Halusinasi
Day 9 28 OCT
Uh, aku berhalusinasi nih. Gara- gara tak diterima cintaku darinya. Sedih rasanya. Tak terungkapkan. Mau marah tak bisa, mau nestapa iya. Dan sungguh suatu kegamangan yang Nampak. Tak terluapkan. Dan yang timbul hanya satu bentuk nuansa keindahan namun tak bisa tercapai. Sementara di sini hanya duduk terpaku. Tapi tak ingin dikatakan melamun. Hanya saja berada dalam situasi yang tak jelas.
Tapi mau bagaimana lagi. Yang terbayang hanya rasa suka di depan sana. Suatu ilusi tak bertepi. Dan fatamorgana di tengah padang pasir yang luas.
Yang nampak hanya keindahan sebuah desa super indah dari oasegurun yang sejuk menyegarkan. Da sayangnya semua itu hanya keriap pasir ditimpa cahaya pudar mentari.
Yang ada kini hanyalah aku. Yang terbelenggu pada masa lalu. Tentang kenangan indah. Dan satu kesukaan yang menghayal kan. Dalam bayang-bayang keinginan.
Untuk selalu membaca di pagi hari, dan kau berbelanja dasteran. Sayangnya semua punah. Hanya karena satu keinginan yang tak terjangkau.
Engkau kanan aku kiri. Berbeda jalan. Itulah kenyataan yang terjadi. Kala tak bisa menyelaraskan irama.