Seorang gadis cantik yang tinggal di sebuah istana dengan pakaian nya serba mewah, dan banyak di kagumi para lelaki, kini dirinya sudah mendapatkan pujaan hati yang ia pilih sendiri.
Acara tunangan tepat pada hari ini, karena dia seorang anak dari raja, tunangan pun sangat mewah, mengundang para rekan-rekan ayahnya dan semua kerajaan lain.
Namun dari kebahagiaan ratu Eliza ini membuat semuanya jadi bubur lebur karena ada pertengkaran antara laki-laki yang akan menjadi calonnya dengan salah satu pangeran yang pernah menjadi teman hidupnya.
Pangeran itu tidak terima jika mantan kekasihnya itu menikah dengan seorang lelaki yang menjadi musuhnya, Pangeran itu bernama Kaisar dan Robin.
Kaisar sebagai calon suaminya Eliza tidak terima saat pangeran Robin datang ke hari tunangannya, pangeran kaisar pernah mencabut surat undangan untuk pangeran Robin, namun undangan utuh sudah sampai di tangannya Robin.
Belum saja lama Robin selesai membacanya, tiba-tiba salah satu presedir datang meminta kembali undangan itu, presedir itu pikir pangeran Robin belum membacanya, karena undangan itu sudah di tutup olehnya.
"Mengapa kau meminta undangan ini lagi!"
Tanya Robin sedikit bingung campur kesal karena sudah tahu isinya.
"Tidak papa pangeran, saya hanya menjalankan tugas, permisi" langsung mengambil undangan itu dari tangannya Robin dan dengan cepat presedir itu pergi lari dari ruangannya.
"Aku tahu, pasti kaisar menarik kembali undangan ini agar aku tidak menghadirinya, namun kau telat kaisar, aku sudah membacanya dan segera meluncur mengambil kembali Eliza. aku tidak akan Sudi jika dia padamu, pengecut😒" Gumamnya bergegas Menganti pakaian nya, dan membawa senjata pedang beserta seekor kuda kesayangannya, lalu bergegas pergi ke istana Ratu Eliza tanpa sepengetahuan orang dalam istana itu.
Kutuprak,, kutuprak,, kutuprak,,
Suara kaki kuda itu sangat kencang.
...
#Kediaman Ratu Eliza#
Semua para pangeran dan raja-raja menyaksikan kebahagiaan mereka, dan sebentar lagi acara tunangan tersebut akan segera di mulai, ratu Eliza yang masih sibuk di rias, dan pangeran kaisar yang sudah berada di perjalanan menuju istana Eliza.
Namun, kabar buruk menimpa mereka, Salah satu pengawal istana Eliza melihat pangeran kaisar sedang bertarung dengan seorang lelaki yang bertopeng hitam, pengawal tersebut tahu saat dia ingin menjemput pangeran kaisar di pertigaan jalan.
Trang,, Trang,, Trang,, ✨
Suara pedang mereka saling bertemu, saling mengiris satu sama lain, Kaisar yang sudah mendapatkan serangan dari topan membuat tangan bagian otot kirinya terluka dan baju yang di kenakan nya juga sobek akibat dari goresan pedang topan itu.
"Siapa kau!! kenapa kau berani-beraninya menghalangi jalan ku" Tanya topan dengan memegang tangannya yang terluka itu, merasa kesal dan juga tidak terima, akhirnya topan mengangkat kan pedangnya kembali dan saling berperang lagi.
Sekelompok orang berdatangan, para pengawal dan raja-raja datang menyaksikan mereka bertarung, Eliza pun menyaksikan kekasihnya bertarung dengan lelaki yang bertopeng hitam itu, yang mereka semua tidak mengenali pada pendekar topeng hitam itu.
Mereka semakin memanas topan yang tidak ingin kalah terus menyerang kaisar yang belum merasa lelah ataupun kesakitan, sungguh sangat jago kaisar dalam mengunakan pedangnya, hanya dari jarak jauh kaisar bisa melukai topan dengan pedangnya yang panjang dan tajam.
Topan sudah sangat kesakitan, dia lelah dan hampir saja terpingsan namun karena sekitas matanya melihat Eliza mengeluarkan air mata, topan mencoba bangkit dan menyerang kembali kaisar, namun tetap saja kaisar tidak mendapatkan goresan apapun, dan kini giliran kaisar yang melawannya.
Pandangan toon sudah merasa tidak jelas, melihat di sekelilingnya semuanya terlihat kabur, lalu terjatuh lemas dengan mata masih terbuka sedikit, namun ini menjadi salah satu yang paling kaisar nanti-nantikan, tanpa membuang waktu kaisar segera mengangkat pedangnya dengan kedua tangan dan ingin segera menusuk dada topan, namun dengan cepat Eliza berteriak.
"Cukup!! sudah jangan lakukan itu pada kekasih ku" Sambil berlari memeluk topan yang terlemas itu, lalu menatap ke arah kaisar.
"Siapa kau!! ada urusan apa kau dengan kerajaan kekasihku!!" Tanya Eliza sembari terus mengelus-elus pipinya topan.
