Aku Indri, seorang wanita karir di sebuah perusahaan entertainment yang bekerja bersama dengan beberapa artis ternama. Tiap hari aku sering berjumpa dengan mereka. Sungguh aku sangat beruntung dapat bekerja di tempat ini ketika banyak orang mendambakan ingin masuk ke perusahaan ini.
Aku memiliki seorang pacar yang juga bekerja di perusahaan ini. Dia adalah manajer salah satu artis. Parasnya sangat tampan dan tubuhnya tinggi. Benar-benar sempurna di mataku. Walau bekerja dalam satu perusahaan yang sama, kami jarang bertemu.
Kami hanya bisa bertemu ketika akhir pekan saja. Biasanya kami akan kencan, menghabiskan waktu bersama. Pergi ke tempat-tempat yang indah dan makan bersama. Nama pacarku adalah Park Min Hyuk. Seorang pria kelahiran Korea. Perbedaan di antara kami tidak menjadi masalah untuknya. Sungguh aku sangat beruntung.
Sebenarnya bisa saja Min Hyuk menjadi seorang artis atau idol boygroup. Dia sangat pandai menari juga rap. Penampilannya juga sangat fashionable. Penampilannya tidak seperti manajer-manajer lain. Namun, dia seorang yang pemalu. Katanya menjadi manajer saja sudah cukup.
Hari ini harusnya kami bertemu. Min Hyuk hendak mengajakku ke suatu tempat. Tentu aku sangat penasaran ke mana dia akan mengajakku. Aku sudah berdandan cantik. Dering telpon mengagetkanku yang sedang mematut diri di depan cermin. Ternyata Min Hyuk yang menelpon dan dia sudah menunggu di depan. Aku segera keluar untuk menemuinya.
Malam ini Min Hyuk sangat tampan, walau biasanya dia memang tampan. Namun, kali ini terlihat sedikit berbeda. Aku tersipu malu saat Min Hyuk memuji penampilanku yang katanya cantik malam ini. Kami segera berangkat menuju suatu tempat.
Beberapa menit kemudian kami sampai di sebuah cafe yang sangat indah. Kami segera masuk dan memilih meja yang berada di dekat jendela. Setelah memesan, kami banyak mengobrol hingga pesanan siap.
Selesai makan, kami berjalan-jalan ke taman yang berada tidak jauh dari sana. Taman ini tidak begitu ramai. Tiba-tiba Min Hyuk menghentikan langkahnya. Aku mengernyitkan dahi melihat Min Hyuk yang berlutut di depanku. Mulutku ternganga saat Min Hyuk menyodorkan kotak beludru berisi cincin yang sangat indah.
Min Hyuk melamarku malam ini. Tentu aku sangat terharu dan merasa bahagia. Aku menerima lamaran Min Hyuk. Pria itu membawaku ke dalam pelukannya yang hangat. Tangis haru membasahi pipiku.
Sayang, semua ini hanya khayalanku belaka. Kuhembuskan napas lelah. Padahal hidupku akan sangat bahagia jika alur ceritanya seindah itu.
PLAK!
Suara nyaring itu membuatku meringis menahan panas di punggungku. Aku menoleh dan mendapati seorang temanku dengan wajah datar.
"Halu terus, cepet balik kerja! Gue pecat lo lama-lama," ucapnya.
"Ckck, ganggu aja. Lagi bayangin hidup bareng Min Hyuk juga."
"Bodo amat, nggak peduli gue."
🏃♂️🏃♂️🏃♂️