Hanya satu kisah tak akan pernah terlupakan bagi kaum anak remaja masa yang paling tak akan lupakan ialah masa di mana mereka mulai mengenal apa itu cinta.
‘’ WAHHHHH AKU TERLAMBATTTT….. ‘’ teriakku
‘’ makanya tidur itu jangan malem – malem jadi terlambat kan sekolahnya ‘’ kata bunda
‘’ aku berangkat bunda, assallamuallaikum ‘’ salam ku untuk bernagkat sekolah, dan meminta doa agar mempermudah semua segala urusanku.
Aku pun berlari menuju sekolahan, kendaraan aku belum punya karena orang tua aku orang terbatas perekonimian nya jadi aku harus berlari sampai ke sekolahan bismillah, aku pasti bisa.
‘’ AWAS …. ‘’
‘’ AAAAAA…. ‘’
BRUK….
‘’ maaf… maaf aku gak sengaja tadi aku buru – buru karena gerbang sekolahan akan tertutup bentar lagi … maafkan aku ya ‘’ sambil mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri.
‘’tidak apa – apa lain kali jangan gitu ya… aku harus pergi sekolah waktu juga tinggal dikit bentar lagi gerbang sekolah ku akan tertutup aku harus pergi ‘’ kata ku
‘’ oh iya silakan ‘’
Aku pun terus berlari …..
‘’ syukurlah gerbang berlum tertutup ‘’ kata ku
‘’ alhamduillah sampai juga ‘’ kata cowok tadi
‘’ KAMU …. ‘’ kata kita besama
‘’ bentar – bentar kamu juga murid sini, kok gak pernah lihat ya …. ‘’ kata dia
‘’ karena aku murid baru di sini ‘’
‘’ pantesan saja kok aku gak perna lihat, oh iya maafkan aku tadi ya karena aku buru – buru jadi ngebut, dan perkenalkan namaku Muhammad fahruddin nuzula pangil saja aku fahri, nama kamu siapa ?... ‘’ sambil mengulurkan tangan nya
‘’ nama ku auliya nur fadillah panggil saja aku auliya ‘’ sambil ku terima salaman dari dia
‘’ hei, kalian pacaran malahan gak tau apa udah mulai pembelajaran ‘’ kata satpam sekolah
‘’ maaf pak, ayuk kita masuk bersama ‘’ ajak dia fahri
‘’ oh iya terima kasih ‘’ kata ku
…
Ini lah mulai dimana ku mengerti apa arti cinta sesunggunya dan mengerti arti kata tak terlambat.
Beberpa bulan kemudian.
‘’ auliya ‘’ sapa fahri
‘’ iya masuk saja aku ada di dalam ‘’ kata ku
Ya beberapa hari ini fahri sering ke rumah ku karena kita satu kelas, jadi tugas apa pun kita bisa mengerjakan bersama dan apa lagi sekarang semua unit di suruh KBM online karena adanya wabah ini semua unit harus di KBM kan onile jadi mau gimana lagi aku gak punya barang elektronik jadi aku numpang sama fahri, dia penyelamat hidupku dalam sekolah mungkin gak ada dia aku gak bisa naik sekolah dan gak bia mengejar materi yang banyak tertingal
‘’ hai, kok ngelamun saja ini udah ada tugas matematika, ayuk kerjakan sama – sama biar selesai ‘’kata fahri
‘’ iya ‘’ kata ku dan tiba – tiba ibu ku datang dan berkata
‘’ makasih ya nak fahri kamu udah mau membantu anak saya, saya gak tau harus gimana lagi mengatakan hanya bisa berkata terimah kasih banyak ya nak fahri ‘’ kata ibu ku
‘’ sama – sama ibu auliya sudah saya anggap adik saya sendiri ‘’
‘’ ya sudah ibu tingal ya ‘’ kata ibu
‘’ iya bu ‘’ jawab kita
‘’ ayuk kita mulai ‘’ ajak fahri
‘’ iya ‘’ jawab ku
…
‘’ Waktu terus berjalan sampai tak terasa berbulan – bulan wabah ini belum saja mereda sampai kapan, perekonomian keluarga ku semakin menurun aku harus apa, apakah aku harus ikut kejar juga untuk bisa meringankan beban ibu ku, itu lebuh baik biar perekonomian ini baik ‘’kata hati ku
‘’ auliya ngelamun saja apa ada masalah ?.. ‘’
‘’ iya aku perlu bantuan kamu,apa kamu bisa bantu aku ‘’
‘’ iya apa ‘’
‘’ aku butuh kerjaan ‘’
‘’ kenapa kamu mau kerja ‘’
‘’ biar aku bisa bantu ibu dan meringankan beban ibu ku, dan aku bisa nabung, apa kamu bisa bantu aku cari pekerjaan buat aku ‘’ kata ku
‘’ oke akan ku carikan ‘’
‘’ makasih, kamu sudah mau bantu aku ‘’
‘’ sama – sama udah ya jangan sedih lagi ‘’
…
‘’ kenapa kepala ku pusing dan dada ku sesak tak bisa nafas kenapa semua berputar pusingnya…’’
‘’ eh … auliya bangun kok malah pingsan, auliya bangun… ‘’
Beberapa waktu kemudian ...
‘’ nak fahri ada apa sama auliya ‘’ kata ibu auliya
‘’ ibu yang tenag ya dokter masih menangani ‘’ kata ku
‘’ ya allah selamatkan dia ‘’kata ibu, beberpa waktu
kemudain dokter pun keluar ….
‘’ dokter gimana kaadaan anak saya ‘’kata ibu
‘’ iya dokter gimana kadaan teman saya ‘’kata ku
‘’ ibu, mas auliya terkenak wabah virus covid 19, kita harus bertindak karena sudah masuk paru – paru nya, dan sekarang mas dan ibu silakan urusi admistrasinya ‘’kata dokter
‘’ kira – kira berapa dokter untuk biaya nya ‘’kata ibu
‘’ sekitar 500 juta untuk keseluruhanya ‘’kata dokter
‘’ astangfirullah uang dari mana ini ‘’
‘’ya udah saya yang tangung semua bianya ya bu, agar auliya selamat ‘’
‘’terima kasih ya nak fahri ‘’
‘’ ya sudah saya akan lanjutkan oprasinya ‘’
Beberapa waktu kemudian ….
‘’ gimana dokter hasilnya ‘’
‘’ maaf ibu, mas kami sudah berusaha sebaik mungkin tapi allah berkendak lain ikhlas semua ya ibu, saya permisi dulu, dan ini surat saya temukan di bajunya ‘’kata dokter
‘’ nak fahri apa dokter itu bercanda ‘’ kata ibu yang syok mendengarkan, aku pun membaca surat terakhir dia
‘’ kenapa kamu tinggalkan aku auliya, kenapa ‘’ kata ku yang memeluk foto kita bersama dan sepuncuk surat ini
‘’ sabar nak fahri mungkin ini semua ujian buat kita, ita harus kuat karena allah swt,lebih sayang dengan auliya kamu harus kuat ya ‘’
‘’ aku sunggu tak bisa nahan air mata ini bu ‘’ kata ku sambil memeluk ibu auliya
‘’sabar ya ‘’ kata ibu
Waktu memang akan terus berjalan, dan akan banyak orang yang akan ku temui ketahuilah auliya wallau sejuta orang yang baik, sejuta perempuan hanya kamu yang ada di hatiku dan akan ku kenang selalau masa – masa terakhir bersama kamu.