Indhigo adalah sesuatu yang terkadang tidak banyak orang yang menyukainya, bahkan anak Indhigo juga banyak sekali dijauhi oleh teman-temannya karena ya seperti kalian tau mereka itu cenderung suka bicara sendiri, susah bergaul, bahkan emosi nya tidak terkontol.
Dan aku akan menceritakan sebuah kisah seorang gadis bernama Ariska yang membantu Hantu berlumuran darah. inilah Story of Ariska hehe. selamat membaca
🌷🌷🌷
Di suatu pagi yang cerah, Ariska menaiki sepeda kecil dan tak sengaja menabrak tiang listrik sampai benjol karena kantuk yang melanda kala itu.
"Haih dudul, ngapain si kamu berdiri di sini" Celetuk Ariska memarahi tiang listrik.
"Eh dudul, tiang listrik emang ada di situ sejak lu belum lahir juga. lu yang salah kok tiang yang di omelin" Ucap seseorang.
Ariska pun menengok, lalu ia kaget karena yang ia lihat adalah seorang Pria dengan wajah yang rusak. Ariska pun langsung bangkit dari jatuh nya dan pergi kocar-kacir dengan sepeda nya.
Sesampainya di rumah, Ariska segera mencuci muka dan melihat cermin, lalu ia juga terperajat karena melihat ada seorang Wanita tanpa mata sebelah.
"Aaagh.. Mom" Teriak Ariska.
Ibu Ariska pun segera berlari menghampiri Ariska, lalu Ariska pun memeluk nya dengan penuh ketakutan.
"Ada apa sayang?" Tanya Mommy.
"Mom, tadi ada Wanita di cermin. terus pas aku jatuh di jalan pun ada Pria dengan wajah rusak menghampiri aku." Jawab Ariska.
"Ehmm sayang, mungkin ini saat nya kamu tau" Ucap Mommy.
"Tau apa Mom?" Tanya Ariska sambil melepas pelukan nya.
Ibu Ariska pun tidak banyak bicara, lalu ia mengajak Ariska untuk duduk sejenak di kamar nya dan menyuruh Ariska meminum obat yang jadi rutinitas nya.
"Mom jawab dong" Ucap Riska gak sabaran.
"Kamu itu keturunan pertama dan terakhir anak Indhigo dari dua keluarga ini sayang, baik Papah maupun Mom. jika memang kamu melihat apa yang tidak bisa di lihat orang, itu wajar. karena memang kamu sudah di anugerahi kemampuan itu oleh Tuhan, jadi kamu harus bisa memanfaatkan nya untuk kebaikkan." Tutur Mommy.
"Jadi aku ini indhigo?" Tanya Ariska.
Ibu Ariska pun hanya mengangguk, lalu Ariska yang mencoba untuk mengerti ucapan Ibu nya pun hanha bisa menghela nafas. karena ia sadar bahwa apapun yang sudah di gariskan itu memang sudah takdir yang harus di terima.
🌷🌷🌷🌷
Suatu hari ketika Ariska di sekolah, ia di kagetkan dengan seorang Wanita yang berlumuran darah ikut duduk di samping nya. namun ia mencoba biasa saja karena jika dia teriak pasti akan di hukum oleh guru karena pelajaran tengah berlangsung.
"Aku tau kamu melihat ku" Ucap Hantu itu.
"Jika memang ya, apa yang kamu inginkan?" Tanya Ariska yang masih terus fokus ke papan tulis.
"Tolong banyu aku" Ucap Hantu itu.
"Apa yang bisa saya bantu, bisakah kamu jelaskan padaku?" Tanya Ariska.
Lalu bel istirahat pun berbunyi, dan saat Ariska menoleh ke arah samping. Hantu itu pun sudah lenyap dari hadapan Ariska.
"Apa sebenarnya masalah mu?, jika aku bisa membantumu maka aku akan membantu mu" Ucap batin Ariska.
Jam istirahat pun terus berlalu, Ariska yang memang lebih suka menyendiri pun hanya makan bekal di kelas tanpa harus ke kantin yang menurut nya repot harus turun tangga.
"Lu gak ke kantin Ris?" Tanya Daniel teman Ariska.
"Gak deh Niel, kamu duluan aja" Jawab Ariska.
"Gua ikut makan sama lu aja deh, kebetulan gua juga bawa bekal" Ucap Daniel.
"Silahkan sebelum makan bersama di larang haha" Balas Ariska.
Daniel dan Ariska pun makan berdua di kelas. dan tak lama dari itu, Hantu dengan berlumuran darah pun kembali muncul mengagetkan Ariska. sontak ia yang tengah minum pun harus menyemburkan air nya ke wajah Daniel.
"Ris.. basah pijay baju gua" Ketus Daniel.
"Maaf Niel, aduh aku gak sengaja meh" Balas Ariska.
Lalu Ariska pun memberikan sapu tangan nua untuk membersihkan area basah pada wajah dan baju Daniel. setelah itu, Ariska kembali makan dengan Daniel namun mulut nya mengoceh bagai bah dukun baca mantra.
"Tadi ilang, sekarang datang ngagetin, dasar Hantu" Ketus Ariska.
"Lu ngatain gua hantu?" Tanya Daniel.
"Bukan kamu, tapi yang di belakang kamu tuh" Jawab Ariska.
