Di hutan Meszei, Kerajaan Clarnes, tempat hidupnya para peri. Kerajaan yang mewah nan indah itu dilindungi oleh sihir air suci jadi tiada satupun manusia yang dapat masuk ke dalamnya.
Elenora, ialah salah satu penduduk di hutan Meszei. Elenora mempunyai sifat ramah dan baik sehingga ia mempunyai banyak teman termasuk putri kerajaan peri, Velerea yang menjadi sahabatnya.
Hari ini, adalah hari dimana Putri Veleria menempati usia 56 tahun, setara dengan usia 13 tahun di dunia manusia. Usia itu adalah usia remaja. Karena, peri-peri disana memiliki umur kurang lebih 560 tahun.
"Putri Velerea memasuki ruangan!" teriak sang pengawal peri sembari memegang gulungan kertas cokelat ditangannya.
Velerea memasuki istana, dengan gaun peri sembari terbang dengan sayap indahnya.
"Salam hormat pada putri peri, semoga cahaya selalu menerangi anda!" Ucap semua peri di istana serempak.
Velerea melambaikan tangannya dan tersenyum pada semua penduduk peri, hal itu juga disahut dengan senyuman.
"Salam hormat, Vele menghadap Ayahanda" ucap Velerea pada ayahnya, sang raja peri.
"Semoga cahaya selalu menerangi mu, Vele" sahut Delux, Raja peri.
"Di usia yang ke 56 tahun ini, apa harapan mu, nak?" tanya Raja Delux.
"Saya ingin, dengan bertambah usia saya ini, para penduduk peri bisa lebih makmur dan damai daripada tahun-tahun sebelumnya" ucap Velerea sambil tersenyum.
Raja Delux sedikit meneteskan air matanya, begitupun istrinya, Ibu Velerea yang bernama Charlotte.
Raja Delux dan Ratu Charlotte mengambil mahkota, dan memakaikannya pada anak ketiga sekaligus Putri pertama, Putri Velerea.
Velerea juga diberikan kalung air, kalung yang diberikan Ratu air pada Ratu Charlotte semasa Charlotte masih muda. Kalung itu, dapat menyelamatkan pemiliknya jika berada dalam masalah.
Kalung itu memasuki pikiran Velerea dan berkata, “ Sekarang, kaulah pemilikku! ”
Velerea kembali dan melambai tangan pada penduduk peri sambil tersenyum bahagia Ia juga memeluk keempat saudaranya.
"Terima kasih kak, adik" ucap Velerea dan disahut dengan pelukan dari saudara-saudara nya.
Tak lupa, Velerea menghampiri Elenora sahabatnya dan segera memeluknya.
"Vele, selamat ya... Semoga kau selalu diberi kebahagiaan" ucap Elenora.
"Ya Elen, terima kasih" ucap Velerea menyahut.
Malam hari yang indah, dengan kelap kelip bintang dilangit. Sang Raja mengeluarkan sihir api, dan membuat api unggun di tengah hutan, dengan banyak kunang-kunang yang mengitari para peri. Semua penduduk peri menari-nari dan berpesta di sekeliling api unggun tersebut.
"Wahh indahnya!" Elenora terkagum-kagum.
"Apa kamu menyukai semua ini?" tanya Velerea.
"Tentu, Vele! Ini sangat indah" ucap Elenora.
Velerea mengeluarkan sebuah gelang dari kotak kecil yang bisa menyimpan banyak barang. Ya, kotak itu adalah kotak sihir penyimpanan khusus anggota kerajaan.
"Apa ini?" Tanya Elenora.
"Gelang persahabatan, pakai ya" ucap Velerea tersenyum sembari memberikan gelang.
"Terima kasih" sahut Elenora yang langsung memakai gelang persahabatan tersebut.
Elenora dan Velerea berjalan mendekati api unggun, mereka saling berpegangan tangan dan menjadikan api unggun tersebut sebagai saksi perjanjian persahabatan kedua peri itu.
« THE END »