Mwahahahahahaha! Mmwhahahahahaha!!!
Ini kisah tentang aku yang menusuknya sebanyak lima puluh kali, semua itu kulakukan karena aku mencintainya.
Mengenalmu, dekat denganmu, berdua denganmu, mencintaimu. Bagiku semua itu adalah hal paling indah yang pernah aku alami dan aku miliki.
Disebuah tempat sepi, kita bertemu. Waktu itu kau begitu gelisah, tertunduk rapuh dan tak berdaya. Ku hampiri kau, kemudian kita berbincang banyak hal. Kau ceritakan padaku semua yang kau alami. Bagiku, itu cukup membuktikan kau percaya padaku.
Banyak hal-hal indah terjadi saat kita bersama, berbagi suka duka dan saling melengkapi. Tapi, masih belum sepenuhnya lengkap, karena hubungan kita sekarang tidaklah cukup untuk melengkapi kita.
Aku putuskan untuk membawamu ketempat yang telah ku persiapkan, semuanya berjalan lancar sampai waktunya dimana aku harus menyatakan perasaanku. Kotak kecil berisi cincin aku keluarkan dan aku berikan padamu. Tapi, kau malah menolaknya dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan yang telah lama kita bangun. Sangat menyakitkan bagiku!
Apa maksudmu selama ini? apa aku hanya pelarianmu saja disaat kau sedih? kau pikir aku terima?
*****
"Akan aku biarkan kau pergi, tapi tidak ditempat ini! Akan aku biarkan kau pergi, pergi dari dunia ini!"
Amarah memuncak dan mengendalikanku. Pisau yang berada di meja tempat kita makan bersama, ku ambil lalu ku gunakan untuk mengantarmu ke dunia lain. Tanpa ragu, tubuhmu yang telah lama aku kagumi ku tusuk sebanyak lima puluh kali. Saat itu aku sungguh merasa sangat puas, kau kini tak bisa lagi menolakku.
Tubuh indahmu kemudian kubawa ke tempat dimana tidak akan ada yang mengganggu kita berdua. Setiap hari kurawat dirimu, kumanjakan dirimu, kukagumi dirimu dan kurasakan seluruh tubuhmu, karena kau milikku sepenuhnya. Aku tau kau bahagia bersamaku, karena bersamaku kau selalu terlihat tampak muda dan cantik, lalu kau selalu kuabadikan kedalam beberapa foto. Kau tau hanya aku yang mampu melakukannya, dan aku akan selalu melakukannya.
****
Sudah lama sejak kejadian lima puluh kali ku tusuk seluruh tibuhmu itu berlalu. Sampai saat ini, aku masih mengingantnya dengan jelas. Kau kini tentunya masih bersamaku, bahkan kau terlihat lebih baik dibandingkan dirimu saat masih hidup.
Tidak ada manusia yang hidup selamanya. Semuanya akan merasakan mati, begitupun dengan dirimu. Kau tau? aku melakukan semua ini karena aku menyayangimu? Tuhan pasti setuju dengan hal itu. aku hanya membantu Tuhan untuk membuatmu mati. Lalu, kudapatkan hadiah itu dari tuhan.
Kita berdua hidup bahagia, dan mungkin akan terus seperti ini. Sampai saat dimana kau bangkit dari kematianmu, keluar dari peti mati yang telah aku buatkan penuh cinta untukmu. Kukira kau bahagia selama ini?
****
Saat kau bangkit, kau berikan tatapan menyedihkan. Kebangkitanmu membuatku ketakutan setengah mati. Kutinggalkan tempat kita berbahagia dan lari secepat mungkin meninggalkanmu yang telah bangkit. Namun kau kini bukan makhluk hidup, kini kau adalah seorang Iblis, sama seperti perlakuanku padamu. Kau berhasil menangkapku, bahkan mengambil jantungku.
Kini kita tak lagi dipisahkan oleh dua dunia. Sekarang dunia kita telah sama dan aku mengakui semua kesalahanku padamu. Aku memohon agar kau tak membenciku, karena aku mencintaimu. Hiduplah bersamaku di dunia ini.
****
Hidup sebagai seorang Iblis tidaklah buruk bagi kita. Tapi, tujuanku untuk menikahimu belum sempat terwujud, karena itulah tujuanku selama ini.
Kita berdua akhirnya mendatangi sebuah gereja, dimana digereja itu sedang mengadakan pernikahan. Tentu saja itu pernikahan yang seharusnya milik kita dan harus kita miliki. Semua saksi harus jadi saksi pernikahan kita, dengan mengakhiri hidup mereka termasuk sang Imam, kita akhirnya bisa mengikat janji cinta untuk selamanya.
Dan, kita hidup bahagia sebagai Iblis.
END
Cerita ini terinspirasi dari sebuah lagu yang ditulis oleh band Avenged Sevenfold yang berjudul "A little piece of heaven" dalam albumnya yang bertemakan "Avenged Sevenfold" Sekaligus menjadi penjelasan secara pandangan pesonalitas saya tentang lagu ini.