"Ris jangan nakut-nakutin Ris, sumpah kita cuma berdua loh di sini" Ucap Daniel ketakutan.
"Ya iya yang ketiga nya kan setan" Balas Ariska sambil terus mengunyah makanan nya.
"Sue bener lu Ris, hadeh becanda mulu heran lagi makan juga" Ketus Daniel.
"Siapa yang lagi becanda si Niel, sudahlah kamu gak akan mengerti" Balas Ariska.
Daniel pun bingung dengan apa yang Ariska lakukan itu, bicara sendiri, marah-marah sendiri pula membuat Daniel risih dan memilih meninggalkan Ariska sendiri di kelas.
"Nah kan apa aku bilang, pasti ninggalin setelah tau aku aneh" Ucap batin Ariska.
"Namanya juga anak indhigo, pasti gak semua orang dapat memahami mu" Ucap Hantu lalu duduk di depan Ariska.
"Iya deh, by the way katanya kamu mau aku bantu, apa yang bisa aku bantu?" Tanya Ariska.
"Heleh ngomong yang bener dulu jangan di balik-balik" Balas Hantu.
"Astaga kamu ini ya, udah jadi Hantu aja masih repot et dah" Ketus Ariska.
"Hehe ya maaf, kamu gak takut apa dengan paras ku?" Tanya Hantu.
"Aku hanya mencoba untuk terbiasa, oh ya namaku Ariska" Ucap Ariska sambil mengulurkan tangan nya.
"Aku Aisyah" Balas hantu tanpa membalas uluran tangan.
"Baiklah Aisyah, apa yang bisa aku bantu?" Tanya Ariska lagi.
"Ka, tolong bantu aku mencari Anakku" Jawab Aisyah.
"Anak?, bagaimana cara ku membantu mu?, sedangkan aku saja tidak tau bagaiman paras Anak mu itu" Ucap Ariska.
"Aku akan membantu mu Ariska, tapi tempat itu sudah berbeda dan aku juga sudah tidak mengingat nya lagi" Balas Hantu sambil menangis darah.
"Jangan sedih ya, aku akan membantu mu kok" Ucap Ariska.
And mission pun baru di mulai, satu hari setelah berkenalan dengan Hantu Aisyah. karena kebetulan hari minggu, Ariska pun izin pada Ibu nya untuk pergi berpetualang dengan motor nya.
Karena Ariska memang suka hunting, jadi ia tidak keberatan bilamana harus keluar dari kota untuk membantu orang ya walau gak keliatan hehe.
Dan setelah perjalanan yang cukup jauh, ia pun berhenti di sebuah komplek elit yang kebetulan penghuni nya itu adalah seorang Pria muda. Ariska yang tanpa pikir panjang pun langsung menghentikan motor nya di depan gerbang komplek itu.
"Disini Syah?" Tanya Ariska.
"Iya sepertinya, ehm.. temui orang yang ada di dalam ya Ka dan kurasa ini tempat kali terakhir ku bernafas" Jawab Aisyah.
Ariska pun menghampiri squrity dan mengelak bahwa ia adalah teman karib dari sang pemilik, yang hingga akhir nya ia pun di izinkan masuk menemui Pria muda itu.
Lalu Pria muda itu pun hanya membelakangi Ariska tanpa menoleh sedikit pun, Ariska heran karena ia welcome dengan orang yang tidak di kenal. hingga ia memberanikan diri untuk lebih dekat lagi.
"Permisi, bisa kita bicara?" Tanya Ariska.
"Aku tau kamu orang yang Papah maksud, ehm.. aku sudah lama menunggumu." Jawab Pria muda itu lalu membalikkan tubuh nya.
Ariska pun bingung di buat nya, lalu Pria itu pun menggenggam tangan Ariska dan mengajak nya ke ruangan bawah tanah. dimana ada foto Aisyah dan Pria muda, lalu banyak sekali kenangan indah di sana yang di pajang oleh Pria muda itu.
"Ini foto Aisyah, lalu Pria ini dan Anak laki-laki ini?" Tanya Ariska.
"Ini Bunda, Ayah dan aku" Jawab Pria itu.
"Ehm.. Mas, maaf sebelum nya. kedatangan saya kesini pun bukan untuk apa-apa, tapi percaya atau tidak Bunda mu ada di sini" Ucap Ariska.
"Bagaimana kamu bisa tau dia di sini?, saya pikir kamu pelukis yang Ayah maksud." Tanya Pria itu.
"Bukan Mas, ehm.. maaf saya kesini hanya membantu Bunda Aisyah yang ingin bertemu putra nya. dan Bunda mu sekarang ada di samping kamu." Ucap Ariska.
Lalu Hantu Aisyah pun berdiri di sebuah cermin dimana ia bisa terlihat oleh Putra nya.
"Bunda" Ucap Pria itu.
Hantu Aisyah pun berkata pada Ariska, dan Ariska mencoba menjelaskan apa yang Hantu Aisyah katakan pada Putra nya itu. hingga mission pun selesai.
Setelah mission pertama nya selesai, Ariska pun pulang dengan canda riang, karena Hantu Aisyah kini sudah tenang begitu pula dengan Putra nya yang kini sudah lebih luas hati nya untuk melanjutkan hidup.
"Begitulah kisah aku bertemu dengan Hantu Aisyah, dan aku bangga jadi anak indhigo" Kata kata Ariska.
tamat...