Di kampus, ada tiga orang remaja berteman baik sedari kecil hingga masa kini. mereka bernama Syam, Hamka dan Rasta. mereka selalu menghabiskan waktu bersama di kampus maupun luar kampus.
Hingga suatu hari, Syam yang memang menyimpan rasa untuk Rasta pun menghampiri Rasta dan mencoba untuk mengutarakan isi hatinya.
"As, kita kan udah lama salimg mengenal, terus udah tau juga kan yang gua suka dan lu suka apa aja. lu mau gak As jadi pacar gua?* Tanya Syam.
"Apa si lu suka gak jelas, ya kali kita mau pacaran. kan kita udah sahabatan lama Syam, lu masih aja suka becanda aneh" Jawab Asta.
"Gua serius As" Ucap Syam.
"Maaf Syam, gua gak mau merusak persabatan kita hanya karena sebuah cinta" Balas Rasta lalu pergi.
Syam pun patah hati, hingga akhirnya ia memutuskan cerita pada Hamka yang sebenar nya. lalu Hamka yang memang mencintai Rasta juga pun ikut kesal.
"Lu pikir lu doang apa yang suka sama Rasta!, gua juga udah lama suka Syam tapi di tolak" Ucap Hamka dengan kesal.
"Kenapa lu gak bilang sama gua kalau lu juga suka sama Rasta hah!?" Tanya Syam dengan nada tinggi.
"Hadeh.. gua kan udah pernah cerita kalau gua suka sama cewek ke lu, dan cewek yang gua maksud itu Rasta" Jawab Hamka.
"Hah!, kalau begitu kita harus sportif untuk bersaing Ham" Ucap Syam.
"Maaf Syam, soal cinta gua gak akan mengalah lagi sama lu. kali ini gua bakal perjuangin cinta gua" Balas Hamka.
"Oke, kita tanding secara sportif ya" Ucap Syam.
"Ok deal." Balas Hamka.
Lalu Hamka dan Syam pun memutuskan untuk mengambil hati Rasta dengan kemampuan mereka. mulai dari olahraga sampai ke masak mereka lakukan karena Rasta sangat menyukai laki-laki yang pandai dari segi manapun.
Hari demi hari mereka lewati dengan penuh jerih payah cinta. namun Rasta yang memang berisi keras untuk tidak menerima kedua nya pun hanya bisa menjauhi kedua nya.
"As kenapa lu malah menjauhi kita si?" Tanya Syam.
"Gua tuh capek Syam, kalian ini kenapa si malah memperebutkan wanita yang udah jelas gak mau menerima kalian!" Bentak Rasta.
"Gua tuh gak mau jadi pacar kalian!, gua gak mau persahabatan kita hancur hanya karena cinta! paham gak si kalian!, dahlah percuma bicara sama orang bodoh macam kalian!" Bentak Rasta lalu pergi.
Syam dan Hamka pun malah saling menyalahkan, bahkan mereka malah berantem di tempat. hingga Rasta yang tadi nya sudah melangkah pun harus kembali dan menahan tangan Syam.
"Kalau kalian mau ribut terus, gua gak mau kenal kalian lagi" Ucap Rasta lalu melangkah.
"Rasta!, kenapa si lu jadi begini!?, kalau emang kita mau jadi sahabat ya ok fine, tapi rasa cinta ini tetap sama As" Ucap Hamka mengutarakan isi hati nya.
"Gua juga gak mungkin mengejar lu jika hanya untuk. Pelampiasan bukan serius As" Sambung Syam.
"Jika keputusan kalian mantap untuk jadi sahabat gua, gua gak akan jauhi kalian, dan jika kalian masih ingin memperebutkan gua, yaudah lu berdua akan gua tinggalkan" Balas Rasta lalu pergi lagi.
😃😃😃😃😃😃😃😃😃😃😃😃😃😃
Pagi itu sangatlah cerah, dimana Rasta sudah mulai kembali tersenyum. Dan berbaur dengan kawan kawan nya. Lalu Rasta pun hendak mengambil minum yang agak jauh jarak nya.
"Nih As," Ucap Syam.
"Thanks" Balas Rasta.
Setelah itu, Hamka yang gak mau kalah terus membuat Rasta istimewa, hingga akhirnya saat Rasta sedang di samping kolam pun Hamka menghampiri nya sambil menyelipkan rambut ke telinga Rasta.
"Its good, but your heart not good." ucap Hamka.
"Memang lu peramal bisa menebak nebak" Ucap Rasta.
"Haha sudahlah As, oh ya lu jangan suka melamun gitu deh nanti lu malah sakit. mening sekarang lu pulang terus istirahat gih" Titah Hamka.
"Baiklah, see you Hamka" Ucap Rasta lalu mengecup pipi nya dan pergi.
Hari demi hari terus mereka lewati, Rasta dan Hamka semakin dekat hingga Syam merasa cemburu di buat nya. hingga hal konyol pun Syam lakukan yaitu memberikan alkohol untuk mempermalukan Hamka.
Namun Rasta yang keselek pun malah meminum alkohol yang di campur ke jus oleh Syam tadi, dan hal memalukan pun terjadi.
"As ayo pulang" Ajak Syam.
"Apa si lu haha, eh gua ini udah gak suci buat apa si kalian masih mau sama gua" Ucap Rasta melantur.
Syam, Hamka, bahkan semua teman-teman nya pun tidak mengerti dengan yang Rasta ucapkan. hingga akhrinya Rasta sampai di rumah nya di antar Syam dan Hamka.
"Bik maaf nanti tolong buatkan jus jeruk nifis ya agar meredakan rasa pusing dan alkohol nya" ucap Hamka.
"Baik Tuan" Balas pembantu.
Setelah apa yang Hamka ucapkan itu di laksanakan, ia pun dengan segera menyuruh Rasta meminum air jeruk itu hingga Rasta mulai tersadar walau belum sepenuh nya.
Lalu Rasta pun bertanya ada apa dan kenapa, hingga Syam dan Hamka pun menceritakan semua nya pada Rasta hingga ia pun menangis tersendu.
"Kok nangis?" Tanya Syam.
"Karena sebenar nya, apa yang gua katakan saat tidak sadar itu benar. Ingat saat gua gak masuk sekolah?" Tanya Rasta.
"Iya kami ingat" Jawab Hamka dan Syam.
Rasta pun menceritakan peristiwa yang kejadiannya baru-baru ini, hingga Syam dan Hamka pun kaget ketika mendengar semua pernyataan Rasta. lalu Rasta yanh sudah terpukul pun hanya bisa menangis sejadi-jadi nya karena apa yang ia alami itu akan menjadi trauma besar.
"Jadi Syam dan Hamka, maaf gua gak bisa nerima kalian bukan karena apa-apa. tapi memang gua gak mau merusak persahabatan kita dan gua juga gak pantes buat kalian" Ucap Rasta.
Lalu Syam dan Hamka pun memeluk Rasta untuk menenangkan nya, dan berjanji untuk selalu bersama walau hanya menjadi sahabat.
Cerita pun tamat..