" Kim Namjoon"
" Kim Seokjin "
" Min Yoongi"
" Jung Ho-soek "
" Park Jimin "
" Kim Taehyung"
"Jeon Jungkook "
" BTS "
Nara membuka matanya lebar-lebar. Matanya tertuju pada foster besar bergambarkan tujuh laki-laki dewasa kelahiran Korea Selatan. BTS boy grup asal korea yang sudah menjadi idolanya hampir lebih dari 7 tahun lalu.
" Hah... aku terlalu merindukan mereka. Konser 4 tahun lalu begitu membekas untukku" Gumam Nara sambil memeluk erat boneka berbentuk koala berwarna biru.
Nara sesekali memejamkan matanya, namun ia kembali bangun tanpa alasan. Hal yang sudah biasa dia alami setiap malamnya. Ia mengatur posisinya terus menerus, sesekali berdecak kesal hingga dirinya benar-benar terlelap tidur.
" Ra??? Nara??? Ayo bangun " ucap salah satu laki-laki bertumbuh tinggi dengan senyum manis.
" Biarkan dia tidur lebih lama, dia pasti lelah" kata laki-laki bertubuh kekar yang tengah membaca bukunya.
Nara sebenarnya mendengar obrolan mereka berdua serta kebisingan didapur yang terdengar begitu jelas. Nara enggan membuka matanya,ia merasa dirinya mulai gila sampai mendengar suara ketujuh anggota BTS.
Nara membuka matanya pelan.
" Aku tau kau sudah bangun, jangan pura-pura tidur lagi" ucap laki-laki yang bernama Min Yoongi.
" ah.. kenapa haluku begitu nyata... auuhhhh sepertinya aku sudah hampir gila" gumam Nara lalu memejamkan matanya lagi memastikan jika itu benar-benar hanya mimpi.
" Cepatlah bangun, jika tidak kita akan meninggalkan mu " ucap anggota tertua Kim Seokjin.
" palii... palii... Kenapa kau begitu bebal hari ini"Seokjin lantas menarik kedua tangan Nara hingga posisinya duduk.
" ahhh.. jika aku bangun kalian akan pergi" jawab Nara merengek, Ia lantas membuka matanya lebar-lebar melihat sekeliling.
" Aishhh... Kenapa mimpiku begitu nyata... arggghhh" ucap Nara mengacak-acak rambutnya. Ia menghela nafasnya panjang, beranjak menuju kamar mandi menghiraukan mereka.
Selepas mandi dan berpakaian, Nara pergi menuju dapur untuk sarapan.
" sejak kapan aku nginep di sini, bukannya papa bilang akan liburan kesini minggu depan" gumamnya, ia lantas meneguk segelas air putih.
" hahh... kenapa mereka masih disini. Padahal aku sudah benar-benar bangun"
" kenapa bengong... ayo makan" Hoseok menarik tangan Nara, sontak membuat Nara mematung. Hanya matanya saja yang sesekali melirik kanan kiri.
Nara menghabiskan makanannya tanpa bersuara, membuat ketujuh pria itu bingung dengan sikapnya yang sedikit berubah.
" kenapa kau banyak diam hari ini" tanya Namjoon lalu mengelus pangkal rambut Nara.
Nara hanya tersenyum sedikit canggung, padahal dalam hatinya menjerit-jerit kegirangan.
" Minggu depan ulang tahunmu kan? " tanya Min Yoongi.
" Bagaimana kalian tau? " tanya nara bingung.
" kau salah makan apa si? lingung seperti ini" jawab jungkook lalu tertawa heran.
" kami tau segalanya tentangmu. karna kau adik kecilku" ucap jimin lantas mencubit kedua pipi Nara gemas. Namun nara tetap saja diam.
" kemana kita? " tanya Taehyung.
" Bukankah Nara bilang disekitar sini ada pantai yang indah, bagaimana kalo kita kesana" usul jimin.
" baiklah, sudah lama kita tak kepantai" Ucap Jungkook sesekali Meregangkan badan.
Mereka pergi dan menghabiskan waktu hampir seharian disana, membuat tenda di sekitar pantai yang jaraknya tidak begitu jauh dari Villa Nara.
Nara yang berusaha untuk bisa berbaur dengan mereka, ia masih tak menyangka jika laki-laki di hadapannya itu begitu nyata. Yang ia lihat hanya sekali saat konser tahun 2017 lalu.
Nara mulai tertidur nyenyak di dalam tenda, ia sadar saat terbangun dirinya akan kembali ke kenyataan jika ini benar-benar hanya mimpi. Mimpi yang menurutnya begitu indah dan nyata.
Nara membuka matanya, kembali memandang poster didinding kamarnya. Ia lantas tersenyum kecil sambil memeluk salah satu boneka kesayanganya.
" gomawo... itu mimpi yang indah " ucap nara lantas beranjak dari tempat tidur nya.
" Triingg... "
Nara lantas mengambil handphone nya, mengecek salah satu sosial medianya. Yang ternyata pemberitahuan unggahan dari salah satu Idolanya.
" Army...apakah tidurmu nyenyak semalam??? sangat menyenangkan bisa bertemu di mimpi dan dunia nyata. Ayo bertemu.. aku sangat merindukan kalian"
" aku juga merindukan mu.. sangat merindukan mu" ucap nara lalu melempar handphone nya ke tempat tidur , disusul nara yang malah kembali merebahkan badannya.