Terima kasih
Terdiri dari 2 unsur kata yaitu terima dan kasih. Banyak hal yang telah kuterima dalam hidup. Banyakk hingga aku sulit untuk menghitung banyaknya hal itu. Entah pengalaman meyenangkan, membahagiakan, menyedihkan, pahit, bahkan hampir putus asa.
Tak terhitung berapa banyak jumlahnya hingga sampai saat ini, masih banyak hal ajaib.
Kasih. Banyak hal pula yang harus kubagikan. Bagikan satu persatu, pada semua orang di sekeliling. Satu persatu hingga sebuah rasa dapat dirasakan oleh semua orang. Atau bahkan akan kukembalikan jika telah tiba tanpa perlu banyak tanya.
Terima dan kasih.
Sebuah bayangan terpantul jelas di depan mata, memperlihatkan bagaimana diri ini. Menatap dalam senyum, dari ujung kepala hingga ujung kaki. Sebuah kata "maaf" terlontar begitu saja.
"Maaf ya, selama ini aku merepotkanmu, membuatmu bersedih dengan kata–kata yang menghakimi dan melabelimu dengan hal yang sebenarnya tak perlu."
Mata itu berbicara, senyum itu menjadi suatu perwakilan yang tulus. Tak ada kebohongan.
"Hari esok masih ada selagi kamu bernapas. Tak akan ada tanda titik jika Dia masih memberikan koma. Masih belum usai."
Terlahir kembali, menjadi suatu titik awal sekaligus peringatan. Titik awal sebuah kisah yang akan terjadi; dan peringatan, seberapa banyak waktu yang telah terlewati.
God Bless 🤗🤗
Mereka selalu ada,
dan DekapanNya selalu ada, tak akan pernah usai.
29–10–2021