasih my lady, tapi bukan itu kekhawatiran saya, untuk urusan ke kacauan ini kami masih bisa menanganinya. "
" Sejujurnya saya lebih merasa khawatir dengan keselamatan Anda. " kata sir Jonas tampak ragu untuk melanjutkan.
" Maaf jika saya lancang my lady, saya tidak bermaksud mengusir Anda dari greenhills, tapi sebagai komandan dan kepala keamanan di kota ini, demi keselamatan anda saya sarankan anda untuk meninggalkan gr.... " Sebuah keributan yang berasal dari luar tiba tiba memotong pembicaraan mereka, suara ringkikan dan derap langkah puluhan kaki kuda terdengar mendekat.
Putri Sonia dan sir Jonas keluar dari tempat latihan memanah untuk melihat apa yang terjadi, saat sampai dihalaman bangunan mereka melihat sudah ada banyak penunggang kuda yang memenuhi area itu, puluhan Spearmen & Bowman bersenjata lengkap mengepung seorang penunggang kuda bertudung cokelat kemerahan.
mereka menghunus pedang & membidikan panah ke arah sosok misterius itu, berjaga kalau ia melakukan tindakan tiba tiba yang membahayakan.
Putri Sonia menatap lekat lekat sosok bertudung itu, ia merasa tidak asing dengan orang itu, namun wajahnya yang tersembunyi di balik tudung membuat ia kesulitan mengenalinya.
Sadar bahwa ia melihat orang yang selama ini ingin ia temui berada tak jauh di depannya, sosok bertudung itu berusaha maju untuk mendekatinya, namun baru selangkah kaki tunggangannya maju seluruh penjaga sudah bersiap menghalaunya, kapan saja panah panah itu siap menghujani tubuhnya andai ia berusaha bergerak lebih jauh, pedang pedang yang terhunus itu pun cukup untuk memotong motong tubuhnya seketika.
" Jika kau tidak ingin mati aku peringatkan kepadamu untuk diam di tempat. !!!" seru seorang pimpinan penjaga berjirah pasukan helbeirders penuh dgn nada ancaman.
" Sekarang lepaskan tudung dikepalamu !!! " perintahnya keras, alih alih mengikutinya sosok bertudung itu hanya diam tanpa melakukan apapun.
" Aku ulangi lepaskan tudung yang menutupi kepalamu. !!! " ulangnya lagi berteriak lebih keras.
Kali ini sosok bertudung itu menurut, ia melepas tudung dikepalanya.
" Kyle ! "
" sir Jonas perintahkan pasukanmu untuk menurunkan senjata ! dia bukan musuh, dia salah satu dari orangku. " suruh Putri Sonia seraya mendekat ke arah penunggang kuda bertudung cokelat itu, tanpa menunggu perintah kedua sir Jonas memberi isyarat kepada seluruh penjaga untuk menurunkan pedang dan panah yang masih mengarah kepada pria itu.
sontak seluruh spearmen penjaga menyarungkan kembali pedang mereka, begitupun para bowman yang mengendurkan anak panah dari busurnya.
" my lady. " sapa pria bernama Kyle lemah, ia berusaha membungkuk melakukan penghormatan tetapi perut dan pundaknya terasa sangat perih dan nyeri.
" Kyle apa yang kamu lakukan disini? apa yang terjadi.? " tanya Putri sonia.
Kyle tidak menjawab, ia hanya memandang Putri sonia lemah dan tampak kesakitan, pandanganya kabur dan rasa sakit pada lukanya tidak tertahankan lagi.
putri sonia baru menyadarinya setelah ia maju lebih dekat, wajah Kyle sangat pucat dan ia gemetaran, ia juga melihat tudung yang dikenakan Kyle berlumuran darah, dia yakin kalau darah itu berasal dari luka dibalik tudung yang dipakai Kyle.
Kyle yang tampak sudah sangat lemah roboh dari kudanya, beruntung Putri sonia segera menangkapnya, mencegah ia terjatuh langsung ke tanah, perlahan ia membaringkan tubuh Kyle yang dingin diatas tanah, dengan sigap beberapa penjaga membantunya memegangi tubuh Kyle yang sudah tidak berdaya lagi.
putri sonia melihat masing2 sebuah anak panah menancap dibalik pundak dan punggungnya. Kedua anak panah itu menancap cukup dalam, membuat luka serius yang terus mengeluarkan darah, tampak kedua anak panah itu terlihat lebih pendek akibat dipotong dengan cara dipatahkan paksa.
selain berlumuran darah, tudung dan celananya basah oleh air, Putri sonia berasumsi bahwa kyle telah menyebrangi sungai di dekat kota sebelum sampai kemari.
" Penjaga panggilkan tabib dan pelayan ! beritahu maester oberon aku membutuhkannya sekarang juga. " perintah Putri sonia terdengar sedikit panik, tak menunggu lama beberapa penjaga bergegas segera melaksanakan titah tuannya.
" My lad...yy.. " rintih Kyle lemah, ia berusaha berbicara kepada putri sonia namun batuk disertai muntah darah menghambatnya.
" Bertahanlah Kyle, bantuan akan segera datang. " lirih Putri sonia merasa bingung apa yang harus ia lakukan, Kyle hanya menggeleng lemah kepadanya, berusaha memberitahu kalau ia tidak punya waktu lebih banyak.
" Lorr..dd Lowton telah dibunuh, king Jordan yang me..lakukannya " ia bernafas sejenak, usaha untuk berbicara seolah sangat menguras tenaganya.
" King jorr..dan, ia berencana mengklaim tah.. ta da..nn membunuh semmu..a yang menghalangii,." Kyle kembali terbatuk dan menghela nafas, " jangann kemba..li, pergi jauh darii Aero..hh " Kyle berhenti bicara dan matanya terpejam, Putri sonia mengira kalau ia sudah meninggal, namun detik berikutnya pria itu kembali bernafas dengan susah payah.
" Bagaimana keadaan ayahku? " Putri sonia teringat satu hal yang penting. " Kyle ? bagaimana keadaan ayahku? Apa dia baik baik saja? Kyle,. Kyle.. " seru Putri sonia berusaha mendapatkan jawaban, namun Kyle sudah sangat kesakitan dan nyaris tak sadarkan diri, nafasnya mulai melemah.
Disaat genting itu, seorang pria tua yang dikenal sebagai maester oberon (guru ahli pengobatan) disertai beberapa laki laki dan perempuan berpakaian jubah kelabu mendekat ke arah Putri sonia, tanpa ada yang menyuruh, tangan tua maester oberon yang kurus kering memeriksa denyut nadi pada leher Kyle, ia memeriksa wajah dan luka yang terdapat pada tubuhnya.
" Ia terluka sangat parah my lady, kita harus membawanya kedalam. " tukas pria tua dengan ubun ubun botak itu.
" lakukanlah yang terbaik maester. " pinta Putri sonia penuh harap.
maester oberon hanya mengangguk,
" penjaga bantu aku membawanya kedalam bangunan !!! tim, marry bawakan ramuan obat obatan yang kubutuhkan segera. " titahnya, dan semuanya segera bergerak tanpa banyak bertanya.