Kalian percaya karma ?
Jika kalian berbuat baik , maka akan kembali baik tapi jika perbuatan yang kalian lakukan adalah kejahatan karma apa yang akan kalian terima ?
Ini adalah kisah sebuah pembullian yang terjadi di suatu sekolah menengah atas , di mana korban mengalami kematian dan membalaskan dendam kepada pelaku satu persatu !!!
Karma kematian yang akan di terima oleh tujuh orang siswa dan dua orang guru.
Suatu hari di sebuah Sekolah Menengah Atas , kedatangan murid baru yang sangat misterius.
Sekolah yang terkenal dengan kenakalan muridnya , sudah banyak korban yang meninggal karena pembullyan tapi para pelaku masih bebas berkeliaran di sekolah.
Guru maupun kepala sekolah tidak ada yang berani menghukum para pelaku , karena orang tua mereka pemilik saham di sekolah.
Diane ayuningtyas adalah murid baru di SMA John Joseph , tubuhnya tinggi , kulitnya putih namun terlihat pucat , san rambut panjangnya selalu terurai menutupi wajanya.
Semua murid yang tadinya berkeliaran kesana kemari ,langsung duduk ke tempatnya masing-masing , saat melihat Guru memasuki kelas mereka.
" Semuanya diam dan perhatikan kedepan ! Kita kedatangan murid baru dari surabaya. Silahlan perkenalkan diri " Kata Guru Rukmano
" Salam kenal , nama Saya Diane Ayuningtyas " Ucap Diane datar , tiba - tiba hawa menjadi sangat dingin membuat bulu kuduk berdiri.
" Sstttt.....Lo , merinding gak ? " Tanya Evi ke teman sebelahnya.
" Iya....Gue , juga " Jawab Inar sambil memperlihatnya bulu-bulu di tangannya berdiri.
Diniw yang sedang memoleskan bedak ke wajahnya ikut menyahuti , " Alah cuma perasaan , kalian aja itu . makanya sebelum belajar berdoa dulu "
" Awas...nanti tuh setan nempel di Lo , baru tau rasa " Seru Evi menakuti Diniw.
" Gak takut , Gue " Jawab Diniw sambil melirik kedua temannya.
Tidak seperti biasanya ! anak-anak kalau kedatangan murid baru pasti heboh dan berebutan untuk mengajak berkenalan , tapi saat Diane datang ke kelas tidak ada satupun yang ingin mengajak Diane berkenalan.
Pak Guru Rukmano memperhatikan muridnya yang pada diam , karena tidak ada satupun yang bertanya kepada Diane , Ia menyuruh Diane untuk duduk ke kursinya.
" Diane , silahkan kamu duduk di sebelah Diniw " Kata Pak Guru Rukmano menunjuk ke arah Diniw.
" Diniw , kamu lagi ngapain " Pak Guru Rukmano menegur Diniw yang sedang memoles wajahnya.
" Sedang bedakan , Pak. Kenapa ? Ada masalah , Pak ? " Jawab Diniw menantang Pak Guru Rukmano.
" Tidak ada ! Jika sudah selesai silahkan buka buku , sebentar lagi kita akan memulai pelajaran. " Pak Guru Rukmano tidak menegur Diniw lagi , karena Ia tahu Diniw adalah anak dari pemilik sekolah.
Diane duduk di sebelah Diniw dan menatapnya dengan sebelah mata'nya yang tajam.
" Anak yang aneh " Gumam Diniw balik menatap wajah Diane.
Evi yang duduk di depan Diniw dan Diane semakin merasakan kedinginan , Ia merinding setengah mati.
Teng....teng.....teng.....
Bel berbunyi , anak-anak yang mendengarnya sangat gembira , mereka berhamburan keluar kelas.
empat orang anak laki-laki menghampiri meja Diniw , dan mengajaknya makan bersama.
" Makan yuk , Beb " Seru Danar merangkul pundak Diniw.
" Sebentar , sayang " Jawab Diniw memoleskan lipgloss kebbibirnya.
" Lo , mau makan aja pake lipgloss segala nanti juga bakal ilang lagi " Gerutu Inar menghampiri Ruis pacarnya.
" Sayang.....tadi aku kedinginan " Kata Inar dengan nada yang manja.
" Kedinginan ? sini , aku peluk " Seru Ruis sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Inar.
