Allura seorang gadis SMP yang sedang jatuh cinta kepada salah satu teman sekolahnya yang bernama Aarav, mereka awalnya teman sekelas tapi saat kenaikan kelas, mereka pisah kelas. Allura gadis yang ceria, sedangkan Aarav sebaliknya.
Suatu pagi, "AARAV" teriak allura memeluk lengan Aarav. Aarav menghempas tangan allura dan mendorongnya hingga terjatuh. "Sakit" keluh allura, "Lo jangan deket-dekat gue bisa gak sih" bentak aarav. "Gak bisa, allura akan terus berjuang sampe aarav nerima allura" jawab allura walau hatinya sakit... Aarah yg kesal meninggalkan allura sendiri, tak memperdulikannya sedikitpun.
Benar saja yang dikatakan allura, dia terus mengejar aarav, hingga mereka kelas 11 SMA.. suatu hari, aarav terkejut dengan kedatangan allura yang tiba-tiba.. "nih rav, dimakan ya, ini buatan allura sendiri loh" ucap allura memberika kotak makanan dengan senyum manis terukir.. "GUE BILANG GAK USAH DEKET- DEKET GUE, GUE MUAK LIAT MUKA LO TERUS, LO TU KAYAK CEWEK MURAHAN TAU" bentak aarav, kali ini berhasil membuat air mata allura mengalir.. mereka jadi pusat perhatian siswa dan siswi disana, banyak yang saling berbisik tentang allura yang selalu menggangu aarav dan tak sedikit pula yang kasian dengan allura, tapi mereka tak ingin ikut campur. "Untuk kali ini aja, terima ya, habis tu lura gak bakal ganggu arav lagi kok" ucap allura sambil mengahapus air matanya, lalu pergi meninggalkan aarav yang masih diam kaget untuk pertama kalinya melihat allura menangis. 'Apa gue keterlaluan ya' batin aarav yang merasa bersalah, tapi segera ia tepis 'gak apa-apa lah, akhirnya dia berenti ganggu gue lagi'.
Hari demi hari telah lewat, bulan demi bulan sudah berlalu.. seorang laki-laki tengah duduk dibangku taman sendiri, yap dia adalah aarav yang sedang memikirkan kemana hilangnya allura. Sudah hampir 1 tahun gadis itu tak muncul, aarav rindu tingkah allura yang selalu mengganggunya.. sebenarnya aarav sudah mencari allura, tapi tak ada yang tau kemana perginya gadis itu..
Tiba-tiba tangan aarav ditarik oleh sahabatnya.. "ayok cepet ikut gue, gue tau dimana allura, waktu kita sedikit" ucap sahabatnya sambil menarik tangan aarav masuk kemobil.. mereka sampai dirumah didepan rumah sakit.. mereka terus berlari, hingga mereka sampai didepan ruang ICU, perasaan aarav makin campur aduk.. didepan ruang ICU juga terdapat keluarga allura yang menangis.. aarav segera masuk keruangan itu tak lupa dia memakai pakaian khusus.. hatinya sakit melihat gadis yang ia rindukan terbaring lemah..
"Maafin arav, lura cepet sembuh" tangis aarav sambil menggenggam tangan kanan allura.. Perlahan mata allura terbuka,, tangan kiri allura menghapus air mata aarav "arav jangan sedih, kan sekarang lura gak ganggu arav lagi" ucap gadis itu lemah dengan senyumnya.. "Gak!! Arav nyesel, arav mau sama lura terus, jangan tinggallin arav....lura kan pernah bilang mau berjuang buat dapetin arav, sekarang arav dah terima jadi lura jangan pergi" ucap aarav sambil menanggis.. allura mengelus kepala aarav "allura cuma tidur kok gak akan pergi, izinin lura istirahat ya" ucap allura lemas dan aarav hanya menggeleng, aarav tau apa yang dimaksud allura.. "Aarav bisa cari pengganti lura, yang lebih baik dari lura, yang bisa bikin aarav nyaman" ucap allura lagi.. "lura tidur dulu ya" ucap allura lemas dan perlahan matanya tertutup, diiringi bunyi nyaring dari mesin,, aarav segera memencet tombol darurat,, dokter datang dengan tergesa-gesa,, suster menyuruh aarav menunggu diluar.. aarav duduk didepan pintu sambil menangis menyesal,, dia takut kehilanganan gadis yang dia cintai.. beberapa menit kemudian dokter keluar,, bersamaan dengan itu aarav dan keluarga allura mendekat dan bertanya bagaimana keaadaan allura.. Dokter menggeleng " iklaskan dia, biarkan dia tenang dialam sana, dia selama ini sudah menderita dengan penyakit yang diidapnya" ucap dokter,, lalu pergi meninggalkan mereka.. bagai disambar petir,, aarav sakit menerima kenyataan bahwa gadis yang dia cintai telah meninggal dunia.. tangis histeris dari orangtua allura,, sedih kehilangan putri sematawayang mereka.. mereka hanya bisa terus berusaha mengiklaskan kepergian allura.. mereka menyesal karna tak ada tau bahwa allura selama hidupnya menderita penyakit mematikan..
~TAMAT~
'Penyesalan selalu datang di akhir'
'Selalu memakai topeng untuk menutupi wajah aslinya'