"Ryu ... Ryu ... " Hana melihat putra bungsunya berjalan menuju balkon.
Tapi ada yang mencegahnya sesaat sebelum ia terjatuh dari balkon, yaitu Lucas, suami Hana.
"Hana ... Ryu sudah mati." Lucas berusaha menyadarkan Hana.
"Tidak ... Ryu masih hidup." Hana menangis lagi. Ryu, putra bungsunya baru saja meninggal karena leukimia. Saat ia berusia tiga tahun, ia sudah terkena leukimia. Tapi Ryu selamat. Tetapi saat leukimianya kambuh lagi, Ryu meninggal.
"Ryu belum mati ..." Hana terus menangis. Ia begitu menyayangi Ryu. Masih teringat jelas saat Ryu baru saja lahir. Masih teringat jelas saat Ryu melangkahkan kakinya untuk pertama kalinya. Masih teringat jelas saat Ryu bisa memanggilnya Mama.
"Hiks ... Hiks ... Hiks ..."
"Hana ... Sadar. Ryu sudah tiada. Apa kau tak kasihan dengan Rei dan Rio?"
Rei dan Rio adalah kakak-kakak Ryu. Mereka terabaikan saat ini. Hana terus memikirkan Ryu sehingga lupa bahwa ada anak-anak yang harus ia perhatikan.
Lucas tahu ia tidak bisa tinggal diam. Ia harus berbuat sesuatu. Ia menitipkan Rei dan Rio ke rumah orang tuanya. Ia mengajak Hana pergi berlibur. Berharap Hana bisa merelakan kepergian Ryu dan kembali mengingat anak-anak mereka yang masih hidup.