" Duuhh....elaah mesra-mesraan di sini " Celetuk Evi yang jomblo sendirian.
" Hahahahahaha " Semuanya menertawai Evi
" Makanya , cari pacar " Gerutu Diniw mengejek Evi
" Lo sih sok jual mahal , bambang nembak gak Lo terima " Sahut Inar ikut nimbrung.
" Ogah sama Bambang , badan gede kaya hulk gitu " Celetuk Evi sambil melirik ke arah Bambamg.
" Sialan , Lo. masih mending ada yg suka sama Lo " Bambang tidak terima di ejek Evi dan mencubit lengannya.
" Aaauuwwww....sakit beg* " Teriak Evi.
" Hahahahaah " Lagi-lagi mereka semua tertawa.
Danar , Ruis , Bambang , dan Dama tidak menyadari keberadaan Diane di sebelah Diniw , mereka asyik mengerjai Evi.
Tiba-tiba hawa dingin kembali menerpa kulit Evi dan Inar , Empat orang yang baru datang ke kelas ikut merasakannya.
" Kok , tiba-tiba merinding ya " Seru Dama melipat kedua tangannya.
Ruis melihat Diane yang duduk di sebelah Diniw , dengan tatapan aneh.
" Dia anak baru , Gue baru liat " Sahut Ruis menunjuk ke arah Diane.
" Oh....anak aneh ini ! Iya baru datang tadi " Jawab Diniw santai , Seketika kepala Diane menoleh ke arah Diniw sambil menatapnya dingin.
" Yuk , kita cabut aja. Lama-lama di sini , Gue merinding " Inar menarik tangan Ruis untuk mengajaknya keluar kelas.
Bambang , Dama , dan Evi mengikuti Ruis dan Inar yang telah jalan mendahului mereka.
"Tungguin , woiii " Teriak Danar.
" Beb , buruan " Kata Danar manarik tangan Diniw.
" Sabar , sayang. Ambil dompet dulu " Jawan Diniw merogoh isi tasnya.
" Nah....ini dia. Ayo " Ucapnya senang sudah menemukan dompetnya.
Danar dan Diniw melangkah pergi meninggalkan Diane tapi Danar menoleh ke belakang menatap Diane , mata mereka saling bertemu.
♧♧♧♧♧♧
DI KANTIN
" Beb , anak baru di kelas kamu penampilannya aneh banget " Seru Danar mengomentari Diane .
" Jangan-jangan wajahnya cacat , makanya di tutupi pake rambut " Timpal Bambamg ikut ngatain Diane.
" Hahahahahahha " Semua tertawa mendengar ocehan bambang.
" Eh.....tapi kaya'nya seru deh kalau dia jadi kelinci berikutnya " Seru Diniw memberikan ide untuk membully Diane.
" Jangan ah , orangnya serem gitu " Gumam Inar pelan , semua menatap ke arah Inar.
" Lo , takut ? "Tantang Diniw.
" Entah....kenapa kalau menatap dia , Gue jadi merinding " Sahut Inar Inar.
Evi sependapat dengan Inar , " Gue , juga gak mau "
" Pengecut , Lo berdua " Teriak Diniw dengan suara yang lantang.
" Bebb " Danar menasehati pacarnya untuk tidak berteriak.
" Habisnya.....mereka " Keluh Diniw dengan manja.
" Pokoknya gak ada yang boleh menentang Diniw , semuanya harus ikut " Ucap Danar menegaskan perkataannya.
Mau tidak mau ! mereka semua harus menuruti perintah Diniw dan Danar , karena Ayah Diniw dan Danar lebih tinggi kedudukan dari pada Ayah mereka.
Sudah di putuskan kelinci berikutnya adalah Diane.
Diane akan jadi korban pembullyan selanjutnya.
Diniw memberi tantangan kepada Bambang dan Dama , siapa yang mendapatkan kesucian Diane dia akan di berikan kesempatan untuk menjadi pemimlin selama sebulan.
Bambang dan Dama tergiur dengan hadiah yang Diniw berikan , bagi mereka semua uang bukanlah segalanya.
Mereka adalah anak orang kaya , tidak kekurangan uang yang mereka butuhkan adalah kekuasaan untuk menjadi pemimpin.
Bambang dan Dama lelah harus selalu menuruti permintaan Diniw dan Danar.
♡♡♡♡♡♡