"Kau tidak usah tahu siapa aku!! namun asalkan kau tahu aku tidak sudi jika dia menikah dengan mu!!" Suara itu membuat Eliza terkejut dan segera berdiri dan menatap kembali kaisar itu.
"Siapa kau sebenarnya!! sepertinya.." Terpotong oleh topan yang menyuruh Eliza berhenti.
"Sudah Eliza, mumpung masih ada waktu aku ingin memberikan cincin ini sekarang padamu" Ucap topan dengan sekuat tenaga bangkit, dengan cepat Eliza berbalik dan langsung membantu topan duduk.
Topan segera meraih pipinya Eliza, Eliza tidak henti mengeluarkan air mata, sedangkan kaisar sangat tidak suka dengan pemandangan di depannya ia kesal dan sudah mengepalkan tangannya.
Topan mengeluarkan sebuah kotak kecil merah yang berisi cincin, kemudian dengan segera topan membuka dan mengeluarkan cincin itu.
"Mana jarimu!!" Kaisar semakin tidak bisa mengontrol emosinya dengan cepat saat Eliza menjulurkan tangannya, kaisar menendang tangan topan yang lemas itu sehingga cincin itu jatuh ke tanah, semua orang terkejut, Eliza langsung mengangkatkan kepalanya dan membentak kaisar.
"Apa yang kau lakukan, (berbalik ke topan), kamu tidak apa-apa sayang" Ucap Eliza mengecek tangannya, kaisar benar-benar sangat kesal, dan saat Eliza meraih cincin itu dengan cepat pedang panjang kaisar itu segera menusuk cincinnya dan Eliza terhenti meraih nya.
"Tidak semudah itu kau menginginkan cincin ini, jika kau bisa!! ambil cincin ini di pedangku" Sambil mengangkatkan pedangnya yang terdapat cincin Eliza Sri topan.
"Sudah cepat kembalikan cincin itu, kau tidak punya hak untuk memegangnya" Ucap topan mencoba berdiri dan meraih cincin itu.
"Eits, kau masih menginginkan cincin ini!! memang harus butuh perjuangan untuk mendapatkan nya, aku hanya ingin melihat seberapa besarnya kau mencintai Eliza" Ucap kaisar membuat Eliza sangat marah dan segera meraih topeng di wajah kaisar saat kaisar lengah berbicara dengan topan.
Srtt,, trakk,,
Topeng itu berhasil lepas dari wajahnya kaisar, mereka semua terkejut melihat jelas wajah kaisar.
"Pangeran kaisar!!"
"Itu benar-benar pangeran kaisar!!"
Tanya mereka tidak percaya, karena sebenarnya kaisar mempunyai hati yang lembut dan tidak pernah melihat dirinya berperang, namun ini membuat semua orang yang melihatnya sangat terkejut, begitupun dengan topan dan Eliza.
"Kaisar kau!!" Ucap Topan.
"Kaisar!!" Eliza masih tidak percaya dengan kaisar yang sudah melakukan ini padanya dan topan.
"Kenapa!! aku memang kaisar, dan aku tidak sudi jika kamu menikahi Eliza"
"Dan kamu Eliza, kamu jangan mau menikahinya karena dia hanya ingin menikah denganmu agar kerajaannya bisa terpandang dan segera merebut alih kerajaan, dia pengecut besar, aku melakukan semua ini karena aku masih sayang padamu, namun karena ayah kita punya masalah jadi kita tidak jadi menikah, aku sudah tahu semaunya, bahwa penyebab dalam semua ini adalah rencana dari Topan"
"Apa maksud mu, jangan membolak-balikkan fakta, kau yang sudah menghancurkan kebahagiaan kami, dan kau sudah tidak di inginkan di kerajaan ini, jadi sudah lah kau jangan pernah mengejar Eliza, dia sudah jadi milikku"
"Oke, jika memang itu yang kau mau, ambil kepingan cincin itu" Sambil pedang itu ditusukkan ke perut topan dan cincin di dalam pedang itu membelah dua.
"Heugg,," Topan tidak berdaya dan kaisar segera menarik kembali pedangnya, semua orang hanya bisa menyaksikan dan sangking tidak percayanya mereka ketakutan dengan amarahnya yang belum sempat mereka ketahui.
"Topan!! kaisar!!" Menunduk ke arah topan yang terlemas jatuh lalu melirik kaisar yang pergi meninggalkan mereka.
"A..😭" Teriak Eliza kebingungan harus pergi ke arah mana, ia lebih menjadi penengah saja, karena dia tahu sikap kaisar seperti apa, dia adalah lelaki yang tidak pernah berbohong, dia juga adalah lelaki yang sangat baik dan ramah pada semua orang, meski sikapnya dingin tapi hatinya tidak, dan sedang kan topan, Eliza tidak terlalu tahu dengan sikap topan karena Eliza di jodohkan oleh ayahnya kepada pangeran topan, dan itu juga sudah menjadi keputusan kerajaan.
Namun ini semua menjadi kacau, Eliza tidak bisa memilih salah satu dari mereka, akhirnya Eliza tidak jadi lagi menggunakan cincin di jari manisnya lagi.